
"kenapa Ibram kamu melakukan semua itu terhadap Ibu dari putra mu sendiri! " pertanyaan dari Pak Morris membuat Ibram Konic yaitu ayah kandung dari Novak Shinoda pun menjadi berubah. mimik wajahnya seperti orang yang sedih tatapan nya kosong.
"kamu itu tau apa! "
"aku tau, sangat tau! seseorang yang mencintai tidak mungkin bisa menyakiti orang tersebut, tapi kamu Ibram! kamu telah membuat nyawa dari orang yang kamu cintai telah tewas di tangan mu sendiri! "
Pak Morris yang sengaja memancing pembicaraan itu, hanya untuk mendapat kan sebuah bukti yang atau pengakuan dari Ibram Konic Ayahnya Novak untuk bisa memenjarakan orang tersebut atas kesalahan yang selama ini di lakukan nya tanpa merasa bersalah.
"kamu tidak tau yang sesungguhnya terjadi! , aku hanya ingin melenyapkan Shinoda! tapi aku tidak tau bahwa Michel bersama nya! "
dan benar saja, Ibram Konic pun mengakui perbuatannya itu di hadapan Pak Morris.
"kena kau! " gumam Pak Morris dalam hatinya, dia pun tersenyum puas. selama ini pria yang licin seperti belut pun mengakui sendiri perbuatannya.
"kenapa kau tersenyum! " tanya Ibram heran yang melihat Pak Morris tersenyum puas.
Pak Morris pun mengangkat tangan nya sebelah kanan, memberi kode kepada Ken untuk segera memasuki gudang tersebut dan melumpuhkan orang-orang yang bersama Ibram di sana.
selang berapa detik, suara tembakan pun terdengar orang-orang dari kubu Kenji merangsak masuk gudang tersebut dan langsung melumpuhkan orang-orang yang bersama Ibram.
Ibram yang mendapat serangan mendadak tersebut pun panik dia mulai menodongkan pistolnya bermaksud ingin menembak Pak Morris, tetapi dengan secepat kilat Pak Morris menarik pistol milik Ibram dan menjatuhkan nya ke lantai.
"sekarang kamu tidak akan bisa mengelak lagi! " semua pembicaraan mu sudah aku rekam dengan jelas! " ujar Pak Morris sambil memegang tangan Ibram melipat nya ke belakang punggung pria itu.
"sekarang lihat lah para pengikut mu! " lihat dia, dia dan dia! " mereka semua sudah berbelot melawan mu Ibram! " ujar Pak Morris lagi sambil menunjuk beberapa pria yang tadi bersama Ibram.
"kalian! " teriak Ibram kesal karena merasa di khianati.
"kenapa Ibram! " apa kamu takut! " bisik Pak Morris.
Ken pun mulai mendekati ayahnya Novak tersebut.
"kenapa Pak tua? " apa yang kamu rasakan setelah mendapat pengkhianatan dari orang-orang kepercayaan mu itu! " tanya Ken yang sekarang berhadapan sangat dekat dengan Ibram.
Ibram hanya menatap Ken dengan perasaan marah dalam hati-Nya.
"kau! seharusnya aku membunuhmu saat itu! " ocehan dari mulut Ibram pun mengingatkan Ken atas kematian dari kedua orang tuannya yang di bunuh di depan mata nya sewaktu dia masih kecil, karena penghianat an yang di sebabkan oleh orang suruhan Ibram.
__ADS_1
"Tuhan membuat aku hidup untuk melihat kehancuran orang yang telah membuat kedua orang tua ku tewas! " jawab Ken.
"sekarang apa kamu tidak ingin tau kenapa orang-orang mu berbelod melawan mu Tuan Ibram? " tanya Ken.
"lihat lah orang ini! " orang yang sangat kamu percaya, dia juga orang yang sangat ingin membunuhmu! "
"jika saja kamu bukan ayah dari Tuan, aku sudah dari tadi meledakkan kepala mu! "
"berterimakasih lah padaku, karena aku orang yang setia dengan Tuan ku Novak! " walaupun putra mu menginginkan kematian mu, tapi aku bukan lah penghianat yang akan melukai hati Tuan ku, biarlah dia yang memutuskan hukuman untuk mu, putra mu sendiri yang akan mengambil keputusan atas kejahatan yang selama ini kamu lakukan Tuan Ibram!! " omongan Kenji membuat Ibram ayah kandung Novak Shinoda menjadi sedikit lega.
dia berpikir tidak mungkin putra tega membunuh diri-Nya.
tidak lama kemudian, para polisi datang ke tempat tersebut.
"tangakap orang-orang ini Pak! dan penjarakan mereka semua! " ujar seorang pria yang bersama dengan petugas kepolisian yang baru saja datang.
"putraku! " teriak Ibram yang melihat putra nya baru saja datang ke tempat tersebut bersama beberapa petugas kepolisian.
"Nak! aku lakukan semua ini demi kamu! " percayalah! " Ibram memohon kepada Novak yang baru saja datang.
"aku bukan putramu! " teriak Novak.
"terimakasih kepada kalian berdua, karena kalian telah menangkap pelaku yang melenyapkan kedua orang tua ku! " ujar Novak sambil berusaha tidak ingin melihat wajah ayah kandung nya itu yang sekarang sedang di borgol oleh pihak kepolisian.
"Putra ku, aku lakukan semua ini untuk mu! " teriak Ibram yang sekarang di gered oleh dua orang polisi.
"sudah ku katakan aku bukan Putra mu! " jadi jangan memanggil ku seperti itu! " aku hanya mempunyai satu ayah yaitu Tuan Shinoda! " cepat bawa dia, dan beri dia hukuman yang setimpal dengan perbuatan nya! " ujar Novak sambil mengepal kan kedua tangannya menahan amarah.
para polisi pun menggiring orang-orang Ibram dan dirinya.
banyak yang meringis kesakitan menahan luka yang di akibat kan oleh sayatan pedang dan belati yang di lakukan oleh orang-orang Ken.
dan tidak sedikit juga yang telah terkapar menjadi mayat yang di masukan oleh pihak kepolisian kedalam kantung mayat.
"sekarang kerajaan mu sudah berakhir Tuan Ibram! " beruntung lah kamu tidak sampai tewas, karena aku ingin sekali membunuh mu! " ujar salah seorang pria yang tadinya merupakan anak buah Nya.
"Joy kau! "dasar penghianat! " lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti! " jawab Ibram.
__ADS_1
"diam lah kalian berdua! " teriak salah satu polisi yang mendengar percekcokan antara anak buah dan boss nya itu.
"aku sangat beruntung menerima penawaran dari Tuan Morris! " jika tidak aku mungkin sudah tewas sekarang! " gumam pria yang tadi bertengkar dengan Ibram.
\*\*\* Cerita sebelumnya\*\*\*
"Ken, bawa mata-mata itu kesini sekarang! "
ujar Pak Morris.
"baiklah tunggu aku di gudang biasa! " aku akan membawa orang tersebut sekarang ke sana. "
"baiklah, aku akan berjalan ke sana sekarang. "
Pak Morris dan Ken pun pergi pagi-pagi sekali, sebelum menyelesaikan sarapannya.
Novak yang seharusnya berangkat pagi-pagi dia terpaksa menunggu Ken kembali dan dia harus menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerja di kediaman Shinoda.
setelah beberapa sa'at, Ken sudah datang ke gudang yang di sebutkan oleh Pak Morris tadi membawa serta mata-mata yang di suruh oleh Ibram.
"hallo Joy apa kabar mu? " tanya Pak Morris sambil membelakangi Joy si mata-mata itu.
"Tuan! anda memanggil saya? " dengan pura-pura lugu Joy bertanya.
"jangan berpura-pura lagi dengan ku! " bekerja sama lah dengan ku, jika tidak kamu akan ikut hancur dengan tuan mu Ibram! "
"a-apa yang anda katakan Tuan! "
"aku sudah tau siapa sebenarnya kamu! " katakan pada ku apa tujuan Ibram mengirim mu kepada kami? "
"ma'af kan saya Tuan, saya tidak bisa menolaknya, kalo saya menolak keluarga saya akan jadi korban Tuan Ibram! " jawab Joy.
"jika begitu, berpihak lah pada kami, maka kamu akan mendapat keluarga mu aman di bawah pengawasan orang-orang kami! " dan mari kita hancurkan kerajaan Ibram. " Pak Morris mencoba membuat kesepakatan dengan Joy.
"baiklah Tuan, saya akan berpihak dengan anda, tetapi saya harus mempunyai jaminan untuk masa depan keluarga saya tetap aman! " jawab Joy.
"Ken, tunjukan koper itu, " ujar pak Morris yang memerintahkan Ken untuk memperlihatkan koper yang berisi uang tunai.
__ADS_1
Ken pun membuka koper teesebut, dan memperlihatkannya kepada Joy, sontak membuat mata Joy langsung berbinar setelah melihat tumpukan uang kertas di dalam koper tersebut yang jumlahnya tidak sedikit.
Bersambung...