Cinta

Cinta
aku baik-baik saja! "


__ADS_3

setelah mengantar suaminya Niken duduk di sofa bermaksud untuk mematikan laptop yang tadi dia lihatnya.


"tok" tok"tok! " suara pintu kamar di ketuk seseorang.


di pikir Niken itu adalah suaminya yang kembali karena ada barang yang ketinggalan, dia bergegas membuka pintu kamar tersebut.


"JEGLEK"! pintu kamar pun terbuka.


senyum seseorang yang mengandung arti terpampang di hadapan Niken.


" kau! " seru Niken.


"mau apa datang ke sini? " suami ku sedang tidak ada di sini! " ujar Niken.


"aku bukan untuk mencari suami mu, tetapi aku ingin menemui mu! "


"untuk apa menemui ku? " tanya Niken.


"apa asisten pribadi mu tidak cerita? bahwa aku akan menjadi model ambasador di perusahaan mu? "


"apa?" benarkah? "


"heemmm, selamat bekerja sama Niken Putri. " ujar wanita di hadapannya dengan tenang dia menyodorkan tangan nya di hadapan Niken. dengan polos nya Niken menerima jabatan tangan wanita itu.


dia pun masuk kamar tanpa permisi terlebih dulu dengan Niken, Niken pun hanya menatap wanita itu dengan penuh pertanyaan.


" huuuu! "kamar ini sering aku pakai dulu untuk menghabiskan malam bersama Novak! " perkataan wanita di hadapan Niken membuat Niken terkejut lutut nya terasa tidak ada tenaga untuk berdiri. Iyah dia adalah Jeslyn Aurora orang dari masa lalu suaminya. dia sengaja datang ke tempat itu setelah dia yakin Novak tidak berada di sisi Niken.


Niken hanya terdiam kaku, sedangkan Jeslyn melihat-lihat ruangan tersebut.


"tata ruang di kamar ini tidak banyak berubah, apa dia juga memasak sarapan untuk mu? " dan apa dia setelah bangun tidur pergi ke kolam renang? " heeemmm, jika Iyah sikap nya memang tidak pernah berubah sejak dulu! "


Niken lagi-lagi terkejut dengan ucapan wanita di hadapannya, ternyata Novak dan Jeslyn sudah sedemikian dekatnya sehingga dia tau kebiasaan kebiasaan Novak, dia hampir sudah termakan omongan wanita di hadapannya.


"oooh Iyah, Ngomong-ngomong apa dia pernah cerita tentang diriku? " Niken lagi-lagi hanya menatap wanita di hadapannya.


"ups, sorry, aku tidak akan bicarakan hal apapun lagi tentang suamimu. " sudah lah jangan di ambil hati, semua itu hanya masa lalu! " ujar Jeslyn yang sengaja ingin memancing amarah Niken.


Niken hanya menganggukkan kepala nya pelan, "maksud mu apa bicara seperti itu tadi! " dan sekarang harus jangan memikirkan omongan nya! " gumam Niken.


"Iyah benar, semua nya sudah menjadi masal lalu dengan mu, sekarang dia sudah menjadi masa depan ku! " jawaban dari Niken membuat Jeslyn terbakar api cemburu, wajah nya memerah, jari-jari tangannya meremas ujung gaun yang dia pakainya.

__ADS_1


Jeslyn melirik laptop yang masih menyala di atas meja, dia pun duduk di depan laptop tersebut, " heemmm, dia juga masih tidak berubah, membuka laptop di meja ini! " dia sering melakukan pekerjaan kantor nya di meja ini! " ujar Jeslyn lagi, yang sengaja berkata seperti itu untuk membuat Niken cemburu.


hati Niken benar-benar ingin menjambak wanita di hadapannya, " jangan terpancing, jangan! " Niken mencoba menenangkan hatinya sendiri.


"ooh Iyah nona! " aku hampir lupa tidak menawarkan mu minuman, anda mau minum apa? " tanya Niken yang sengaja mengalihkan perhatian dengan berusaha bersikap tenang tidak terpancing sedikit pun oleh ocehan Jeslyn.


Jeslyn merasa makin kesal! "kenapa wanita ini begitu tenang setelah mendengar masa lalu suminya dengan ku! " gumam Jeslyn.


"apa kau benar-benar mencintai suamimu? " pertanyaan Jeslyn sekarang suksess membuat Niken menanggapi perkataan nya.


"nona Jeslyn, jika anda tidak ingin terluka lebih dalam lagi sebaiknya anda melupakan nya! " jawaban Niken membuat Jeslyn senang karena telah berhasil memancing emosi nya Niken.


diapun tersenyum dengan penuh kemenangan.


"ooowh Iyah, tadi anda mau minum apa? " bicara Niken berubah lagi menjadi setenang awal.


"tidak! " tidak perlu, aku masih ada urusan di bawah. " jawab Jeslyn kesal karena tidak berhasil memancing kemarahan Niken.


dia pun berpamitan dengan Niken, berpura-pura manis tapi mempunyai hati yang tersembunyi.


"aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik, Nike, ma'af in kelancangan ku tadi! " aku tidak bermaksud. "


"sudahlah, toh aku juga tidak begitu ambil pusing dengan masa lalu suamiku! " omongan Jeslyn langsung di potong oleh Niken.


"lihat saja, bulan madu mu tidak akan tenang di pulau itu! " gumam Jeslyn sambil melambaikan tangan ke arah Niken menaiki lift yang berada di depan pintu kamar Niken.


"wanita ini benar-benar masih tergila-gila dengan Novak! " sebaiknya aku tidak usah cerita kepada Novak kalo dia kesini hari ini, nanti malah jadi masalah! " gumam Niken yang berniat tidak akan menceriakan kejadian tadi kepada suaminya.


baru aja Niken membalikkan badannya membelakangi pintu life, " THING! " suara pintu lift terbuka.


"nona Jesl! " ucapan Niken terhenti setelah melihat yang di dalam lift itu bukanlah jeslyn melainkan Kendo.


"Nona! " apa dia tidak menyakitimu? " tanya Ken.


"siapa maksud mu? " jawab Niken berpura-pura tidak mengerti pertanyaan Kendo.


"aku tau dia tadi memasuki lift ini sebelum aku mengantar tuan ke kantor. " ujar Ken, ternyata Ken datang ke situ mengkhawatirkan Niken.


"aaahh, tidak! apa tuan tau dia datang kesini? " tanya Niken.


"tidak non, saya harus memastikan dulu, apa dia benar-benar datang kesini? " jawab Ken.

__ADS_1


"bagus lah, kamu lebih baik tidak usah cerita kepada Novak, nanti malah menjadi masalah! "


"tapi non? "


" sudahlah, toh aku masih baik-baik saja, kamu lihat kan? " ujar Niken sambil menggunakan tangan kanannya yang mengarahkan ke badannya sendiri, maksud nya untuk memberi tau Ken, bahwa Jeslyn tidak menyakiti dirinya.


"nona terlihat baik-baik saja, berarti wanita itu tidak berbuat hal yang tidak tidak! " gumam Ken sambil memperhatikan tubuh Niken yang menunjukan tidak ada yang terluka sedikit pun, dan baju yang di kenakan nya juga masih rapih, bertada tidak ada bekas perkelahian di sana.


"hey! " kok malah bengong? " jawab, berjanjilah tidak akan cerita kepada tuanmu? " bisa kan? " tanya Niken lagi yang mengejutkan Ken.


"baik non, tapi nona juga berjanji, jangan diam saja jika suatu saat wanita itu menganggu nona lagi! "


"kau ini, baiklah! aku bisa jaga diri. " tenang saja. " sebenarnya aku kasihan dengan Jeslyn, dia begitu tergila-gila dengan suamiku, ! " Ken kalo aku boleh tau, kenapa mereka bisa berpisah? "


pertanyaan Niken membuat Novak serba salah.


"maaf non, kalo soal itu, nona sebaiknya tanya tuan saja. " jawaban Ken membuat Niken geram.


"baiklah ya sudah! " kamu kembali lah ke kantor, "


"baiklah non, kalo begitu saya pamit. "


"hemmmm, pergi sana. " ujar Niken sambil mengarahkan tangan nya ke arah Ken menyuruhnya untuk segera pergi dari sana.


"bodoh! " mana mungkin Ken mau mencerikan soal tuannya, dia itu begitu setia sama Novak! " percuma juga aku mencari tau darinya! "


gumam Niken sambil pergi memasuki kamar nya.


dia pun terlintas dengan Rissa, "ahh, mungkin Rissa mau menceritakan masa lalunya Novak dengan wanita itu! " heehhh tapi, Rissa dan Ken sama saja! "


Niken pun memutuskan untuk mengambil handphone untuk menghubungi Rissa, " Riss, kamu datang saja ke kamar ku, Novak tidak di sini, aku malas jika harus ke Lobby! " pesan singkat yang di kirimkan Niken kepada Rissa.


semangat untuk keluar kamar pun menjadi terganggu gara-gara kejadian tadi.


"baiklah non, aku akan naik ke kamar, sebentar setelah aku menemani sarapan dengan Mike! " jawaban dari Rissa.


"baiklah aku tunggu di kamar! "


***Bersambung.....


Hai readers, terimakasih sudah melike and mendukung karya ku, semoga kalian menyukai nya dan terhibur...

__ADS_1


Lob you all😘😘😘❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀***


__ADS_2