Cinta

Cinta
menjadi ratu semalam"


__ADS_3

hari berlalu, waktu yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba, semua persiapan, tamu undangan sudah mulai berdatangan kesibukan di sebuah hotel bintang lima pun begitu meriah.


di sebuah kamar "Presidential Suite di hotel tersebut Niken sedang bersiap siap di bantu oleh berbagai penata busana, rias dan lain-lain.


Room Presidential suite adalah merupakan kamar termewah di hotel tersebut, yang di lengkapi dengan berbagai pasilitas yang mewah dan privasi. terdapat tempat oleh raga pribadi, kolam renang pribadi, dan lain-lain.


antara sedih dan bahagia campur aduk dalam hati Niken, Simon dan Meryysa pun sudah menanti putri kesayangan mereka di aula.


sambutan untuk para tamu undangan sudah mulai, mempelai pria pun sudah datang Simon dan Meryysa menyambut nya dengan begitu antusias.


berbagai tamu dari kalangan atas dan bawah sudah memenuhi aula, pesta pernikahan termegah di abad itu sedang di gelar, beberapa wartawan dari berbagai stasiun TV juga sudah memenuhi aula tersebut.


di atas Niken yang sudah selesai bersiap-siap untuk menuruni aula pernikahan nya berdiri di hadapan cermin, dia menatap dirinya di cermin tersebut, Rissa yang setia mendampingi Niken berdiri di samping nya.


"nona, Anda terlihat sangat berbeda, apa anda sudah siap? " tanya Rissa.


"Riss, jantung ku berdebar sangat kencang, aku tidak menyangka akan menjadi istri hari ini! " ujar nya sambil memegang tangan Rissa.


"nona, jangan takut, tuan Novak adalah pria yang paling tepat untuk anda. " dia begitu mencintai anda. "


"maafkan aku Riss, seharusnya ini hari bergabung untuk mu, tapi kamu malah mendampingi ku di pesta ini. "


"nona, tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan nona, Ibu ku pasti bahagia melihat nya di sana. "


"Riss, aku merindukan kedua orang tuaku. "


"nona, mereka akan selalu ada dalam hati mu, aku yakin mereka sedang tersenyum bahagia di atas sana, karena putrinya akan menikah hari ini. " mungkin ibuku juga sudah bertemu dengan orang tua nona di atas sana. ayo sudah waktunya, tamu undangan sudah menunggu, dan pastinya tuan Novak sudah tidak sabar ingin melihat nona. " ujar Rissa sambil memerintahkan dua orang untuk berjalan di belakang Niken.


mereka pun berjalan keluar menuju lift, Rissa mendampingi Niken dengan memakai dress yang elegant terlihat berbeda penampilannya saat itu, yang biasanya dia memakai stelan jas pria, sekarang mau tidak mau dia memakai dress.


"Rissa, aku berjanji nanti di saat kamu menikahi Mike, aku juga yang akan mendampingi mu, nanti kita akan menjadi sebuah keluarga, kamu begitu cantik memakai gaun ini, Mike tidak salah pilih kamu. "


"nona, terlalu memuji ku. " terimakasih nona. " air mata Rissa berlinang, mendengar ucapan Niken yang begitu tulus menganggap nya sebagai saudari nya.


"kenapa kamu menangis? " aku kan jadi ingin menangis juga. " ujar Niken sambil memegang tangan Rissa.


"sekali lagi nona, terimakasih. " Andra orang terbaik yang pernah aku kenal. " pantas saja tuan Novak begitu tergila-gila dengan nona. "


"kamu ini Riss!, sudah sudah, ada waktunya untuk menangis nanti. " Niken memeluk tubuh Rissa lembut.


pintu lift sudah terbuka, terlihat Novak sudah berdiri gagah di altar pernikahan, Simon dan Meryysa mengapit Niken membawanya ke hadapan Novak.


riuh tamu undangan pun terdengar, bisikan bisikan orang-orang yang melihat penampilan Niken yang begitu sempurna bak ratu malam itu berhasil mengambil perhatian semua orang yang datang.

__ADS_1


"sungguh indah! "


"beautifull! "


"cantik sekali! "


pujian pujian dari tamu undangan terdengar oleh Niken. Niken tersenyum kepada semua orang.


sesampainya di hadapan Novak Simon menyerahkan tangan putrinya di hadapan Novak.


Novak menatap pengantin wanita nya dengan begitu lama, rasa cinta nya kepada Niken begitu besar.


"akhirnya kamu akan menjadi nyonya Shinoda, selamat sayang! " bisik Novak di telinga Niken.


"aku merasa gugup. " bisik Niken, dengan memegang tangan Novak begitu kencang.


Novak mencoba menenangkan Niken dengan memegang kedua tangan Niken erat.


"kamu adalah ratu malam ini, jadi jangan takut, cukup duduk saja di sampingmu. "


"lihatlah tamu-tamu ini, begitu banyak. "


"heeemm, ini belum apa-apa, aku menginginkan semua orang datang untuk melihat wanita yang aku nikahi cantik bak ratu malam ini. "


setelah mereka melakukan ritual pernikahan, janji setia antara keduanya pun sudah di gelar, dan mereka pun sudah resmi menjadi suami istri, tukar cin-cin pun sudah di lakukan, Novak mencium kening istrinya.


"selamat kepada mempelai!


" selamat kepada tuan Shinoda! "


"selamat menempuh hidup baru untuk kalian. "


ucapan selamat dari berbagai kalangan pun terdengar, suara tepuk tangan kebahagiaan terdengar meriah.


Nori yang datang di alua pun begitu sangat bahagia melihat sahabat satu-satu nya sudah resmi di persunting kekasihnya itu.


Niken dan Novak duduk di singgasana pernikahan, tamu-tamu yang mulai bersalaman memberi selamat mulai antri.


Mike berdiri di samping kakak nya, "selamat ya kak, kakak ipar selamat kamu resmi menjadi kakak ipar ku sekarang! " jika nanti kakak ku tidak baik padamu, aku sendiri yang akan memberinya pelajaran! " ujar Mike sambil melirik kakaknya sinis.


"kau! beranai! "


"kamu juga sayang, baru hari ini jadi istri ku sudah berani merebut hati adik ipar mu! "

__ADS_1


Niken hanya tersenyum bahagia melihat pertikaian kedua bersaudara itu.


Nori menghampiri Niken di sampingnya terlihat seorang wanita muda yang cantik dan elegant mendampingi nya.


"selamat Nike, selamat tuan Novak! " ujar Nori sambil memeluk Niken membuat mata Novak mendelik.


"kau! " seru nya.


"sekarang kamu menjadi adik ipar ku tuan Shinoda! " karena kamu menikahi adik ku Niken artinya aku harus memanggil mu adik ipar! "


seru Nori membuat Niken tersenyum geli.


"memang nya kamu siapa? "


hey, kamu Nancy? " Niken yang terkejut dengan gadis di samping nya Nori.


"heemm, kenalkan dia kekasih ku, !


Nancy hanya merunduk malu, " kekasihmu! " seru Niken.


Novak menatap Nancy. " kalian? "


ucapan Novak terhenti karena tamu-tamu undangan sudah mulai berdatangan ke hadapan mereka, Nori terpaksa pergi karena antrian para tamu undangan yang ingin menyalami kedua mempelai sudah tidak sabar di belakangnya.


"jadi mereka berpacaran? " bisik Niken sambil tangan nya menerima ucapan selamat dari tamu-tamu di hadapannya.


pak Morris dan Ken bersiaga tidak jauh di samping tempat singgasana pengantin, mereka mengamati tamu-tamu undangan satu persatu yang mendatangi tuannya, takut-takut ada musuh yang belum jera yang berniat tidak baik dengan tuan nya, terutama kepada Mike.


walaupun undangan terbuka di sebarkan, tetapi yang boleh memasuki aula pernikahan hanya lah tamu-tamu yang memegang undangan.


sedangan untuk tamu-tamu terbuka di sediakan tempat terbuka di luar Gedung, mereka hanya menyaksikan pernikahan kedua nya melalui layar televisi lebar yang terpangpang di luar Gedung.


seperti menonton sebuah pertunjukan, banyak tamu-tamu yang datang dari berbagai tempat hanya untuk menyaksikan langsung pernikahan termegah di tahun itu.


Simon dan Meryysa sibuk menerima tamu-tamu undangan, sedangkan Rissa berdiri tidak jauh di samping Mike.


kebahagiaan terpancar jelas di wajah dua mempelai, Niken berbisik kepada Novak, " kamu lihat wanita itu dari tadi selalu memperhatikan kamu? " tanya Niken sambil bersamaan menatap seorang wanita yang duduk di pojok sebelah kanan di arah jam 9.


Novak begitu terkejut setelah melihat wanita yang memandangi nya. " berani sekali dia datang ke sini! " gerutunya, giginya begeret menahan emosi.


***Bersambung.....


Hai Hai readers tercinta, terimakasih untuk selalu mengikuti Novel "CuNtA" jangan lupa untuk dukung author ya, dengan melike, koment, share dan vote di bawah ini...

__ADS_1


Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, lob you All😘😘😘😘❀❀❀❀***


__ADS_2