Cinta

Cinta
Lagi-lagi dia tidak tau waktu!


__ADS_3

setelah mereka selesai dengan makan siang nya, Novak menerima telpon dari orang kepercayaan nya untuk menjaga Mike di negara itu mengabari bahwa Mike sudah sampai dengan selamat dan dia sekarang sudah berada di apartemen yang dia sewanya.


Novak merasa lega, ternyata adiknya serius untuk belajar di sana.


di sisi lain Niken sedang berdiri di balkon setelah melihat Novak menerima panggilan dari seseorang Niken memutuskan untuk berjalan-jalan di villa tersebut.


Novak mencari keberadaan Niken setelah selesai menerima panggilan telpon nya. Novak ketakutan karena dia tidak menemukan Niken di sekelilingnya. Novak teringat kejadian sewaktu Niken pingsan di hutan pinus tempo hari.


"jangan bilang dia kelayapan ke hutan itu lagi! "


gumam Novak dalam hati-Nya.


dia pun berlari keluar villa, Niken yang melihat Novak bergegas menuju hutan tersebut mengerutkan kedua alis nya heran.


"heeyyy! " teriak Niken.


Novak menghentikan langkah kakinya mencari keberadaan suara Niken.


terlihat olehnya Niken berdiri di atas balkon.


"rupanya dia di situ? " huuh." Novak menarik napas panjang karena merasa lega.


Niken melangkah membelakangi Novak karena ingin turun menyusul diri-Nya, tapi Novak berbicara, " tetaplah di situ! " teriaknya.


Niken menghentikan langkahnya, melihat Novak yang kembali memasuki villa tersebut, Novak bergegas menghampiri Niken yang berada di lantai atas, tepat di samping balkon kamar milik-Nya.


tidak berapa menit Novak sudah berada di hadapan Niken, berjalan pelan menghampiri Niken.


"apa kamu merasa bosan? " tanya Novak.


"tidak, aku senang berada di perkampungan seperti ini! " karena udaranya begitu sejuk. " jawab Niken.

__ADS_1


Novak memegang kedua tangan-Nya, Niken tertegun menatap Novak, Novak mengecup kening Niken membalikan badan Niken sehingga kedua tangan Novak merangkul Niken dari belakang, wajah tampannya menyender di pundak Niken dari belakang sehingga dua sisi wajah mereka pun menempel, hembusan napas Novak terdengar jelas oleh Niken sehingga membuat badan Niken makin tertegun kaku.


"Terimakasih, karena telah menjadi calon istriku. " bisik Novak.


Niken dengan spontan dia menengok ke arah Novak, sehingga membuat kedua wajah mereka hampir beradu, napas keduanya terdengar tidak karuan.


Novak menatap Niken dengan penuh kelembutan, hidung mereka menempel Novak pun tidak bisa menahan diri-Nya, dia mengecup bibir Niken dengan spontan sehingga membuat mata Niken terbelalak kaget karena mendapat kecupan yang mendadak dari calon suaminya.


tapi sesaat dia menikmati kecupan kecupan dari bibir Novak yang lembut, sehingga dia memejamkan matanya pasrah pikirannya melayang-layang ke luar terbang melintasi samudra cinta.


Novak spontan membalikan badan Niken sehingga jatuh dalam pelukannya, bibirnya masih menempel satu sama lain, dua insan yang di mabuk asmara melintasi arusnya samudra cinta berdua.


"dret dret dret! "


suara getaran handphone milik Niken menghentikan aksi keduanya, Niken yang terkejut dengan suara ponsel nya spontan mendorong badan Novak menjauh dari badannya, wajah keduanya menjadi memerah tatapan mata keduanya memandang ke berbagai arah karena gugup terutama Niken, dia yang beru pertama kali mengalami hal semacam itu membuat dirinya begitu sangat malu dan gugup.


"hallo pap! " Niken langsung menjawab ponsel miliknya sambil memalingkan wajahnya dari Novak karena masih merasa malu atas kejadian barusan.


"apa! "


"baiklah pap" Niken akan menjenguknya sepulang nanti! "


"baik pap".


" iyah, bye pap. " love you too. " jawaban Niken dengan kepada Ayah-nya.


"ada apa Nike? " tanya Novak yang melihat wajah Niken begitu cemas.


"manager Romi mendapat kecelakaan di gudang penyimpanan di butik kami, sekarang dia di rawat di rumah sakit dekat butik kami. " jawab Niken.


ternyata ayahnya Niken menghubungi Niken untuk memberi tahu Niken bahwa manager Romi mendapat kecelakan. Romi adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Cross di dalam salah satu perusahan butik milik keluarga nya.

__ADS_1


"baiklah kalo begitu, ayo kita kembali." ujar Novak.


"hemm, Terimakasih." jawab Niken sambil mengikuti langkah Novak yang bergegas menuruni tangga villa tersebut.


merekapun bergegas menaiki kendaraannya, tidak lupa Novak menghubungi seseorang yang di tugaskan untuk menjaga villa itu untuk membersihkannya, karena mereka tidak jadi bermalam di sana.


tidak berapa lama merekapun meninggalkan villa tersebut, Novak memacu kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Niken menghubungi Rissa, untuk memeriksa kejadian yang menimpa Romi di gudang tersebut.


Rissa yang mendapat perintah dari nona nya, dia bergegas menuju butik tersebut, untuk menyelidiki kasus kecelakaan tersebut.


di suatu apartemen seorang gadis sedang mondar mandir tidak tenang, dia merasa sangat gugup seperti telah mendapati sesuatu yang menakutkan.


"semoga saja dia tidak mati! " aku tidak sengaja. siapa suruh dia mendengar percakapan ku! " gumamnya dalam hati gadis tersebut.


"tapi jika dia sadar dan membuka semua nya bagaimana, tamat lah aku! " akan lebih baik jika dia mati! " ujarnya nya lagi dalam hatinya, sambil masih tetap mondar mandir di ruangannya tidak tenang.


Rissa yang sudah sampai di tempat kejadian, bersama beberapa orang anak buah kepercayaan mereka mengumpulkan sisi TV yang berada di gudang tersebut.


sebuah lemari pakaian yang menimpa Romi di sana, terlihat berantakan semua isi dalam lemari tersebut berantakan keluar tidak karuan.


"lemari ini terlihat masih kokoh, tapi kenapa bisa terguling begitu saja! " ujar Rissa kepada salah satu orang kepercayaan nya.


"sepertinya ada seseorang yang sengaja mendorong lemari ini Nona! " jawab salah satu orang kepercayaan Rissa.


"heemmm, kalo begitu, periksa semua sisi TV yang berada di dalam ruangan ini! " dan yang ada di luar pintu gudang itu! " ujar Rissa.


"baik Nona! " serentak jawaban semua orang-orang nya Rissa.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2