Cinta

Cinta
ada yang telah sengaja!


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit Niken dan Novak langsung menemui kedua orang tua Niken yang menunggu di depan ruang ICU.


"Pap, mom bagai mana keadaan Pak Romi? " ujar Niken setengah berlari.


"sepertinya dokter harus mengoprasinya, karena benturan di kepala begitu keras, dan ada pendarahan di otak. " jawab Simon sambil memegang tangan Niken yang terlihat sangat mengkhawatirkan Pak Romi.


"Ya Tuhan, apa sebenarnya yang terjadi! " kenapa bisa separah ini? " ujar Niken.


"Nike, kita serahkan kepada tim dokter semoga mereka bisa menangani oprasinya dengan baik! " ujar Merryysa sambil memeluk Niken.


"mom, Pak Romi orang baik, Niken tidak mau sampai terjadi apa-apa terhadap Pak Romi." jawab Niken yang begitu mengkhawatirkan Pak Romi.


Novak yang melihat Niken begitu mengkhawatirkan Pak Romi, dia memegang pundak Niken, gadis yang dia cintai ternyata gadis penyayang kepada siapa saja. terlihat jelas kekhawatiran di dalam wajah Niken kepada salah satu pegawai nya.


di sebuah gudang Rissa masih menyelidiki CCTV yang dia dapatkan dari dari salah seorang anak buahnya, dia memperlihatkan rekaman CCTV dalam kecelakaan Pak Romi, sayang di sayangkan, rekaman kejadian tersebut telah di hapus nya oleh seseorang.


Rissa merasa yakin, ada keterlibatan orang dalam.


"siapa yang piket hari ini? " teriak Rissa.


"saya non! " ujar salah seorang pegawai yang bertugas mengawasi CCTV hari itu.


"sekarang kamu lihat! " bagai mana mungkin CCTV di ruangan tersebut tidak ada rekaman nya? " ujar Niken sambil memperlihatkan layar komputer yang dia pegangnya.


"maaf nona, kebeteluan CCTV di ruangan yang menghadap lemari tersebut memang sedang ruksak! " jawab seorang pria itu.


"baiklah kalo begitu, siapa saja yang berjalan ke arah sana dari sisi CCTV lainnya," perintah Rissa kepada salah seorang anak buahnya.


"baik nona. " ujar salah seorang yang mengecek rekaman beberapa CCTV di gedung tersebut.


"Nona, kita bisa lihat dari sisi sebelah sini? " ujar salah seorang pegawai yang piket di hari itu.

__ADS_1


"heemm, kita mulai dari sana! " jawab Rissa.


"dreet dreet dreet. "


suara handphone Rissa berdering, Rissa pun menjawab panggilan tersebut yang ternyata dari nona mudanya Niken.


"Iyah nona, kami masih menyelidiki CCTV nya, tapi ternyata CCTV yang mengarah ke tempat kejadian tersebut sedang mengalami kerusakan. "


"baiklah nona. "


"saya akan melakukan yang terbaik. "


Rissa menarik napas panjang setelah menerima panggilan dari tuannya.


"lihatlah ini Nona! " ujar salah satu orang kepercayaan nya.


Rissa pun menatap orang-orang yang masuk ke dalam gudang tersebut, ada beberapa orang yang masuk dalam ruangan yang sama.


"cari tau, Nama-nama pegawai itu, dan suruh dia menghadap ku sekarang! " ujar Rissa memerintahkan kepada salah satu pegawai di butik tersebut.


kembali ke rumah sakit, pintu ruang oprasi sudah terbuka, semua orang berdiri menghampiri salah satu dokter yang menangani oprasi Pak Romi.


"bagai mana dok? " Niken yang khawatir langsung bertanya kepada dokter tersebut.


"syukurlah, oprasinya berjalan dengan lancar, tapi kita masih harus menunggu, karena pasien masih belum sadarkan diri. " ujar dokter tersebut.


"syukur lah," ujar Niken.


"dok, apa kami bisa melihat keadaan Pak Romi? " tanya Merryysa.


"untuk saat ini belum boleh menjenguk pasien, tunggu sampai pasien di pindahkan ke ruang rawat! " jawab dokter sambil memerintahkan beberapa suster untuk memindahkan Pak Romi ke ruang rawat.

__ADS_1


Niken, dan kedua orang tuanya hanya bisa menunggu, sedangan Novak berbicara di ponselnya dengan seseorang.


"bagai mana kamu ini Rissa, apa kemampuanmu sudah menurun semenjak tidak bekerja denganku? " menyelidiki hal seperti ini lama sekali? " ujar Novak yang mengomel dalam pembicaraan nya di dalam telpon.


Niken menghampiri Novak, bertanya kenapa Novak mengomeli Rissa.


Novak menjawab, karena Rissa sudah tidak kompeten lagi semenjak dia tidak bekerja dengan diri-Nya.


"sini biar aku yang berbicara dengan-Nya! " pinta Niken sambil meminta ponsel milik Novak, Novak pun memberikan ponselnya kepada Niken.


"Riss, apa ada yang salah dengan kejadian tersebut? " tanya Niken lembut.


"apa? " benarkah itu? " Novak menatap Niken.


"baiklah kalo begitu, selidiki semuanya! jika benar ini ada konspirasi dari seseorang, aku tidak akan mengampuni orang tersebut! " Niken dengan kesal dia berbicara karena membayangkan orang yang telah tega mencelakai Pak Romi orang kepercayaan nya di butik tersebut.


"ada apa Nike? " tanya Merryysa dan Simon.


Niken menutup telpon nya sebelum ia menjawab pertanyaan kedua orang tuanya, Novak pun sangat penasaran atas jawaban yang akan Niken katakan.


"Pap, mom, sepertinya ada yang telah sengaja mencelakai Pak Romi. karena, lemari yang menimpa Pak Romi itu, lemari yang masih kokoh, jika bukan seseorang yang sengaja mendorong nya, lemari itu tidak mungkin terjatuh begitu saja! " dan satu lagi, CCTV- yang berada di tempat kejadian tersebut tiba-tiba menjadi ruksak, semua rekaman nya tidak bisa di lihat. "! jawab Niken kesal.


" benarkah! " tega sekali orang tersebut, jika benar melakukan hal sekeji itu! " jawab Merryysa yang ikut kesal atas kejadian itu.


"mama pikir, Pak Romi hanya kecelakan biasa! " ujar Merryysa lagi.


"kalo begitu, aku akan menyuruh Ken juga untuk menyelidiki! " ujar Novak.


"tidak! " jangan menganggu Kendo, biarkan Rissa menangani semuanya, aku percaya kepada Rissa sepenuhnya, jika Kendo membantu nya, Rissa tidak akan bisa mandiri nantinya. " jawab Niken yang menghentikan niat Novak untuk membantu Rissa melalui Ken.


"heemmm baiklah! " jawab Novak.

__ADS_1


"ada benarnya juga perkataan gadisku ini! " dia bukan hanya penyayang, tetapi gadis yang kuat dan mandiri! " gumam Novak dalam hati-Nya, dia sekali lagi membuat dirinya kagum.


bersambung...


__ADS_2