Cinta

Cinta
menuju jalur yang berbeda!


__ADS_3

Niken yang berada duduk di sebelah tunangannya melihat kesekeliling jalanan yang berbeda, dia sadar jalur yang di lewatin oleh Novak bukan menuju rumah sakit yang di mana Romi sedang di rawatnya.


"sepertinya kamu salah jalur?, ini bukan jalanan menuju rumah sakit! " seru Niken sambil menatap sekeliling jalanan tersebut.


"tidak aku tidak salah jalan, aku memang sengaja pergi ke jalur ini. " jawab Novak.


sesaat kemudian Niken melihat sebuah tempat yang bertulisankan SELAMAT DATANG.


Niken tertegun melihat wahana yang tadi dia lihatnya dari atas gedung Shinoda.


"ini kan tempat yang aku lihat tadi? " ujar Niken sedikit kecewa karena Novak bukan nya mengantar dirinya menjenguk Pak Romi, melainkan membawanya ke sebuah wahana yang dia lihatnya tadi. Novak hanya terdiam sambil memasuki sebuah parkiran di tempat wahana tersebut.


"untuk apa kita kesini, ini kan bukan hari libur? " wahana ini juga tidak buka bukan? " tanya Niken heran.


"aku sudah menghubungi Ken, dia yang akan menjenguk Romi, sekalian aku suruh Ken menyelidiki apa yang terjadi kepada Romi, sekarang Ken dan Rissa berbagi tugas untuk menangani semuanya. " ujar Novak bukan nya menjawab pertanyaan Niken dia malah menjelaskan soal penyelidikan Rissa dan Kendo.


"tapi aku harus menjenguknya aku ingin tau keadaan Pak Romi. " jawab Niken.


"lagian kita pergi ke sini juga, tempat ini sudah tutup! " ujar Niken lagi.


"kamu jenguk Pak Romi sekarang juga percuma, karena dia belum sadarkan diri. " jadi lebih baik aku menyuruh seseorang bukan? " jawab Novak.


Niken terdiam menatap Novak.


"Iyah tapi,? " apa dia membawaku ke tempat ini untuk melihat sebuah tempat yang kosong! " wahana ini kan dia bilang hanya di buka setiap akhir pekan! " gumam Niken melihat ke sekeliling wahan tersebut, yang sangat sepi tidak ada satu orang pengunjung pun yang datang ke tempat tersebut.


"turunlah,! " ajak Novak meminta Niken untuk turun dari kendaraannya.


"apa kamu yakin ingin pergi ke tempat ini? " tanya Niken masih belum memahami semua itu.


"turunlah, jangan buang buang waktu! " ujar Novak sambil keluar dari kendaraannya, membukakan pintu kendaraan untuk Niken.


walaupun masih heran dengan maksud Novak datang ke tempat itu, Niken pun mengikuti maunya Novak. dia keluar dari kendaraannya berdiri melihat kesekeliling tempat tersebut yang redup hanya tersinari oleh beberapa pencahayaan lampu taman kecil.


"ikutlah denganku. " pinta Novak sambil meraih tangan Niken menuju sebuah tempat yang di mana terdapat kolam.


" tutup matamu! " pinta Novak kembali.

__ADS_1


"ada apa? " tanya Niken.


"sudah jangan banyak bertanya bisa gak sih? " jawab Novak kesal, yang melihat Niken banyak bertanya.


Niken pun menurut menutup matanya pelan, tapi sesaat dia mengintio dari sela-sela matanya.


"jangan mengintip! " ujar Novak yang melihat Niken mengintip dari sela-sela matanya. dia pun menutup mata Niken dengan kedua tangan nya.


" tunggu jangan di buka dulu, satu dua tiga, buka mata mu! " ujar Novak sambil melepaskan kedua tangannya dari kedua mata Niken.


perlahan Niken membuka satu matanya, wooooww indahnya! " ujar nya sambil membuka kedua matanya bulat, terlihat oleh Niken berbagai lampu menyinari taman dan wahan tersebut menyala dengan terang dan warna warni. "booomm" sebuah cahaya dari kembang api yang di nyalakan terlihat menyinari tempat mereka berdiri.


"ini, kamu bilang tempat ini hanya di buka satu minggu dua kali? " ini bukan akhir pekan kenapa bisa buka? " tanya Niken yang mulai cerewet lagi dengan berbagai pertanyaan karena heran.


"sudah ku bilang, jangan banyak bertanya! " ikut aku. " jawab Novak tersenyum puas, karena melihat wajah Niken yang bersemangat karen senang melihat tempat tersebut.


"apa semua wahana di sini bisa di naikin? " tanya Niken sambil mengikuti langkah Novak yang menarik pergelangan tangannya lembut.


"sungguh sangat mengagumkan tempat ini! " aku dari kecil belum pernah ketempat seperti ini! ' " gumam Niken dalam hati-Nya.


"hey, lepasin tangan ku." kita mau kemana? " tanya Niken berhenti sambil menepis kan tangan Novak dari pergelangan tangannya.


"sudah ku bilang jangan banyak bertanya! " gadis ini! aku sudah membuka wahana ini demi diri-Nya, dia malah banyak bertanya." gerutu Novak.


"apa kamu yang membuka wahana ini di saat mereka tidak mengoprasikan tempat ini? " tanya Niken lagi.


"memangnya aku yang punya tempat ini? " jawab Novak mengelak.


"benarkah? " tapi kamu bilang wahana ini di beropraSi dua kali dalam sepekan? " gumam Niken, dia sedikit kecewa atas jawaban dari Novak.


"aku sudah kesenangan, ku pikir dia sengaja membuka tempat ini untuk ku! " gumamnya dalam hati, sambil mengerucutkan kedua bibirnya.


"apa kamu tidak lapar? " tanya Novak yang mengalihkan pertanyaan Niken.


"heemmm, jawab Niken dengan dehem.


" aku sudah memesan makanan di Restoran sana, ayo kita makan! " ujar Novak sambil menunjuk sebuah Restauran yang berada tidak jauh dari merek berdiri.

__ADS_1


Niken menganggukan kepalanya mengikuti Novak dari belakang, sambil matanya melihat kesekeliling pemandangan yang memukau matanya.


"indah, ternyata tempat ini cukup menyenangkan! " ujar Niken sambil masih tetap kakinya melangkah mengikuti langkah Novak dengan matanya yang jelalatan ke berbagai tempat wahana di sana.


"buuukkk! " kepala Niken lagi-lagi beradu dengan badan Novak yang berhenti mendadak karena melihat Niken tingkah Niken yang tidak memperhatikan langkah kakinya.


"aaauuuu! " seru nya.


"kamu ini selalu saja tidak memperhatikan langkah mu! " ujar Novak sambil menangkap badan Niken yang sempoyongan setelah beradu dengan badannya.


"dia ini kenapa, jelas-jelas dia yang selalu suka berhenti mendadak! " gerutu Niken sambil memegang tangan Novak yang menangkap badannya tadi.


"sudah ku bilang, jalan lah di samping ku! " ujar Novak sambil meraih pergelangan tangan Niken, untuk berjalan di samping dirinya.


"selamat datang Tuan dan nona. " ujar seseorang yang seperti nya dia pegawai di Restauran tersebut.


Niken menoleh kepada orang tersebut yang memakai seragam dan celemek di di badannya.


"silahkan Nona. " orang tersebut menyodorkan sebuah karangan Bunga mawar yang indah, membuat Niken mundur beberapa langkah dan langsung menutup hidungnya.


Novak langsung menyuruh pelayan tersebut untuk membuang karangan bunga tersebut, sontak membuat pelayan tersebut merasa bersalah.


"maafkan saya Tuan, saya telah membuat kesalahan. " ujar pelayan tersebut tergetar ketakutan, dia berpikir pasti dia telah melakukan keslahan.


"tidak apa-apa, dia hanya alergi dengan mawar, tolong jauhkan benda-benda tersebut darinya! " jawab Novak.


Niken merasa tidak enak kepada pelayan tersebut, dan pelayan tersebut dengan sigap menjauhkan Bunga-bunga mawar yang telah dia siapkan tersebut ke tempat lain.


"maafkan saya Tuan, saya tidak mengetahui bahwa nona alergi dengan bunga mawar. " ujar pelayan tersebut.


"kasihan pelayan tersebut, dia ingin melayani kami begitu tulus, tapi sayangnya dia harus membereskan mawar-mawar tersebut karena aku! ".


" maafkan saya Pak," ujar Niken yang merasa tidak enak, karena pelayaan tersebut menyingkirkan bunga bunga yang ada di meja tersebut juga.


"tidak Nona, kami yang seharusnya minta maaf atas ketidak tauan kami! " jawab pelayan tersebut sambil merundukan badannya memberi hormat tanda permohonan dari nya.


"sudahlah, ayo kita duduk di sana. " ujar Novak memotong percakapan pelayan tersebut dengan Niken sambil menarik tangan Niken lembur untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan di sana oleh pihak restauran.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2