
keesokan harinya, pria yang bekerja di bagian CCTV di dalam perusahaan milik Simon Cross, dia terikat di sebuah gudang kosong, wajahnya sudah babak belur karena hantaman hantaman dari beberapa anak buah nya Novak Shinoda.
"katakan kepada kami! siapa yang menturuhmu melakukan itu! " pertanyaan dari salah satu pria berbadan kekar tersebut mengintrogasi pria yang bekerja di bagian CCTV.
"tuan, lihatlah data orang ini! " ujar seorang pria yang merupakan anak buah dari pria berbadan kekar itu.
pria tersebut menyerahkan sebuah kertas yang berisi data pria di hadapannya.
"namanya Jony! dia bekerja sebagai pengawas CCTV di butik milik nona Niken.
" dia sudah lama bekerja di sana! " ujar pria yang memegang kertas tersebut.
"berarti ada pelaku lain yang bekerja sama dengan nya! " ujar pria berbadan kekar tersebut.
"katakan dengan jujur jika kepalamu tidak mau meledak, siapa lagi yang terlibat dalam kejadian tersebut? " tanya pria berbadan kekar tersebut mendesak Jony si pelaku pembunuhan Romi, sambil menodongkan pistol ke kepala Jony.
Jony pria pembunuh masih tetap terdiam, tidak ingin berbicara apapun, membuat pria berbadan kekar tersebut emosi.
"katakan! buuukk! " aaaww! "
teriakan, hantaman dan ringisan dari Jony pun terdengar di ruangan tersebut, karena menahan sakit atas pukulan dari bebrapa pria di gudang tersebut.
"tidak, demi cintaku kepada mu, aku tidak akan mengatakannya! " gumam Jony yang mengingat perjanjiannya dengan Sarah.
"hahahahah" kalian percuma mencari siapa yang terlibat, karena semua ini aku lakukan atas kemauan ku sendiri! " jawab Jony sambil meringis kesakitan.
"baiklah kalo itu maumu! kamu harus mati sekarang! " ujar pria berbadan kekar tersebut sambil ingin menghantamkan gagang pistol ke kepala Jony, Jony merungkut ketakutan.
"dreet! " dreet! " suara dari ponsel milik pria tersebut bergetar, dia pun menghentikan aksinya. Jony terselamatkan oleh dering ponsel milik pria kekar tersebut.
"hallo tuan! "
"Iyah"
"baiklah tuan! "
"aaaahhrg! " teriaknya kesal. karena tidak jadi menyiksa pria di hadapannya.
"bawa dia ke kantor polisi! " perintahnya kepada anak buahnya.
di sebuah pemakaman Niken berdiri di samping kedua orang tuanya, Felicya tidak henti-hentinya dia menangis.
bagai mana tidak, sebelum kejadian insiden tersebut dia dan Romi habis bertengkar, dia belum sempat berbaikan.
Niken yang melihat kesedihan di wajah Felicya dia menghampiri Felicya dan memegang pundak gadis itu.
__ADS_1
"Felice sudah lah, jangan bersedih lagi Romi sudah tenang di sana. " ujar Niken, mencoba menguatkan gadis itu.
"Nona, aku dan dia besar di panti asuhan, dia yang selalu melindungiku, tapi sekarang dia telah pergi meninggalkan aku sendirian! " bagai mana aku bisa hidup tanpa dirinya? " ucapan Felicya benar-benar membuat hati Niken tersentuh. dia memeluk Felicya.
"kamu jangan berpikir seperti itu, kamu harus kuat demi Romi, Romi pasti tidak ingin melihat kamu seperti ini. " jawab Niken.
acara pemakaman pun sudah mulai, seorang pemimpin do'a sudah mulai berbicara.
jenazah Romi sudah mulai di turunkan ke liang lahad, histeris dari Felicya semakin menjadi, sekali lagi dia pingsan tidak sadarkan diri.
Niken menangkap badan Felicya yang terkulai lemas ke tanah.
Rissa dengan cekatan dia menggantikan posisi Niken yang memegang badan gadis malang tersebut.
"biar kami yang menangani nya nona. " ujar Ken yang menghampiri Niken dan Rissa. dia pun memboping tubuh gadis malang tersebut untuk membawanya ke rumah sakit.
"bawa dia ke rumah sakit. " perintah Novak yang melihat kejadian tersebut.
"baik tuan. " ujar Ken.
Rissa pun menyerahkan tubuh Felicya kepada Ken.
beberapa pegawai dari perusahaan butik yang di mana mereka adalah bawahan dari Romi pun ikut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir pak manager itu, termasuk Sarah Anderson juga ikut di sana.
Sarah mencoba mencari ke sekeliling tempat tersebut, dia melihat satu persatu pegawai yang ikut di dalam pemakaman Romi, tapi dia tidak melihat satu orang yang dia maksud.
yah hanya satu orang yang tidak mengikuti pemakaman dari Romi, yaitu Jony si penjaga CCTV di butik tersebut.
Rissa yang melihat gelagat dari Sarah Anderson dia pun heran dengan tingkah gadis tersebut.
"apa dia mencari pria itu? " benar insting Ken sepertinya nona ini ada hubungannya dengan kecelakaan Romi! " gumam Rissa dalam hatinya.
pemakaman pun hampir selesai, tanah sudah menimbun jasad dari Romi. satu persatu orang di sana meninggalkan tempat tersebut termasuk Niken dan kedua orang tuannya.
sedangan Novak sendiri berpamitan kepada Niken, dia akan pergi ke kantor polisi untuk urusan yang penting tentang pria pembunuh Romi.
Niken pun kembali ke kediaman Cross bersama kedua orang tuannya.
di tempat lain, pria berbadan kekar telah membawa Jony si pria pembunuh Romi ke kantor polisi atas perintah dari Novak Shinoda tuan nya.
sesampainya di kantor polisi, Novak menghampiri pria berbadan kekar tersebut di parkiran.
"apa kamu menemukan siapa dalang dari semua itu? " tanya Novak kepada pria kekar tang merupakan orang kepercayaan nya.
" tidak tuan, dia bersikeras tidak ada yang terlibat selain dirinya! " jawaban dari pria kekar tersebut membuat Novak kecewa.
__ADS_1
"baiklah kalian pulang lah, dari sini biar polisi yang menangani kasus ini! " ujar Novak sambil memberikan sebuah amplop waran coklat yang berisi uang di dalamnya.
"terimakasih tuan, kalo begitu kami pamit! " jawab pria berbadan kekar tersebut sambil mencondong kan badannya di hadapan tuan nya memberi hormat.
Novak berjalan menemui beberapa polisi yang berdiri di dalam kantor.
"selamat siang tuan! " terimakasih Telah membantu pihak kepolisian untuk menangkap pelaku! " ujar salah satu kepala Kepolisian di kantor tersebut.
"heemmn, " jawab Novak dengan dehem.
"di mana pria itu? " tanya Novak.
"dia masih berada di ruangan introgasi tuan. " ikut kami. " jawab kepala Kepolisian tersebut.
"kami masih belum mendapat jawaban dari pelaku, siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut? " ujar polisi lain kepada Novak.
mereka berbincang sambil berjalan menuju ruang introgasi Jony. sesampainya di ruang depan yang terhalang oleh kaca menuju ruang introgasi Novak melihat pria tersebut sudah babak belur.
terlihat dari sisi kaca seorang polisi duduk berhadapan dengan Jony, dia mencoba memberi bebrapa pertanyakan kepada Jony.
pria tersebut bersikeras tidak mengakui siapa saja yang terlibat, dia terus tersenyum sambil berkata.
" aku lah yang terlibat seorang diri! " jawab nya terus berulang-ulang.
dengan kesal Novak keluar dari ruangan sebelah menuju ruangan introgasi, dia membawa beberapa kertas dan poto di tangannya.
"biarkan aku masuk! " ujar Novak.
"silahkan tuan. " jawab kepala Kepolisian yang tidak bisa menolak keinginan orang terkaya di negri itu.
siapa yang berani menentang keinginan dari seorang Novak Shinoda.
"biarkan belau masuk,! " ujar kepala Kepolisian jepada salah satu anak buahnya.
Novak pun memasuki ruangan introgasi tersebut, Jony yang melihat siapa yang datang sangat ketakutan, siapa yang tidak mengenal pria yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.
Novak Shinoda lebih menakutkan di matanya di banding bebrapa pria yang menghajarnya sebelum dia di serahkan ke pihak kepolisian.
wajah dari pria tersebut terlihat pucat pasih.
"ini bukan urusan mu! " kamu tidak ada hubungan dengan semua ini! " ujar Jony kepada Novak dengan ketakutan.
"keluar lah! " pinta Novak kepada salah satu polisi yang berada di ruangan tadi.
"baik tuan silahkan. " jawab polisi tersebut sambil pergi meninggalkan Novak dan Jony di ruangan itu.
__ADS_1
Novak dengan santai dia duduk di hadapan Jony, tatapan dingin dengan aora membunuh nya terlihat menakutkan oleh Jony.
bersambung...