
Sarah masih berbincang dengan Mike Shinoda, Nori hanya mengamati mereka berdua, sedangkan Novak asyik berdansa dengan Niken tunangannya.
"tadi kamu mau bicara soal apa? " tanya Novak sambil asyik mengikuti Irama musik dansanya.
"owh Iyah, tadi salah satu kru TV meminta izin untuk menayangkan acara kita di Stasiun nya. apa di izinkan?" ujar Niken sambil mengikuti gerakan dansa yang di lakukan oleh Novak.
Novak menghentikan gerakan kakinya sekarang dia memeluk pinggang Niken dengan erat, menatapnya.
"apa kamu ingin seluruh dunia mengetahui pertunangan kita? " Novak malah balik bertanya dengan perasaan ragu, sebenarnya dia tidak ingin semua orang tau bahwa Niken adalah calon isterinya, karena dia takut masalah apa yang akan di hadapai Niken kedepannya. banyak musuh-musuh dari keluarga Shinoda yang ingin menjatuhkan diri-Nya.
Niken hanya terdiam menatap Novak, masih belum memahami apa yang di tanyakan Novak kepadanya, Niken berpikir Novak tidak benar-benar menyukainya.
"ada hal yang seharusnya tidak kamu ketahui, tetapi untuk keamanan mu, aku tidak akan mengumumkan pertunangan kita dulu sebelum kamu berjanji satu hal kepada ku! " ujar Novak meyakinkan hati Niken yang terlihat meragukan perasaan nya.
"berjanji? " tanya Niken heran.
"iyah berjanji, bahwa kamu tidak akan pergi kemana-mana sendirian! " ujar Novak.
"aku akan menyuruh Rissa untuk selalu mendampingi mu. " tambah Novak.
"heem, baiklah aku berjanji. " tapi jika acara kita di ketahui publik tidak nyaman untukmu lebih baik jangan di siarkan. " ujar Niken.
__ADS_1
"baiklah, jangan lakukan. " untuk kenyamanan mu juga. " jawab Novak yang lega karena Niken memahami yang dia lakukan untuk kebaikan semuanya.
musik pun berhenti, lampu gedung mulai menyala terang, seorang MC mulai berbicara mengucapkan rasa terimakasih atas kehadiran tamu-tamu undangan dalam acara tersebut mewakili Simon dan istrinya.
menyilahkan kepada tamu-tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia dalam acara tersebut.
Sarah masih duduk di samping Mike, Niken melihat keakraban Mike dengan Sarah. tak lama dia tarik oleh Novak untuk mengikutinya ke suatu tempat, Niken terpaksa mengikuti Novak walau dalam hatinya dia ingin menghampiri Sarah di sana.
tapi Novak tidak melepaskan tangan Niken.
"mau pergi ke mana? " tanya Niken.
Niken mengerinyitkan kedua alisnya, sambil menatap pungung Novak tangannya tidak di lepaskan sedikit pun oleh pria itu.
setelah lift terbuka mereka pun memasukinya, Novak menekan tombol angka dari lift tersebut menuju lantai paling atas.
"aku tidak menyukai berada di pesta lama-lama, jadi aku perlu mencari udara segar! " bisik Novak sambil melepaskan gengaman tangannya dari tangan Niken, karena Niken terus menatap dirinya dan tangannya.
di sisi lain Sarah mempunyai rencana yang sangat besar di sana, entah apa yang ingin dia lakukan, Sarah meminum Wine beberapa gelas sehingga membuat nya mabuk, sedangan Nori sudah sejak tadi berpamitan kepada mereka karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan terpaksa meninggalkan pesta nya.
Mike yang melihat Sarah sudah berada di dalam pengaruh alkoholnya dia mau tidak mau menawarkan diri untuk mengantar Sarah pulang, dan rencana Sarah pun berhasil, memang itu yang dia inginkan.
__ADS_1
akhirnya Mike berpamitan kepada Simon dan Merryysa untuk mengantarkan temannya, karena Mike tidak menemukan kakaknya dan Niken, Mike terpaksa pergi tanpa berpamitan kepada keduannya.
di atap Gedung, Niken mengikuti langkah tunangannya di sana hanya ada dirinya dan Novak, Novak mencoba menutup mata Niken dengan kedua tangannya dan berbisik. " tutup matamu sebelum aku menyuruhmu membukanya. " bisiknya.
"apa dia akan memberi kejutan untuk ku? ternyata dia pria yang romantis juga! " gumam Niken dalam hati-Nya, jantungnya mulai berdegup tidak karuan.
"sekarang bukalah matamu! " bisik Novak lagi, sambil mengentikan langkahnya.
Niken pelan-pelan membuka matanya, terlihat oleh Niken sebuah meja dan dua kursi di hadapannya, di atas meja sudah terletak beberapa hidnagan, dan satu lilin di atasnya. satu orang pelayan sudah berdiri sigap di sampingnya yang memegang nampan berisi kue ulang tahun, Niken terkejut dan baru menyadarinya, bahwa ini hari ulang tahunnya.
mata Niken berkaca karena terharu dengan semua kejutan di hadapannya, selama ini tidak ada orang yang mengingat ulang tahunnya setelah beberapa tahun terakhir, tentunya setelah Ibu nya tiada.
"happy birthday Nike," ucap Novak sambil memberikan seikat bunga lily kepadanya.
"terimakasih, tapi dari mana kamu tau ini hari ulang tahun ku? " dan bunga ini kenapa kamu tau bunga kesukaanku? " tanya Niken yang heran, ternyata pria arogan yang selama ini dia kenalnya itu, ternyata dia sangat amat romantis di hadapanNya.
Novak hanya tersenyum bangga karena telah berhasil membuat Niken terkesan.
"kamu akan tau kejutan apa lagi yang akan aku berikan kepadamu. " pikir Novak, dengan bangga.
bersambung..
__ADS_1