Cinta

Cinta
Bab 54 Akhirnya


__ADS_3

Rangga merasa bahagia karena Aul telah memberikan surprise untuknya. Membangunkan mengajak shalat tahajjud. Setelah itu, Rangga menelpon Auk dengan senyuman berjuta rasanya.


****


Adzan subuh berkumandang, Aul dan Rangga mengakhiri percakapan mereka. Mereka segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Cinta pun melaksanakan kegiatan yang sama. Setelah melaksanakan shalat subuh, mereka melakukan aktivitas pagi yang sudah menjadi tanggung jawab masing-masing.


Aul membantu membereskan rumah. Cinta membantu ummi di dapur. Ayah masih di mesjid.


" Cinta, abi request pagi ini kita sarapan nasi gemuk dan ayam goreng. Kamu bantu menggoreng ayamnya. Ummi masak nasi gemuk dan bihun gorengnya. "


" Iya ummi." Cinta segera menggoreng ayam yang ditugaskan ummi kepadanya.


Aul membersihkan kamar dengan bersenandung lagunya " Tulus – Tukar Jiwa"


“Aku kehabisan cara ‘tuk jelaskan padamu


Mengapa sulit ‘tuk lupakanmu


Aku kehabisan cara ‘tuk gambarkan padamu


Kau di mata dan di pandanganku…”


Aul bernyanyi dan menganggap sapu adalah microphonenya.


Habis satu lagu, ia lanjutkan senandungnya, lagu Maliq & d’Essentials – Pilihanku


“ Berjuta rasa-rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata


Dengan beribu cara-cara kau selalu membuatku bahagia


Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan


Yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk di sini ada untukku…”

__ADS_1


Gaya Aul seperti artis yang sudah tenar. Tanpa Aul sadari, ummi yang tidak sengaja melihat kejadian tersebut tersenyum dan tak kuasa menahan tawanya.


" Adek kamu ngapain? Kenapa sapunya terbalik?"😀ledek bunda.


" Ahhh ummi bisa aja. Aul lagi latihan vokal saja kok." Jawav Aul tersipu.


" Lanjutin saja deh latihan vokalnya. Ummi mau lanjutin pekerjaan dapur. "


*****


Sementara itu di rumah Muh dan Rangga


Rangga dan Muh telah selesai sarapan. Muh dan Rangga berkumpul di ruang karaoke keluarganya. Muh berbaring di sofa disebelah Rangga.


****


" Hari ini kita ke rumah ummi dan abi yuk bang. Kangen sama Aul." Rangga merayu Muh.


" Abang sih mau, tapi ingat gag pesan para sesepuh kita dipingit gag boleh ketemu sama calis (Calon Istri) kita sampai dua minggu mendatang. Kalau kita tidak menepati, pernikahannya bisa ditunda lagi. Emang kamu mau kalau pernikahan kita ditunda tahun depan"


Muh dan Rangga menyanyikan lagu dari Tulus – Teman Hidup – 1000 Tahun Lamanya


“Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya


Walau harus menunggu seribu tahun lamanya


Biarkan terjadi wajar apa adanya


Walau harus menunggu seribu tahun lamanya…”


Muh bernyanyi bersama Rangga dengan penuh kebahagiaan, keceriaan dan kekocakan. Tanpa mereka sadari ayah dan bunda tersenyum melihat tingkah kedua anaknya.


" Kira-kira kalau kita minta pernikahan kita dipercepat bisa gag bang?"


" Bisa sih asal ada cuannya." Muh menanggapi perkataan Rangga dengan mudahnya.

__ADS_1


" Masalah uang tak usah kita pikirkan, uang ayah sama bunda masih banyakkan?"


Tiba-tiba😡😡😡


" Kalau pernikahannya mau lebih dipercepatpun bisa kok dek. Besok juga bisa.."


Rangga dan Muh terkejut dengan kehadiran kedua orangtuanya yang begitu tiba-tiba.


" Tapi apa kalian siap 😀😀😀"


" Percepat saja ayah...😀😀😀" Jawab Rangga dan Muh bersamaan.


" Oke bunda besok mereka berdua segera kita nikahkah. Tapi coret nama mereka berdua dari KK!!!!😬😬😬


" OK, ayah semua sudah bunda siapkan sesuai dengan pesanan."😊😊😊Jawab bunda dengan senyuman menatap ke arah anak-anaknya.


" NO.....Bunda. Kita tidak siap menikah besok. Kita berdua sepakat menuruti semua perintah ayah sama bunda." Muh dan Rangga akhirnya meminta maaf pada kedua orangtuanya.


" Kalian itu sudah dewasa dan mau menikah, tapi fikirannya masih seperti anak TK. Maunya serba cepat tanpa memikirkan akibat. Mulai dari sekarang berfikirlah dewasa dan bijak. Ayah sama bunda sudah tua, tidak selamanya kami bisa bersama kalian. Jadi BELAJARLAH TIDAK MANJA DAN TIDAK SEMAUNYA SENDIRI. Sebelum mengambil keputusan fikirkan dulu akibatnya. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab."


Rangga dan Muh diam dan menunduk mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya. Mereka menyadari kesalahan dan kekeliruan mereka.


" Maafkan kami ayah bunda . Insya Allah kami akan memperbaiki diri untuk menjadi dewasa dan bertanggung jawab. Maafkan kami. "


Muh dan Rangga memeluk kedua orangtuanya.


" Ayah dan bunda telah memaafkan kalian, kita sama-sama saling memaafkan. "


" Sekarang kita bersiap-siap untuk menjemput Om Teguh di bandara. Kasihan kalau mereka menunggu lama."


" Siap Bunda. "


Muh dan Rangga pun segera bersiap.


"Bang, cari inspirasi dong gimana caranya hari ini kita ke rumah Calis kita."

__ADS_1


Muh diam, ia mencari cara untuk bertemu calon istrinya.


__ADS_2