Cinta

Cinta
"pertemuan! "


__ADS_3

di rumah sakit, Ken dengan setia dia menunggu di samping Novak yang masih belum sadarkan diri, dia menatap wajah Tuannya dengan perasaan yang sedih.


"maafkan saya Tuan, saya tidak becus menjaga mu, sehingga kamu menjadi seperti ini, semua ini salahku! " batin Ken.


haripun sudah mulai gelap, pergantian siang ke malam sudah tiba, sang surya sudah tidak menampakan sinarnya.


Niken begitu terkejut bahagia setelah mendengar berita dari Pak Morris bahwa Novak suaminya di temukan.


dia benar-benar terharu sampai-sampai tidak bisa berbicara apa-apa, hanya air mata bahagia.


"Pak, bawa aku menemuinya. " ujarnya dengan penuh suka cita.


"baiklah non, bersiaplah bapak akan membawamu kepada suamimu. "


"ayo Pak, sekarang aja, dia pasti membutuhkan ku. " ujar Niken, dia tidak ingin menunggu lama-lama lagi, yang dia pikirkan hanya bertemu secepatnya dengan suaminya.


mereka berdua pun bergegas ke tempat di mana Novak di rawat.


tidak butuh waktu lama, Pak Moriis sudah sampai di depan pintu kamar rawat VVIP di rumah sakit tersebut.


sedangan Mike yang kala itu pergi kembali ke kantor karena ada urusan mendadakpun tidak tau kalo kakaknya sudah di temukan.


Niken berdiri di hadapan pintu kamar yang di mana Novak terbaring di dalamnya.


dia menatap pintu tersebut dengan badan yang gemetar menahan haru, "ini benar-benar bukan mimpi, terimakasih Tuhan. " gumamnya.


"masuklah non! " ujar Pak Morris.


Niken menarik napas menatap Pak Morris dengan tatapan begitu sendu menahan tangis.


"jangan menangis lagi, suamimu sudah berada di sisimu! " ujar Pak Morris lagi.


Niken mengangguk pelan, kakinya melangkah dengan pelan, "semoga ini bukan mimpi Tuhan! " batinnya sambil mendongak ke atas, menahan air mata haru.


"Jegrek! " handle pintu di bukanya, dengan pelan dia menatap ke arah ranjang pasien setelah pintu tersebut terbuka.


terlihat Ken sedang duduk di samping seseorang yang terbaring tak berdaya di atas ranjang tersebut.


"No~vvaakk saaaayyng. " lirihnya, air matanya pun bercucuran tak tertahankan lagi, kakinya tertatih melangkah mendekati pasien.


sambil memegang perutnya, diapun memeluk, merebahkan kepalanya di atas dada suaminya yang terbaring tak berdaya itu.


suara tangis pun pecah antara Niken, Pak Morris, dan Ken.


"di mana Tuan Muda Mike? " bisik Ken kepada pak Moriis, sambil mencoba menahan air matanya.


"Tuan Muda Mike ada urusan mendadak di kantor, saya belum sempat memberi taunya. " jawab Pak Morris.


"baiklah, aku akan menjemputnya. " ujar Ken.


Pak Morris hanya mengangguk, dia menatap wajah Novak dengan penuh haru. dia merindukan wajah itu selama beberapa bulan ini.


Niken yang masih memeluk tubuh suaminya, dia mengangkat wajahnya menatap suaminya dengan penuh haru. dia membelai wajah itu dengan lembut, setelahnya menggenggam tangan suaminya dengan erat, lalu menciuninya.

__ADS_1


tetesan air mata yang beberapa kali jatuh di tangan Novak, membuat Novak mengerjapkan jari-jari tangannya.


"Novak sayang, kamu sudah sadar? " ini aku Niken istrimu. " bisik Niken di telinga Novak lembut.


Pak Morris yang melihat tanda-tanda kehidupan di pergerakan tangan Novak pun dia begitu bahagia.


perlahan mata Novak terbuka, wajahnya terlihat masih bingung. dia menatap wajah Niken yang duduk di samping ranjangnya sambil memegang tangannya.


air matanya berlinang, seketika itu dia langsung membelai wajah Niken dengan tergetar.


"maafkan aku Nike,! lirihnya.


Niken menggelengkan kepalanya pelan, memegang tangan Novak yang membelai wajahnya tadi, dan mencium tangan itu dengan lembut.


" terimakasih sudah kembali. " ucapnya.


Pak Morris hanya mengmati keduanya dengan perasaan bahagia tak terhingga.


diapun berjalan keluar dari ruangan tersebut, memberi ruang untuk Tuan dan Nonanya untuk berduaan di sana.


"syukurlah, dia sudah mengingat semuanya! " batin Pak Morris.


Novak mencoba untuk duduk, Niken menahannya karena khawatir suaminya masih sakit.


"jangan bangun, kamu masih lemah! " ujar Niken.


"aku sudah tidak apa-apa, aku sudah sembuh setelah melihat istriku. " jawab Novak sambil memegang tangan istrinya.


"baiklah, aku bantu kamu duduk, pelan-pelan. " ucap Niken, sambil meletakan tangannya di pungung Novak, lalu mengangkatnya untuk membantunya duduk.


"aku suami yang buruk, karena membiarkan istriku menungguku terlalu lama! " ucapnya lirih penuh penyesalan, Novak benar-benar menyesal karena selama ini melupakan istrinya.


"jangan berkata apa-apa lagi, aku sudah cukup bahagia dengan kamu kembali sekarang. " jawab Niken sambil membalas pelukan erat dari suaminya.


Novak pun menciumi wajah istrinya yang selama ini terus muncul dalam ingatannya, sekaligus tidak mengenalinya.


pertemuan yang begitu mengharukan, satu sama lain.


kejadian di kolam renang membuatnya mengingat kecelakaan itu, dan mengingat siapa dirinya, setelah sekian lama dia melupakan Niken dan keluarga Shinoda.


"di mana Mike dan Ken?" tanya Novak sambil menyelipkan rambut istrinya ke sela-sela kuping.


"Ken baru saja berangkat untuk menjemput Mike, dia kembali ke kantor tadi sore, karena ada pekerjaan penting yang harus di selesaikan. " Mike belum tau, kamu sudah kembali! " ujar Niken.


diapun melepaskan badannya dari pelukan suaminya, dan duduk di kursi samping ranjang.


tidak berapa lama seorang dokter datang keruangan tersebut. "bagaimana perasaanmu Tuan Novak? " apa sudah merasa baikan, apa kepalamu masih sakit? " ujarnya sambil memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Novak.


"heemm, aku sudah lebih dari baik dok" jawabnya sambil menatap istrinya.


"heemm, beruntung Tuan Kendo membawa anda tepat pada waktunya! " untuk beberapa hari kedepan, mungkin rasa sakit di kepalamu akan kambuh, saya akan resep kan obat untuk di bawa pulang. "


"apa sakitnya parah dok? " tanya Niken.

__ADS_1


"tidak nona! " hanya saja ini bekas benturan sebelumnya, dengan teratur meminum obat, nanti juga akan hilang dengan sendirinya. " anda ini siapanya? "


"saya istri!


" dia bidadari ku dok! " potong Novak, membuat wajah Niken memerah.


dokter itupun tersenyum mendengar Novak menyebut istrinya dengan sebutan bidadari.


"kapan suami saya boleh pulang dok? " tanya Niken.


"besok pagi boleh pulang, malam ini saya ingin melihat perkembangan kesehatan suami Nyonya. " jawab dokter tersebut.


"saya akan kembali sekarang dok! " karena saya sudah merasa sangat sehat, lihatlah! " ujar Novak, dia yang tidak ingin membuang-buang waktu kebersamaan dengan istrinya, menginginkan saat itu juga untuk kembali ke kediaman Shinoda.


"tapi Tuan,! "


"saya ada dokter pribadi di rumah, jadi tidak usah khawatir dok! " jawab Novak.


"baiklah kalo begitu, saya akan resepkan dulu obatnya. " dokter itupun tidak bisa menolak keinginan pasiennya. lagi dia pikir sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan. apa lagi dia mendengar pasiennya mempunyai dokter pribadi.


malam itupun mereka kembali ke kediaman Shinoda.


sedangkan Ken, masih di perjalanan untuk menjemput Mike.


sesampainya di kediaman Shinoda, Novak di sambut oleh beberapa pelayan di rumah tersebut.


di kantor, Ken sudah menunggu Mike di ruang kerjanya, sedangkan Mike yang baru saja menyelesaikan meeting bersama para bawahannya dia keluar dengan melihat Ken yang berdiri di depan pintu ruangannya.


"Ken, untuk apa kau kembali? " sudah bertemu Jeslyn? " tanyanya.


"Tuan, kakak anda sudah kembali, " ujar Ken.


"maksudmu? "


"Tuan Novak sudah kembali? "


Mike langsung tercengang antara bahagia dan tidak percaya yang barusan dia dengarnya.


"Ken, kau jangan bercanda! "


"saya tidak berani Tuan, Tuan Novak sudah kembali, sekarang beliau sudah kembali bersama nona di kediaman. "


"benarkah! " ini bukan mimpi kan Ken? " ayo kita kembali. "


Mike pun bergegas kembali ke kediamannya bersama Ken.


di perjalanan Mike, tersenyum getir, "kakak sudah kembali, Nike, cinta kalian memang begitu besar, tidak ada kesempatan untuk ku sekarang! " batin Mike Shinoda.


di sisi lain dia memang bahagia mendapatkan Novak kembali, tetapi di sisi lain dia merasa getir karena cintanya kepada Niken sudah tidak mempunyai harapan lagi.


Bersambung....


***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.

__ADS_1


salam dari penulis kacangπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. 😘😘***


__ADS_2