Cinta

Cinta
seperti koki yang handal!


__ADS_3

"dasar aneh, dia Jelas-jelas bilang tadi hanya berdua! " gerutu Niken dalam hati-Nya.


mobil pun sudah melaju ke jalanan kecil menuju villa yang akan di tujunya. sudah terlihat pohon-pohon di samping jalanan yang mereka lewati. atap villa sudah mulai terlihat.


"jaaahhh kita sudah sampai! " ujar Novak sambil memarkirkan kendaraannya di halaman villa tersebut.


"susana villa ini memang menenangkan, " pikir Niken dalam hatinya.


terlihat oleh Niken sebuah kendaraan terparkir di sisi halaman lain Niken bertanya.


"kendaraan siapa yang terparkir di sana?" tanya Niken.


"oh, itu hanya kendaraan pelayan di rumah ku, anggap saja mereka tidak ada! " jawab Novak.


"jadi dia pikir hanya berdua, lalu mereka patung! " gumam Niken heran.


"hayo turun, kamu mau bengong di sana! " ujar Novak yang melihat Niken tidak juga turun dari kendaraannya.


Niken pun turun mengikuti Novak, menuju pintu utama villa tersebut, Niken melihat 3 orang berseragam putih berdiri di samping pintu villa tersebut menyambut tuan mereka.


"selamat datang tuan, nona. " ujar para pelayan tersebut serentak.


" apa kalian sudah menyiapkan semuanya? " tanya Novak kepada para pelayan tersebut, Niken hanya tersenyum ramah kepada mereka.


"sudah tuan, semuanya sudah siap! " jawab para pelayan tersebut.


"kalo begitu, kalian pulanglah! " perintah Novak yang menyuruh mereka semua kembali ke kediaman Shinoda.


"baik tuan, tapi sebelumnya mohon anda periksa terlebih dulu, jika ada kekurangan kami akan persiapkan terlebih dulu." ujar salah satu pelayan yang merupakan senior dari pelayan lain.

__ADS_1


Novak pun berjalan memasuki villa tersebut, dia menuju halaman samping villa yang terdapat di bawah samping villa tersebut sebuah danau kecil yang menyejukan, di sisi danau tersebut terdapat sebuah pendopo yang khusus di buat untuk menikmati pemandangan di luar villa tersebut.


terlihat oleh Niken sebuah meja dan tempat untuk barbekyu di sana sudah tertata dengan rapih komplit dengan hidangannya tertata di atas meja tersebut.


"heemmm sepertinya sudah komplit! " ujar Novak kepada salah satu pelayan tersebut.


"ooh Iyah, tadi calon istriku sepertinya membutuhkan sesuatu untuk di beli? " ujar Novak sambil menatap Niken yang masih mengagumi suasana di sana, Novak teringat ucapan Niken yang harus membeli sesuatu tadi.


"aku? " tidak ada, semuanya sudah ada di sini! " jawab Niken sambil melihat semua bahan makanan di atas meja tersebut.


"baiklah Tuan, Nona kalo begitu kami pamit! " ujar pelayan tersebut sambil merundukan badannya kepada keduanya memberi hormat sebelum meninggalkan merek berdua di di villa tersebut.


"tadinya aku akan membeli bahan makanan, karena aku tau di sini jauh kemana-mana, tapi ternyata dia sudah menyiapkan semuanya. "! pikir Niken sambil menatap Novak yang berdiri di sisi pendopo menghadap Danau.


setelah para pelayan tersebut meninggalkan villa, susana di sana menjadi hening keduanya hanya salaing menatap, Niken yang sudah berdiri di samping Novak melihat pemandangan terbuka di area samping villa tersebut tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana.


Novak mengalihkan pandangan nya kepada Niken, menatap Niken dengan tatapan lembut.


Novak melangkah satu langkah mendekatkan badannya ke arah Niken.


Niken tertegun setelah mendapati tangan nya yang di raih oleh tangan Novak, badan Niken terasa kaku memikirkan sesuatu yang tidak bisa dia bayangkan, Novak tersenyum, dia mendekatkan wajahnya di wajah Niken, Niken pun memejamkan matanya.


sekali lagi Novak tersenyum, lalu berbisik.


"apa yang kamu pikirkan? " bisiknya lembut membuat mata Niken terbelalak wajah nya memerah karen malu.


"sudahlah! ayo kita mulai acaranya. " ujar Novak sambil meninggalkan Niken dengan wajah memarahnya.


"dasar bodoh! apa yang ku lakukan! kenapa aku memejamkan mataku! memalukan! " Niken benar-benar merasa malu, dia terus saja mengumpat kebodohan sikapnya tadi.

__ADS_1


"jangan berdiri saja! bantu aku sini. " teriak Novak yang sudah mulai menyalakan api untuk memulai memanggang.


Niken tidak menjawabnya, dia hanya terdiam sambil melangkah mendekati Novak yang sudah mulai atraksinya dengan alat panggangan barbekyunya.


"ambilkan aku daging itu. " ujar Novak sambil tidak menghiraukan kejadian tadi.


Niken pun merasa lega, karena Novak sepertinya sudah melupakan kejadian yang memalukan dirinya tadi, dia pun mengambil daging tersebut menyerahkan nya kepada Novak.


"sekarang kamu duduk lah di sana! " ujar Novak kembali, yang malah menyuruh Niken untuk duduk di meja yang sudah tersedia di sana.


" tadi suruh aku membantu, sekarang menyuruh aku untuk duduk, dasar aneh. " pikir Niken sambil melangkah duduk di meja tersebut.


Novak masih asik dengan membolak balik dagingnya di alat panggangan tersebut, sedangkan Niken duduk manis memperhatikan Novak yang serius dengan atraksinya memanggang seperti seorang koki yang handal.


"jaaahh, semuanya sudah siap! " uuuh aku lapar sekali! " ujar Novak sambil menata daging panggang nya di atas dua piring.


Niken pun tersenyum melihat Novak yang begitu menggemaskan pikirnya. ternyata pria yang terkenal sangat arogan dan sombong itu, bisa terlihat manis juga di kala seperti itu.


"ayo makan, ini untukmu!" ujar Novak sambil memberikan piring yang satunya kepada Niken, sebelum dia duduk Novak membuka celmek nya terlebih dulu dan meraih sebotol minuman soda dan menuangkan nya di gelas Niken dan diri-Nya.


"ini terlalu banyak! " ujar Niken yang melihat porsi makanan di piringnya lebih banyak dari milik Novak.


"heemm! kamu harus makan banyak, biar badanmu tidak kelihatan kurus seperti itu! " jawab Novak sambil memotong daging panggannya dan melahapnya.


"tapi aku tidak makan sebanyak ini! " ujar Niken.


"tidak bisa! kamu harus menghabiskannya, aku sudah memasak untukmu! " jawab Novak.


"dasar dia ini! " gerutu Niken yang tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2