
"kakak ipar! " Mike membukakan pintu ruangan tersebut.
"Mike, apa semuanya baik-baik saja? " tanya Niken sambil menatap keduanya yang terlihat oleh Niken sikap mereka berdua yang tenang.
"aah, syukurlah! " gumamnya lagi.
"kak, ada apa! " kenapa napas mu seperti di kejar harimau? " tanya Mike.
yang keheranan melihat sikap Niken yang begitu ketakutan.
"tidak, tidak apa-apa, syukurlah kalian tidak bertengkar! " jawab nya keceplosan.
"bertengkar untuk apa kak! " tanya Mike.
" tunggu, Mike sikap mu belakangan ini benar-benar drastis, terlihat lebih dewasa dari sebelumnya, kamu biasanya juga memanggilku dengan sebutan nama! kenapa sekarang santun sekali? " ujar Niken yang baru menyadari semenjak pertemuan tadi pagi, Mike terus saja memanggil dirinya dengan sebutan kakak ipar.
"kakak kan calon kakak ipar ku, tidak sopan jika aku memanggil mu dengan sebutan nama! " apa ada yang salah dengan itu? " benar gak kak? " Mike yang menjelaskan semuanya dengan tulus, dan meminta pendapat Novak kakak nya.
Novak hanya mengangguk dan tersenyum bahagia melihat sikap dari adiknya yang sudah banyak berubah sekarang.
"aku bukan anak kecil lagi, jadi berhentilah memanggil ku anak kecil kakak ipar, dan ini berlaku juga buat kakak ku! " ujar Mike, sambil melihat sekeliling di luar kantor, dia mencoba mencari keberadaan Rissa.
"yah sudah aku mau pergi mencari angin, sudah sana kakak ipar temui calon suami mu, mungkin kakak ingin bicara dengan calon suaminya kan? " ujar Mike lagi sambil pergi meninggalkan keduanya yang bengong melihat perubahan sikap dari Mike.
setelah mike menutup pintu ruangan tersebut dia mencari keberadaan Rissa, dan Novak menatap Niken yang masih berdiri di dekat pintu.
"duduklah, aku ingin membicarakan semuanya padamu," ujar Novak dengan tatapan sendu.
"aku sudah tau apa yang kamu khawatirkan! " jawab Niken sambil menghampiri Novak yang masih mematung di tempat nya.
"apa kamu meragukan perasaan ku pada mu? " tambah Niken.
"Iyah, duduklah, aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting dengan mu! " jawab Novak, dia yang tidak memahami perkataan Niken tadi tetap ingin membicarakan nya.
"kamu meragukan ku? " tanya Niken lagi.
__ADS_1
Niken bukan nya duduk malah dia menghampiri Novak, badannya begitu sangat dekat dengan Novak sehingga membuat Novak mundur satu langkah.
"hey, apa yang kamu lakukan, ada apa dengan mu? " tanya Novak, matanya menatap mata Niken yang memberikan tatapan membunuh nya.
Niken bukan nya menjawab, dia malah mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Novak, sehingga sepontan kedua hidung mereka bersentuhan dengan lembut, membuat Novak tidak tahan untuk tidak mengecup bibir ranum nya Niken.
"cup," secara tiba-tiba dia mengecup Niken membuat mata Niken terbelalak terkejut sebelum akhirnya dia memejamkan matanya, dan menikmati sentuhan dari bibir Novak di permukaan bibir nya.
Niken mengalungkan kedua tangannya di atas leher Novak, sehingga memberi sinyal kepada Novak untuk menarik pinggang Niken sehingga badan keduanya benar-benar bersentuhan.
sekujur badan Niken merinding, dia tidak menyadari ke agresif an dirinya di sambut hangat oleh Novak yang sudah sekian lama dia memendam rasa ingin memeluk Niken sedekat itu.
tangan Novak sudah mulai tidak beraturan kemana-mana tidak sadar oleh keduanya bahwa di luar Ken, atau Mike bisa kapan saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
Novak mengangkat tubuh Niken, dia membopongnya kesebuah ruangan rahasia di kantor tersebut.
"jeglek"! Novak menggeser salah satu buku yang berjejer di antara buku lain nya di dalam lemari buku yang berada di kantornya itu.
sebuah pintu ruang rahasia pun terbuka, dengan rasa yang tidak sabaran Novak membopong badan Niken ke dalam ruangan tersebut, Niken menatap ke sekeliling ruangan tersebut, terlihat olehnya sebuah tempat tidur besar di ujung ruangan rahasia itu.
"jika aku menolaknya sekarang, pasti dia pikir aku menolaknya karena aku lebih memilih Mike! " pikir Niken.
"jangan tinggalkan aku! " bisiknya lagi.
"I love you Too! " akhirnya dengan suara lembut Niken pun membalas ucapan Novak.
Niken yang masih berada di gendongan Novak dia menatap wajah Novak, tidak lama kemudian Novak mendudukan badan Niken di atas tempat tidur yang tadi dia lihat nya.
"duk, dug dug, " jantung Niken seolah mau loncat keluar dari dadanya.
"apa dia mau melakukan hal itu! " batinnya ketakutan.
tapi rasa takut itu terkalahkan oleh rasa cintanya kepada Novak, setelah Novak melanjutkan aksinya yang tertunda tadi Niken hanya bisa pasrah dan menikmati semua sentuhan dari bibir Novak.
dua insan yang di mabuk cinta itu pun, hampir saja melakukan nya di dalam ruangan rahasia itu.
__ADS_1
"aku tidak akan bisa melakukan ini! " ujar Novak sambil menghentikan aksinya, akhirnya dia memeluk badan Niken dari belakang terdengar napas dari Novak pun berdegup dengan kencang oleh Niken.
"aaahhh, syukurlah dia tidak jadi melakukannya. " gumam Niken sambil menarik napas panjang lega. dia pun mengatur napasnya yang tadi tidak beraturan.
"kenapa Nike kamu lega? karena aku tidak jadi melakukan nya! " bisik Novak sambil tersenyum.
" jika kamu menggodaku sekali lagi, jangan salahkan aku jika aku berbuat nekad yah! " bisik Novak sambil membalikan badan Niken, yang sekarang berhadapan dalam satu ranjang yang terhalang hanya dengan pakaian yang di kenakan mereka masing-masing.
Niken mencoba menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya, sambil mengintip dari sela-sela jari yang menutupi wajahnya.
Novak pun tak tahan dia terbahak tertawa, sambil lebih mendekatkan wajah nya di punggung tangan Niken yang menutupi wajah nya.
"cup, cup cup"! beberapa kali Novak mengecup punggung tangan Niken tersebut.
" kamu adalah milik ku! " jadi coba saja kalo kamu mau menutupi milik ku! " bisik Novak membuta Niken salah tingkah.
"'dia bilang tadi jangan menggodanya, sekarang aku menutup wajahku karena aku takut di minta kiss lagi, nanti di sangka aku menggodanya. " gumam Niken.
"heyyy, buka tangan mu, aku tidak akan melakukan nya sekarang! " ayo kita keluar nanti Ken dan Mike mencari kita. " ujar Novak sambil menarik bahu Niken pelan untuk membangunkan nya.
Niken yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya mengintip lagi dari sela sela jarinya.
"sepertinya dia benar! " bagai mana jika Ken dan Mike mencari kami!
"aahhh, ayo keluar! teriak Niken sambil spontan melepas tangan dari wajah nya, dan langsung menuju pintu keluar di ruangan tersebut.
tanpa menoleh sedikit pun ke arah Novak.
" uuuhh, aku benar-benar terkejut dengan sikapnya! ' apa karena dia malu makanya bersikap seperti itu! " hihihi..
Novak tertawa pelan sambil menutup mulutnya, dia pun menghampiri Niken dia berdiri tepat di belakang Niken.
"jegrek;! " terlihat Novak menggerakan handle pintu yang ada di depan Niken.
"ku pikir cara membuka pintu ini sama seperti membuka dari depan tadi menekan tombol buku itu! " ternyata cuman seperti itu, dasar! "
__ADS_1
gerutu Niken dalam hatinya. dia merasa sangat konyol saat itu.
bersambung....