Cinta

Cinta
seorang pria misterius


__ADS_3

sesekali Niken menatap gerbang melihat kendaraan Rissa yang belum juga muncul di balik Gerbang. sedangkan Rissa sedang bertemu dengan seseorang yang menghubunginya lewat ponsel miliknya.


Terlihat oleh Rissa seorang pria misterius berdiri di hadapannya di sebuah gudang kosong. pria tersebut berdiri membelakangi dirinya.


"hey! siapa kamu? " teriak Rissa dia pun sangat hati-hati takutnya pria misterius tersebut tiba-tiba menyerang dirinya kapan saja.


"sekarang katakan padaku, di mana bukti itu! " tanya Rissa, dia kembali yang berbicara karena pria tersebut hanya berdiri membelakangi Rissa dengan sikap yang begitu tenang.


pria tersebut tidak bergeming sama sekali ketika Rissa masih tetap jaga jarak dari pria tersebut sambil berteriak.


"berisik sekali wanita ini! " gumam pria misterius tersebut dalam hatinya.


"di mana uangnya? " jawab pria tersebut, ternyata dia menjual bukti tersebut kepada Rissa.


dengan pelan dia membalikan badan menghadap Rissa sambil melempar sebuah benda kehadapan Rissa, dengan spontan Rissa pun menangkap benda tersebut, dan menjatuhkan koper yang berisi uang yang di minta oleh pria tadi.


setelah Rissa menangkap benda yang di lempar pria misterius tersebut dia menatap pria itu.


"itu adalah bukti yang cukup kuat untuk menahan gadis itu! " ujar pria di hadapan Rissa.


"siapa kamu? " tanya Rissa


dia yang penasaran dengan pemilik wajah pria misterius itu, karena pria itu memakai topeng yang hanya terlihat matanya saja.


"kenapa kamu tau permasalahan di dalam perusahaan kami! " tanya Rissa kembali yang penasaran dengan sikap dan prilaku pria di hadapannya.


pria tersebut tidak menjawab perkataan dari Rissa dia malah melangkah mendekati Rissa, dengan secepat kilat pria tersebut menahan tangan Rissa dan menyondongkan badan Rissa kebelakang, mata pria tersebut menatap mata Rissa, sekarang tangan pria tersebut menyanggah pinggang Rissa.


"jika kau mengetahui wajah ku, sudah pasti kamu tidak akan hidup Nona! " ujar nya membuat Rissa bergidik.


tatapan dan bisikan pria yang menyanggah badannya tersebut berhasil membuat hati Rissa berdebar.


"siapa pria ini, kenapa sorot matanya begitu tidak asing! " gumam Rissa dalam hatinya, dia yang tidak bisa berkutik karen pelukan yang di berikan pria tersebut membuat badan Rissa menyindong tertekan oleh badan pria kekar di hadapannya.


seperti orang yang ingin berdansa, pria tersebut memegang pinggang Rissa dan tangan satunya memegang tangan Rissa.


kaki nya mulai mengayun suara musik terdengar oleh Rissa di handphone milik pria misterius tersebut.


mau tidak mau Rissa mengikuti langkah pria tersebut yang berdansa mengikuti irama musik yang dia stelnya.


"apa kamu menyukai nya! " bisik pria misterius itu.


Rissa seperti terhipnotis oleh sikap pria di hadapannya, lama kelamaan Rissa menikmati dansanya bersama pria itu.

__ADS_1


jantung Rissa begitu sangat tidak karuan, berdekup sangat kencang seolah ingin keluar dari dadanya.


aroma tubuh dari pria tersebut begitu membuat Rissa terhipnotis.


pria tersebut tersenyum, menatap Rissa yang begitu menikmati ayunan irama yang di mainkannya.


"sudah cukup! " aku akan berdansa lagi dengan mu nanti! " ambilah ini. " ujar pria itu sambil menghentikan ayunan dansanya dan melepaskan badan Rissa dengan spontan sambil melihat jam tangan di tangannya pria tersebut memberikan no handphone kepada Rissa.


"selamat tinggal gadis ku! " ujar pria tersebut secepat kilat dia loncat dari gedung tersebut meninggal kan Rissa dengan koper uangnya, Rissa yang masih belum sadar sepenuhnya hanya menatap tanpa berkedip.


"heyy! Rissa berteriak antara kaget dan bingung dia pun melihat tempat loncat nya pria tadi.


" uuuuh, apa dia tidak takut mati loncat dari tempat setinggi ini? ' gerutu Rissa sambil melihat keberadaan pria tadi yang menghilang di telan kegelapan malam.


Rissa menatap kedua tangannya yang memegang dua benda, yang satunya adalah benda yang di lempar pria tadi dan yang satunya memegang kertas yang bertuliskan no ponsel.


Rissa tersipu sendiri membayangkan kejadian tadi, aroma dari tubuh pria tersebut masih menempel di hidungnya.


"siapa dia? " kenapa aku begitu terhipnotis dengan aroma dan gayanya? " gumam Rissa, sambil pergi melangkah keluar dari gudang kosong tersebut.


Rissa berjalan menuju kendaraan yang tidak jauh parkir dari tempat tersebut.


setelah dia memasuki kendaraan nya, Rissa mengambil laptopnya dan memasang benda tersebut yang merupakan sebuah Plesdisck.


setelah dia menemukan sebuah fail isi dari plasdisck tersebut, Rissa mulai membukanya.


betapa terkejutnya Rissa setelah melihat apa yang ada dalam rekaman tersebut.


Sarah Anderson dengan sengaja dia mendorong lemari tersebut ke arah Romi.


tapi sebelum itu, Romi mendengarkan sesuatu yang di bicarakan Sarah di dalam panggilan ponselnya. sehingga setelah Sarah melihat Romi berada di belakang nya Sarah langsung menutup panggilan nya dan memanggil nama Romi dengan panik.


tapi Romi mengancam Sarah untuk memberi tau semuanya kepada Niken, yang membuat Sarah tidak Terima, setelah badan Romi membelakangi Sarah di situlah aksi Sarah yang mendorong lemari tersebut dengan sengaja, sehingga menimpa Romi dengan kencang.


Romi mengetahui rahasia tentang gadis itu dan ingin memberi tau Niken, tapi Sarah menghentikannya dengan membuat Romi celaka.


"dari mana pria itu mendapatkan rekaman ini! " bukan kah rekaman CCTV ini sudah di hapus oleh Jony. konyol! siapa pria ini? " gumam Rissa dia benar-benar merasa pria tadi begitu sangat misterius sehingga dengan mudahnya dia bisa mendapat kan bukti, yang selama ini di cari oleh pihak kepolisian, dirinya, dan Ken.


"aku harus sesegera mungkin memberi tau nona tentang ini! "


baru saja hatinya bergumam seperti itu, suara panggilan dari no handphone milik Niken pun berdering.


"siap Nona. "

__ADS_1


" baiklah aku akan segera"


"baik nona"


"nona sudah menungguku dari tadi. " seharusnya aku segera kembali. "!


dengan kecepatan tinggi Rissa pun bergegas mengendarai kendaraannya, beruntung jalanan begitu lengah sehingga tidak begitu banyak menyita waktu untuk sampai di kediaman Simon.


Rissa memasuki gerbang rumah kediaman Simon, Niken sudah tidak sabar dia menunggu kabar dari Rissa tentang Felicya.


" nona, ma'af kan karena nona terlalu lama menunggu saya, tadi mendadak ada panggilan dari seseorang yang memberikan bukti lain dari insiden kecelakaan Romi. " ujar Rissa sambil menundukkan badannya di hadapan Niken.


"bukti lain maksudmu? " tanya Niken penasaran, pikiran tentang Felicya teralihkan.


"betul nona. " ini. " jawab Rissa sambil memberikan Plesdisck kepada Niken.


Nori yang mendengar pembicaraan keduanya juga ikut penasaran.


"bukti apa itu? " tanya Nori.


"bukti kecelakaan Romi di dalam gudang tersebut waktu itu Tuan. " jawab Rissa.


"siapa dia Nona Rissa? tanya Nori penasaran.


" dia adalah Nona Sarah Tuan. "


jawaban Rissa membuat Nori benar-benar geram.


"Nike, dari awal aku sudah melarang mu mempekerjakan gadis itu! " Nori langsung menyalahkan Niken karena dia telah mempekerjakan Sarah waktu itu.


"Iyah! ini salah ku, tadinya aku berpikir dengan dia bekerja dari bawah, kelakuan nya akan berubah, tapi ternyata dia sama saja dengan ayahnya! " jawaban Niken membuat Nori tidak enak karena telah menyalahkan Niken.


"tidak! tidka! maafkan aku, kamu tidak salah! gadis itu memang tidak bisa berubah! " ungkap Nori, dia meralat pembicaraan nya tadi.


"aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang! " antar aku ke apartemen nya Sarah Riss. " pinta Niken kepada Rissa dengan langsung masuk ke dalam bermaksud mengambil switer.


"Nike untuk apa ke sana? " tanya Nori.


"kamu pulang saja Nor, ini sudah malam. " jawab Niken yang menyuruh Nori untuk pulang.


"Nike,! "


Nori memanggil Niken, tapi Niken tidak menghiraukan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2