
Setelah makan bersama, kedua keluarga pulang ke rumah masing-masing dengan penuh rasa bahagia. Beribu tanya di benak Cinta, kemana Muh, mengapa, ada apa. Ada rasa bahagia, ada juga sedikit rasa kecewa. Namun ia menutupi kekecewaannya dan kesedihannya.
Sesampainya di rumah, Cinta menghidupkan handphonenya yang selama ini di simpan ummi. Ia menghapus beberapa pesan yang sudah lama tak terbaca dan tidak terlalu penting.
Ia membuka satu persatu, namun tak ada satu pun pesan dari Muh. Ia mencoba menelpon Muh, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi.
" Ya Allah, mungkinkah yang dugaan Eca selama ini adalah benar. Kalaupun dugaan itu benar, ku mohon Ya Rabb agar kebenaran ini segera terungkap. Sehingga aku bisa tenang, dan terhindar dari berburuk sangka kepada Abang."
Cinta meletakkan handphonenya ditempat tidur, ia membersihkan dirinya di kamar mandi. Tak lama kemudian ia berbaring dan terlelap.
" Bi, kapan kita bisa mengatakan kepada Cinta mengenai Muh?"
" Insya Allah ayah akan mengatakannya ke Cinta besok. Ayah percaya Insya Allah anak kita Cinta kuat mendengarnya. "
" Iya bi, lebih baik Cinta segera mengetahuinya dari pada lama-lama disimpan nanti Cinta masih berharap sama Muh. "
" Malam ini biarlah Cinta beristirahat, kasihan Cinta pasti lelah. "
Ayah dan bunda pun ikut terlelap.
*****
Sementara itu di rumah Rangga keributan dan perdebatan terjadi.
" Kenapa abang tidak ikut menjemput ke bandara bun? Biasanya mendengar nama Cinta, abang pasti datang." Rangga tidak ingin berlama-lama dengan rasa penasarannya.
__ADS_1
" Abang mu sekarang tinggal di rumah kontrakan dekat kampus bersama teman-temannya. Agar tidak terlalu jauh dan kelelahan." jawab bunda.
" Adek merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Abang punya kekasih lain ya bun?" tanya Rangga kembali.
" Rangga, kamu istirahat dulu di kamar, bersihkan dirimu. Besok pagi ayah sama bunda akan menceritakannya." Ayah berusaha menenangkan suasana.
" Tidak ayah, adek ingin mendengarnya sekarang." Rangga tetap berkeras dengan keputusannya.
" Baiklah kami akan menceritakan semuanya, tapi setelah kamu membersihkan diri. " Ayah akhirnya mengalah, karena ayah tahu Rangga memiliki watak yang keras. Dari pada ribut, lebih baik jujur.
" Terimakasih ayah, Rangga ke kamar ya yah. "
"Setelah mandi, kami menunggumu di teras samping."
" Iya bun."
Rangga hanya diam tidak berkomentar apapun. Setelah lama terdia, Rangga memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
****
Keesokan harinya, Cinta bersama kedua orangtuanya berkumpul di ruang keluarga.
" Abi, ummi tolong ceritakan apa yang terjadi dengan abang Muh. Cinta sudah siap mendengar kabar apapun tentang abang. "
" Nak,.Muh sudah memiliki kekasih lain. Muh membatalkan pertunangan kalian." Abi menceritakan semuanya.
__ADS_1
" Maafkan kami nak, selama ini tidak menceritakannya kepada mu. Kami takut hal ini akan mengganggu ibadah dan belajarmu dipondok. " jelas ummi.
" Alhamdulillah, ini adalah yang terbaik dari Allah ummi. mbak kuat kok. Jadi ummi sama abi gag usah merasa bersalah. Saat ini mbak akan berusaha untuk fokus terlebih dahulu dalam belajar. Mengenai jodoh Insya Allah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk mbak. " Cinta tersenyum dan berusaha menyembunyikan semua kesedihan dan kekecewaannya.
Setelah pembahasan mengenai Muh selesai. Mobil keluarga Rangga memasuki halaman rumah Cinta. Cinta dan Aul menyambut bunda dengan wajah sumringah, senyuman tak lepas dari wajah mereka.
" Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikumussalam. Silahkan masuk ayah, bunda, bang Rangga" Aul mempersilahkan keluarga Rangga masuk ke rumah.
" Terimakasih tuan putri cantik." jawab bunda dan mengusap kepala Aul
" Bagaimana keadaan mu nak ?" tanya ayah ke Cinta
".Alhamdulillah baik-baik saja ayah."
" Bunda ingin mengajak kalian jalan-jalan ke danau XXX, kita refreshing dulu. Bunda sudah siapkan semua bekal dan peralatan lainnya. Bunda sangat berharap kita bisa pergi piknik ke sana hari ini."
" Ayolah ummi, abi kita ikut piknik. Sudah lama juga kita tidak pergi sama-sama. " jawab Aul.
" Umi dan abi mau saja, Cinta gimana ?" tanya abi.
" Cinta kamu maukan nak, pergi bersama kami? " tanya bunda yang nampak merasa takut kalau Cinta menolak.
" Iya bun, Cinta akan ikut. Tapi umi dan abi ikut juga kan?" tanya Cinta.
__ADS_1
" Kalau Cinta ikut, abi dan ummi pasti ikutlah." ummi akhirnya membuka suaranya.
Mereka pun bersiap-siap pergi dan piknik bersama walaupun tanpa Muh.