Cinta

Cinta
sebuah ancaman!


__ADS_3

"lihatlah beberapa poto ini! " ujar Novak sambil menyerahkan beberapa poto di tangannya kepada Jony.


Jony menatap poto yang diletakan di atas meja di hadapannya.


"untuk apa kamu memperlihatkan poto kedua orang tua ku! " mereka tidak terlibat, tidak ada urusan nya dengan semua ini! " jawab Jony yang ketakutan.


"aku tau mereka tidak tidak terlibat! " tetapi jika kamu tidak mau bekerja sama dengan ku, aku terpaksa melibatkan keluargamu! " ujar Novak yang menakuti Jony.


"apa yang akan kamu lakukan dengan mereka, mereka sama sekali tidak bersalah! " jawabnya mencoba meyakinkan Novak Shinoda.


"jika kamu tidak ingin terjadi sesuatu dengan keluarga mu, katakan dengan jelas siapa saja yang terlibat di dalam insiden tersebut! " tanya Novak masih dengan nada datar.


"sudah ku katakan akulah yang menyebabkan Romi mati! " jawab nya.


Novak sudah mulai hilang kesabaran, dia meraih handphone miliknya.


"dengar! " satu tekanan dari ponsel ini cukup bisa menghancurkan keluargamu tanpa tersisa! " teriak Novak yang membuat Jony begitu ketakutan, dia membayangkan adik perempuan nya yang dia sayangi dan kedua orang tuanya mati.


"tidak! jangan! " teriaknya.


"baiklah aku akui, aku hanya ingin membela orang yang aku cintai tuan, karena dia tidak sengaja menjatuhkan lemari ke arah Pak Romi! " jawaban nya membuat Novak menghentikan jari tangan nya dari layar ponsel nya.


ternyata sebuah ancaman kecil ini berhasil membuka mulut si pelaku tersebut! pikir Novak.


"" siapa dia! " ujar Novak tidak sabar.


"Felicya tuan! " jawaban dari Jony membuat Novak terkejut.


"apa!" seru Ken yang baru saja datang dan langsung memasuki ruang introgasi atas perintah Novak sebelumnya.


Novak dan Ken sama-sama terkejut dengan pengakuan dari Jony.


"Iyah tuan, dan saya mencabut selang dari Romi agar supaya saya bisa membungkam mulut dari Romi supaya dia tidak bisa berbicara lagi untuk selama-lamanya. " karena dengan dia sadar otomatis dia akan menceritakan semua kejadian itu. " saya tidak ingin orang yang saya cintai masuk penjara karena telah tidak sengaja menjatuhkan lemari tersebut dan membuat Romi terluka. " ujar Jony dia meyakinkan Novak Shinoda dan Ken.


mereka berdua saling tatap, tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


"tidak mungkin, kamu jangan berkata bohong! " ujar Ken sambil memegang kerah dari Jony si penjaga CCTV tersebut, emosi Ken tiba-tiba meluap tidak seperti biasanya yang tenang dalam menghadapi permasalahan.

__ADS_1


"hentikan Ken, apa yang kamu lakukan? ini kantor polisi! " bentak Novak yang heran melihat perubahan dari sikap orang kepercayaan nya itu.


"tuan, pasti orang ini berbohong! " karena Gadis malang itu tidak mungkin melakukan hal itu. " jawab Ken.


"ingat lah jika kamu berbohong, kamu akan tau akibatnya Jon! " ujar Novak Shinoda, menekankan ancaman nya kepada Jony.


bebrapa polisi yang mengawasi semua pembicaraan di dalam ruangan tersebut pun mulai mengambil tindakan, untuk menangkap Felicya.


sedangkan Felicya masih terbaring di rumah sakit, kesehatan nya tidak stabil setelah kehilangan kekasihnya.


Ken yang melihat keadaan dari Felicya semenjak tadi, dia tidak percaya dengan pengakuan Jony. karena mental dari gadis itu benar-benar sangat terguncang setelah dia tau bahwa Romi telah pergi untuk selama-lamanya.


Novak dan Ken tidak bisa berbuat apa-apa, untuk sementara mereka mengikuti aturan dari pihak kepolisian untuk menahan dan mengintrogasi Felicya karena pengakuan dari Jony.


"tuan, anda harus lihat ini! " rekaman CCTV ini jelas memperlihatkan Felicya berada di sisi lain sewaktu kejadian tersebut! " lihatlah". ujar Ken meyakinkan kepada tuannya setelah mereka berdua keluar dari kantor polisi di sana, Ken membuka laptop nya di dalam kendaraannya.


"masalah ini semakin pelik Ken! " untuk sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa. " jawab Novak membuat Ken sedikit kecewa.


rekasi dari tuannya itu seolah menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.


"tuan, izinkan saya sekali lagi menyelidiki kasus ini! ' pinta Ken sambil menutup laptopnya dan mulai menyalakan mesin kendaraannya.


" Ken, aku lihat kamu tertarik dengan gadis itu? " ujar Novak yang melihat jelas dari sikap Ken.


Ken langsung menghentikan kendaraannya dan menatap Novak tuannya.


dia sendiri juga bingung, kenapa dia tidak rela jika Felicya harus di salahkan atas kematian Romi.


"suka? " gumamnya dalam hati.


"hey, apa yang kamu lakukan, jalan! mobil di belakangmu sudah memberi kelakson dari tadi! " bentak Novak yang melihat Ken malah bengong, dan tidak memperdulikan kendaraan di belakangnya yang terus menerus beberapa kali menyalakan kelakson kearah kendaraan nya.


Ken sadar dan dia mengusap wajah nya bebeapa kalai sambil kembali menyalakan mesin kendaraannya.


"kacau kamu ini! " ujar Novak mendumel.


"benarkah apa yang di katakan tuan? " aku menyukai gadis itu! " tidak tidak! ini tidak mungkin, aku hanya kasihan kepadanya! " karena dia benar-benar sangat sedih. "!

__ADS_1


gumam Ken dalam hati.


dia tidak menghiraukan tuannya yang terus saja memperhantikan sikapnya sambil geleng-geleng kepala.


di sebuah apartemen, Sarah sedang mondar mandir tidak tenang, dia menunggu kabar dari si pria yang membuat perjanjian dengan dirinya.


" kemana dia menghilang, dan apa kematian manager itu ada hubungannya dengan Jony? " jika benar begitu berarti dia sedang bersembunyi di sebuah tempat! "


tidak! tidak mungkin!, jika dia bersembunyi pasti dia menghubungi ku! " artinya dia! apa dia tertangkap! "


gumam sarah dalam hatinya, dia sibuk berbicara sendiri dalam hati.


"jika benar dia tertangkap, artinya aku juga akan terlibat! " dia pasti menjelaskan semuanya kepada polisi! " tidak! aku tidak mau di penjara. " aku harus sesegera mungkin menghubungi dia bagai mana pun cara-Nya! " Sarah yang ketakutan menjadi gemetar. membayangkan jika pria tersebut membeberkan semua kejadian kepada pihak kepolisian tentang dirinya.


di dalam sell Jony berteriak teriak kepada penjaga di sana, dia meminta untuk bisa menghubungi seseorang.


"pak, hey, izinkan aku menghubungi seseorang! " teriaknya.


membuat seorang penjaga membuka sell untuk mengijinkan apa yang Jony mau untuk menghubungi seseorang.


"keluar lah! aku berikan waktu 5 menit! " ujar polisi yang jaga tersebut.


"terimakasih pak! " jawab Jony senang.


polisi tersebut pun membrogol tangan dari Jony, dan memasukan Jony ke tempat telpon umum yang berada di dalam wilayah kantor polisi tersebut.


Jony memasuki koin kedalam telepon umum tersebut dan mulai mengetik no ponsel yang dia tuju.


Ken, yang baru saja kembali ke kantor polisi tersebut setelah mengantar tuanya, dia bermaksud ingin menemui Felicya yang di tahan oleh pihak kepolisian di sana.


Ken tidak sengaja melihat Jony yang menghubungi seseorang di sana lewat telpon umum tersebut merasa curiga.


"siapa yang dia hubungi! " aku harus mencari tau! " gumam Ken dalam hatinya sambil menatap pria di ruangan telpon umum tersebut.


*bersambung...


untuk para pembaca yang saya cintai, salam hangat dari saya, mohon dukungannya jika kalian menyukai cerita ini, mohon tinggalkan komentar, like and vote nya yah*.

__ADS_1


__ADS_2