Cinta

Cinta
Bab 57. Pov Muh dan Gisel


__ADS_3

Setelah kepergian Gisel, Muh tak henti-hentinya meminta maaf ke Cinta. Muh meminta izin untuk menemui ustadz Wahyu untuk meminta pendapat mengenai masalah ini.


Akhirnya, Cinta kembali ke kamar, ia mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat sunat.


pov Cinta


"Ya Allah, hanya Engkau tempat hamba memohon dan berdo'a. Kuatkan hamba Ya Allah. Mohon petunjuk dan bimbingan Mu. Apa yang harus hamba lakukan Ya Rabb. Hamba pasrah dan ikhlas menghadapi masalah ini. Hamba mohon petunjuk mu, bimbing dan tuntunlah hamba dalam menyelesaikan permasalahan ini."


Setelah berdo'a, Cinta melanjutkan kegiatannya dengan mengaji agar hatinya tenang. Ia berusaha untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


****


Muh menuju ke mesjid untuk menemui ustad Wahyu. Namun, ustad Wahyu tidak ada ditempat. Sehingga Muh memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia mencari Cinta di kamar.


pov Muh


Hari ini aku sangat terkejut dengan kedatangan Gisel. Gisel adalah masa lalu ku.


Hidup dalam satu rumah tanpa ikatan dengannya. Akulah laki-laki pertama yang merampas mahkota kewanitaannya.


Saat itu, kampus mengadakan perayaan tahun baru di sebuah hotel berbintang. Saat itulah kami berkenalan, aku tergoda dengan kecantikan dan keseksian Gisel. Dia salah satu Bunga Kampus. Aku merasa tertantang untuk menaklukkannya karena teman-temanku bilang Gisel itu jinak-jinak merpati dan sangat jual mahal. Aku pun ikut taruhan sama mereka. Apabila aku bisa menaklukkan Gisel maka mereka berlima akan membayarku 10 juta. Tapi kalau aku yang kalah maka akulah yang harus membayar mereka.


" Eh Muh, Kalau kamu bisa merenggut kesuciannya, maka mobilku taruhannya." teriak David.


Itulah awal nya, aku menjadi semangat untuk menaklukkan seorang wanita bernama Gisel.


Perjuanganku mendekati Gisel tidak membutuhkan waktu lama, 2 bulan pendekatan akhirnya kami resmi berpacaran.

__ADS_1


Aku pun memenangkan uang 10 juta. Uang tersebut kujadikan modal untuk menaklukkan seorang Gisel.


Perjuanganku tidak sia-sia, tepatnya di tahun baru 20xx aku mengajak Gisel ke Bali. Saat puncak acara tahun baru ditengah suara dan pesona kembang api yang begitu bergemuruh dari kembang api, Gisel pun tengah mendesah bersamaku di salah satu kamar di Hotel xx. Saat Gisel tertidur aku mengirimkan foto Gisel yang sedang tertidur dalam dekapanku ke David.


" Jangan lupa dengan janji mu ya Dav. Mulai hari ini mobilmu untukku. "


Keesokkan harinya, Gisel membangunkanku. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan, ronde demi ronde tercipta dengan fantasiku.


Setelah makan siang, kami terus menikmati hari-hari indah. Tapi tak ada sedikitpun 'rasa cinta dihatiku untuknya. Semua kulakukan hanya sebatas kesenangan.


Setelah 3 hari di Bali, kami kembali ke Singapore. David tak menepati janjinya. Perusahaan keluarganya bangkrut. Sehingga David meminta maaf dan membatalkan taruhannya karena mobilnya akan dijual untuk menutupi hutang-hutang ayahnya.


Menjelang wisuda, niatku makin kuat untuk putus sama Gisel. Aku takut ayah dan bunda mengetahui dan membatalkan pernikahanku dengan Cinta.


Makin lama aku semakin jenuh dengan Gisel. Apalagi Gisel selalu mendesakku untuk menikahinya. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Gisel. Kami bertemu di cafe dekat kampus.


Gisel telah menungguku. Aku duduk disampingnya.


" Begini Gis, aku minta maaf. Aku tak bisa melanjutkan hubungan kita. "


" Emang ada masalah apa, sehingga kamu memutuskan hubungan kita. Bagaimana kalau aku hamil? "


Aku sangat terkejut mendengar kata hamil. Aku yang saat itu masih muda dan buta, menyuruh Gisel menggugurkan kandungannya seandainya dia hamil nanti.


" Hari ini aku kecewa pada mu Agung, aku kira kamu manusia ternyata kamu tak lebih dari seekor hewan." Gisel diam kemudian melanjutkan kata-katanya.


" Selama ini aku menganggapmu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Ternyata aku salah. Kamu telah menganggapku seperti barang mati yang bisa kamu jadikan taruhan. Kamu tega menjadikan aku taruhan, hanya demi uang 10 juta dan mobil rongsokan. Kamu sangat miskin dan rendah " Gisel mengucapkan semuanya dengan sangat tenang tanpa emosi dan tangisan. Tapi kata-katanya sangat menusuk dan menyakitkan.

__ADS_1


" Aku ucapkan terimakasih atas waktu yang telah kau berikan untukku. Kau dengarkan baik-baik Muhammad Agung, AKU GISEL TIDAK AKAN MENGGUGURKAN KANDUNGANKU, AKU AKAN MELAHIRKAN DAN MEMBESARKAN ANAK INI. INGAT!!! SUATU SAAT NANTI AKU AKAN MEMBAWA ANAK INI KEHADAPANMU, KARENA DIA TIDAK BERSALAH DAN DIA BERHAK MENGETAHUI SIAPA AYAHNYA. FAHAMI ITU!!!


Kata-kata Gisel membuatku tersentak. Aku terdiam dan tak dapat mengatakan apapun.


" Ini uang 10 juta dan ini kunci mobil David. David membutuhkan uang dan aku telah membelinya. Hari ini aku Gisel membeli mu seharga taruhanmu. Anggaplah ini sebagai bayaran untuk mu yang telah menjadi menjadi GIGOLO ku. Selamat menikmati uang 10 juta dan mobil rongsokan ini." Gisel berdiri dan ia memelukku. Aku sangat terpukul dengan kata- katanya dan terdiam saat ia memelukku.


" Gisel, Gisel,tolong maafkan aku. " hanya itu yang terucap dari mulutku.


" Meminta maaflah pada anakmu, saat ia menemui nanti."


" Kalau kamu tak membutuhkan uang 10 juta dan mobilnya, sumbangkan saja ke panti asuhan. Atau kembalikan ke teman-temanmu yang kalah taruhan itu. Mereka membutuhkannya."


Aku kembali terpaku mendengar kata-katanya. Setelah itu ia meninggalkanku, ia masuk ke dalam mobil tanpa tangis. Aku hanya bisa terpaku menatap kepergiannya saat itu.


Setelah aku tersadar dari rasa terkejutku, aku berlari mengejar Gisel. Namun,mobilnya telah hilang dari pandangan.


Aku menyesal. Aku kembali ke apartemen. Aku hancur.


Tak lama kemudian, aku mendengar dering handpone ku. Ternyata pesan dari Gisel. Aku segera membaca pesannya.


" Temui aku di apartemen malam ini, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan. Penting."


" Ya, aku akan kesana pukul 8.00. " Aku segera bersiap-siap. Tiba-tiba handphone berdering kembali, ternyata panggilan dari ayah.


Ayah memintaku segera kembali ke Indonesia karena bunda sakit dan harus segera di operasi.


Aku segera berkemas, aku melupakan janjiku pada Gisel. Bagiku, kesehatan ibu lebih penting.

__ADS_1


Setelah kepulanganku ke Indonesia, aku tak pernah mendengar kabar apapun tentang dirinya.


Aku telah berusaha mencari Gisel dan menanyakan kontaknya, tapi sia-sia. Setelah aku tidak menepati janji ku untuk menemuinya, maka itulah terakhir komunikasi ku dengan Gisel.


__ADS_2