Cinta

Cinta
Bab 40 Calling Cinta


__ADS_3

Muh terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan bunda. Ia membuka pintu kamarnya. Ia melihat Ambar dan kedua orangtuanya yang berjalan menuju pintu hendak keluar


Melihat situasi sudah aman, Muh menemui kedua orangtuanya. Ia duduk disebelah bunda. Ayah menatap Muh dengan pandangan tajam meminta penjelasan mengenai masalah yang terjadi.


" Maafkan abang ayah, bunda. Sebenarnya, abang tidak merusak Ambar. Setiap bertemu dan berdua, Ambar selalu memancing dengan kegiatan yang mengundang syahwat abang. 😊😊 Jadi abang khilaf. Tapi gag sampai merusak yang terlalu dalam kok bun. Hanya sebatas luar saja." Muh bercerita dengan lancar, tanpa beban.


Kedua orangtuanya mendengar semua cerita Muh, mereka menahan emosi dan amarah mereka.


" Bang, usia mu baru 18 mau jalan 19 tahun. Ambar juga sama. Masa depan kalian masih panjang, masih banyak cita-cita dan impian yang belum kau gapai. Berubahlah untuk hidup lebih baik. Kalian sudah berzina, walaupun hanya luar saja. Itu tetap berzina, dan itu perbuatan dosa bang." Ayah menjelaskan panjang dan lebar ke Muh, bunda pun memberikan nasehat ke Muh.


" Sekarang kami selaku orangtua hanya bisa mengingatkan, selebihnya kamu sendirilah yang menentukannya." Ayah mengakhiri pembicaraannya.


" Ayo bun, kita istirahat. " Ayah mengajak bunda untuk meninggalkan ruang tamu.


" Ayah, bunda. Abang siap menikah ataupun bertunangan sama Ambar. Muh mencintainya."


Ayah dan bunda terkejut mendengar perkataan Muh. Mereka kembali duduk bersama Muh, bunda memberikan foto-foto dan video-video yang selama ini tersimpan. Bunda tidak memberikan foto dan video tersebut, karena takut Muh kecewa. Namun, hari ini Muh harus tahu siapa Ambar yang sebenarnya.


Muh melihat foto dan video yang diberikan bunda. Lama ia melihat dan memperhatikan dengan teliti keaslian foto dan video tersebut.


" Astaghfirullah, ini adalah foto dan video asli bukan hasil editan. Bunda tolong jelaskan semua yang bunda ketahui tentang Ambar. Dari mana bunda mendapatkannya?, dan siapa orang yang telah mengirimkannya ke bunda?" Muh panik melihatnya. Ia mengusap wajahnya beberapa kali. Ia terduduk di samping bunda.

__ADS_1


" Abang tidak perlu tahu siapa orang yang telah memberikan informasi ini. Sekarang keputusan ada ditangan mu. Mau meneruskan hubungan dengan Ambar silahkan, mau tidak melanjutkan juga terserah abang. Kami tidak mau memaksakan. Ayah sama bunda mau istirahat, abang berfikirlah dengan tenang, dan ambillah keputusan yang terbaik." Ayah menepuk- nepuk lembut bahu Muh.


Ayah berusaha menenangkan Muh.


" Baiklah Ayah bunda, Muh butuh waktu untuk mengambil keputusan. Insya Allah 2 hari Muh akan memberitahukan ayah sama bunda mengenai keputusan Muh. "


" Shalat dan berdo'alah, mohon petunjuk Nya. " Ayah tersenyum, ia percaya Muh bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik.


" Terimakasih ayah, bunda. Maafkan abang." Muh menyalami kedua orangtuanya


Muh pun melangkahkan kakinya ke kamar.


***


Drrrtttt drttttt drtttt


Cinta Calling


Muh terkejut ketika melihat nama Cinta memanggil. Muh segera menjawabnya.


" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Jawab Muh.


" Apa kabar bang? Maaf kalau Cinta mengganggu aktivitasnya. "


" Alhamdulillah kabar abang baik. Abang lagi santai gag ada kerjaan apa-apa. Ada apa Cin? Tumben nelpon abang."


" Begini bang, semalam Ambar nelpon aku. Dia marah-marah gag jelas gitu. Terus dia bilang agar Cinta jangan lagi berhubungan dengan abang sekeluarga. "


" Emang Ambar ngomong begitu? Kamu jangan buat fitnah Cin, dosa !"


" Denger ya bang, Cinta gag fitnah. Nanti aku kirimin hasil rekaman suaranya. Setelah abang mendengar rekamannya.Tolong abang bilang ke Ambar bahwa Cinta tidak seburuk apa yang ia pikirkan. " Cinta berbicara dengan lantang dan tegas.


" Tolong dijelaskan ke Ambar bahwa mengenai hubungan keluarga ku dan keluarga abang, akan tetap berjalan seperti biasa. Kecuali kalau bunda dan ayah yang memutuskan ikatan persaudaraan, maka kami akan mempertimbangkannya. Tapi kalau Ambar yang meminta, sorry kami akan menganggapnya angin lalu. " Cinta bicara dengan nada yang tinggu. Membuat Muh merasa aneh, karena selama ini Cinta tak pernah bicara sekasar itu.


" Maafkan Ambar ya Cin. Nanti abang bicara sama dia."


" Terimakasih bang. Assalamu'alaikum" Cinta menutup telponnya.


" Cinta ..... Cin.. Wa'alaikumussalam. "


Muh nampak kecewa, ia masih ingin ngobrol sama Cinta. Tapi Cinta telah mengakhiri telponnya.

__ADS_1


__ADS_2