Cinta

Cinta
Bab 44 Kekuatan Cinta Muh


__ADS_3

Malam ini di rumah Cinta


Setelah shalat Isya' dan makan malam, abi mengajak Cinta duduk di teras depan.


" Bagaimana tanggapan mu tentang rencana yang diberikan oleh keluarga Rangga. Apakah kamu menerimanya. "


" Cinta menerimanya abi. "


" Apakah kamu sudah memikirkannya dengan baik nak?"


" Cinta sudah memikirkan dan mempertimbangkannya bi. Insya Allah akan ada hikmah dibalik semua ini."


" Abi dan ummi hanya bisa berdo'a untuk kebahagiaan mu."


" Tetaplah istiqomah di jalan Allah. Semoga rumah tangga mu nantinya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin. "


" Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin. " ummi dan Cinta mengaminkan doa abi.


" Istirahatlah nak, abi ingin bicara sebentar sama ummi."


Cinta berjalan ke kamarnya, ada secercah kebahagiaan diraut wajahnya. Cinta berbaring di tempat tidur, ia mengaktifkan hpnya.


Muh calling ....


Cinta terkejut melihat nama Muh memanggil. Ia ragu menjawabnya.


Setelah beberapa kali memanggil, akhirnya Cinta menjawab panggilan Muh.


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." jawab Cinta.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Terimakasih dek masih mau menjawab telpon abang" jawab Muh


" Maaf tadi adek ragu menjawabnya, karena nomornya belum tersave. "


" Apa kabar dek ? "


" Alhamdulillah baik, semoga abang juga begitu. Maaf bang, ada apa menelpon malam-malam begini?"


" Apa abang mengganggu ya dek?"


" Nggak lah. Hanya heran saja kok tumben, kirain ada apa?.


" Abang mau nanya ke adek, tolong jawab jujur. Apa benar adek bertunangan dengan Rangga dan akan menikah tahun depan?"


" Insya Allah. "

__ADS_1


" Dek, apa adek tidak mencintai abang lagi?"


" Maksudnya gimana?? "


" Abang minta maaf dulu pernah melakukan kesalahan karena telah menyia-nyiakan dan menyakiti hati adek. Tapi sejujurnya abang masih mencintai mu. Dari dulu sampai sekarang abang masih mencintai adek. Tolonglah dek, menikahlah dengan abang. Abang janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti dulu."


Cinta mendengarkan semua perkataan Muh. Ia hanya diam dan belum menanggapinya.


" Dek tolong jawab pertanyaan abang. Bersediakah adek menikah dengan abang?"


" Bang, maaf adek tidak bisa menjawabnya karena mengenai jodoh adek sudah menyerahkan semuanya kepada Allah. Adek ikhlas dan tulus memaafkan semua kesalahan dan kekhilafan abang selama ini. Sebentar lagi abang akan menikah dengan mbak Citra, lebih baik abang fokuslah ke pernikahannya. " Cinta menyeka airmatanya.


" Tidak bisa dek, pernikahan abang dan Citra terancam batal. Sedikitpun abang tidak mencintainya, dan mbak Citra juga sudah mempunyai kekasih. Saat ini ia ada di Singapore bersama keluarga Nick kekasihnya."


" Maafkan adek, adek tidak bisa membantu abang. Kalau memang kelak kita berjodoh Alhamdulillah, kalau pun tidak dan adek berjodoh dengan yang lain mungkin abang akan bertemu jodoh yang terbaik pula untuk abang. Saat ini mari kita sama-sama menjalani hidup seperti air yang mengalir sampai air tersebut akan menemui muaranya. Maaf ya bang, adek lelah mau istirahat. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"


Cinta menutup percakapannya dengan Muh.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Muh terdiam.


" Ya Allah ampuni segala dosaku yang telah menyia-nyiakan seorang wanita shalehah seperti Cinta. Beri hamba kesempatan untuk mendapatkannya kembali. Mohon Ridho Mu Yaa Rabb agar hamba Mu ini berjodoh dengan Cinta dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah." Muh berdo'a dengan penuh pengharapan. Penyesalan selalu datang terlambat, namun masih ada kesempatan untuk meraih harapan.


Muh berharap Allah mengabulkan do'anya. Ia masih mencintai Cinta itu merupakan suatu kenyataan dan fakta yang sebenarnya.


( RASAKAN KAMU MUH, DULU MENYIA-NYIAKAN, SEKARANG MENGHARAPKAN).


" Ya Allah semua keputusan ini ku serahkan kepada Mu. Apabila abang Muh jodoh hamba, satukan kami. Namun kalau bukan, tolong berikan kekuatan iman bagi kami. Berikan jodoh yang terbaik dari Mu untuk kami. Segerakanlah agar kami terhindar dari fitnah dan dosa. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin. "


Cinta melipat mukenah dan sajadahnya. Ia berbaring di tempat tidurnya.


" Besok abang ke sekolah jemput adek, bolehkan? Ada yang ingin abang tanyakan penting." Muh mengirimkan pesan ke Cinta.


" Bicarakan saja sekarang. "


" Abang ingin bicara langsung. Please dek beri abang waktu untuk bertemu besok. "


" Baiklah tapi tidak bisa lama karena adek ada janji sama teman. "


" Terimakasih ya dek, atas kesempatan waktunya. Baiklah besok jam 12 abang jemput. "


Cinta hanya membaca balasan dari Muh, dan tidak membalasnya.


" Alhamdulillah. " Muh tersenyum bahagia.


****

__ADS_1


" Bun, apakah Cinta menerima rencana Rangga?"


" Alhamdulillah Cinta menerimanya, Cinta dan Rangga tengah menjalaninya. Insya Allah berjalan lancar."


" Aamiin. "


" Apakah kita juga mau ibadah malam ini????😘😘😘" Ayah memeluk bunda.


" Bunda selalu siap untuk ayah. 😍😍"


Ini nih, ayah sama bunda ibadah terus. Bertempur dalam *******. 😄😄😄


...****************...


Hari ini Cinta mengajar seperti biasa.


" Bu Cinta kurang tidur ya? Matanya sembab gitu. "


" Iya bu. "


" Kalau gag enak badan, sebaiknya ibu istirahat saja."


" Iya bu, terimakasih."


Cinta masuk ke ruangannya, dan duduk di kursinya.


" Tak terasa sudah 2 tahun sekolah ini berdiri, walaupun masih sederhana namun sudah membuatku bahagia."


Cinta sudah memiliki sekolah sendiri. Namun ia masih ikut mengajar karena kurangnya tenaga guru, dan keadaan keuangan sekolah juga yayasan masih minim.


Tok tok tok


" Assalamu'alaikum, maaf bu di depan ada tamu yang mencari ibu. Katanya dari PT. XXXXX namanya Bapak Pujianto."


" Wa'alaikumussalam, izinkan tamunya masuk. Saya masih jam kosong belum ada jam mengajar."


" Baik bu."


Cinta pun menemui Pak Pujianto dari PT XXX yang berniat memberikan donasi dana untuk pembangunan musholla sekolah.


" Terimakasih banyak pak atas donasinya. Insya Allah kami akan memanfaatkan dana ini sesuai dengan amanah yang diberikan perusahaan Bapak. Kalaupun ada sisa dananya akan kami alihkan ke pembangunan sarana prasarana sekolah yang masih butuh perbaikan. "


" Sama-sama ibu, seandainya masih butuh dana untuk sarana dan prasarana lainnya, silahkan ibu mengajukan proposal kembali. Insya Allah perusahaan kami akan membantu. Apalagi direktur kami sangat mengagumi perjuangan ibu membangun sekolah ini."


" Terimakasih pak. "

__ADS_1


" Saya permisi dulu ya bu. Pimpinan saya menunggu laporan dari ibu. "


__ADS_2