
"aku harus pergi sekarang! "
"Pak, tolong bill nya! " seru Ken
dia yang hampir terpengaruh oleh perasaan nya pun sesegera mungkin menghindari hal itu, dia tau walaupun sekarang Jeslyn sudah tidak bersama Novak tapi hal yang tidak mungkin dia lakukan adalah mencintai Jeslyn, dari dulu sampai akhir Ken tidak seharusnya mencintai wanita itu.
"Ken! " ujar Jeslyn mencoba menahan Ken.
"bill nya Tuan. "
Ken pun membayar minuman yang dia pesannya tadi bersama Jeslyn.
dia pun bergegas keluar dari Cafe tersebut, menuju dermaga yang di mana Speedboat nya tadi di tinggalkan.
"Ken, berhenti. " Jeslyn mengejar Ken, tapi langkah kaki Ken terlalu cepat untuk di kejar sehingga dia kehilangan Ken, dia pun terkulai merunduk dengan kedua lututnya di pinggir jalan raya.
"aku sudah tidak ada artinya di mata mereka! kenapa jadi begini? dulu kalian begitu sangat memperdulikan ku! " penyesalan yang tiada henti di rasakan oleh Jeslyn, dia mengingat betul dengan jelas di masa kecilnya, Novak dan Ken selalu bersaing satu sama lain untuk mendapatkan hatinya.
sekarang keduanya sudah tidak ingin meliriknya sama sekali, terlebih Novak yang sudah mendapatkan pengganti dirinya di hatinya.
sedangan di Villa x Niken yang kelelahan setelah berjalan-jalan menunggangi kuda bersama Novak tadi sore dia di perkenalkan kepada para pegawai yang mengelola pulau tersebut.
salah satunya ada yang bertugas memelihara kuda-kuda tadi, juga beberapa orang di tugaskan untuk merawat Villa x, dan lain-lain nya.
mereka masing-masing di berikan tempat tinggal yang terpisah beberapa meter dari Villa tersebut.
Novak yang melihat istrinya kelaparan pun dia menghubungi salah satu koki yang bertugas di sana untuk menyiapkan makanan.
selang beberapa menit semua makanan yang di pesan oleh Novak pun sudah tertata di atas meja makan yang areanya berada di luar taman Villa itu, suasana yang sepi dan menenangkan membuat suasana menjadi romantis. di tambah deburan ombak dan hembusan angin laut yang menenangkan jiwa bagi siapa saja yang merasakannya.
Novak mengajak Niken untuk turun dengan menutup mata Niken dengan sehelai sapu tangan miliknya.
Novak dengan lembut memapah Niken sampai taman tersebut, cahaya lampu yang warna warni di taman itu menambah nuansa romantis.
"jangan buka matamu sebelum aku menyuruh mu." bisik Novak.
Niken menurutinya, dia bertanya dalam hati. kejutan apa lagi yang di persiapkan suaminya.
"satu, dua, tiga. " buka matamu. " bisik Novak.
Niken dengan pelan dia membuka mata setelah kain yang menutupi matanya di buka oleh Novak.
"doaarrt" suara kembang api yang berbentuk hati menyala di udara.
Niken tertegun, melihat keindahan kembang api di atas nya. deburan ombak yang tersinari oleh nyalanya kembang api tersebut pun begitu indah memancarkan kilauan dari riak air yang bergelombang.
"I love you" bisik Novak.
Niken tersenyum bahagia, dia pun dengan spontan memeluk Novak suaminya.
"terimakasih." Cup" Niken mengecup pipi kiri dan kanannya Novak.
__ADS_1
terlihat jelas di sorot mata Niken kebahagiaan yang dia rasakan. Novak pun merasakan hal yang sama. dia merasa sangat beruntung karena memiliki wanita seperti Niken.
Lagi-lagi Novak memberi kejutan dengan mengalungkan sebuah kalung berlian di leher istrinya, dan mengecup kening Niken dengan lembut.
"ayo, kamu pasti sudah lapar, dari tadi perutmu mengeluarkan suara terus. " bisik Novak.
Niken tersenyum miring karena malu karena suara perutnya.
Niken yang memang sudah kelaparan dari tadi pun mengangguk.
Novak menarik kursi untuk Niken setelah itu dia duduk di hadapan Niken. mereka pun menyantap makan malam nya di bawah sinar Bintang-Bintang di taman tersebut.
para pelayan di villa tersebut sudah sedang menyiapkan kamar tuan nya. mereka yang di kasih tau Ken sebelum nya bahwa tuan dan nyonya nya sedang berbulan madu di sana.
dengan antusias mereka menghiasi kamar tuan nya dengan berbagai wewangian dan bunga-bunga.
salah satu dari pegawai tersebut menaburi bunga mawar di hamparan tempat tidur.
setelah Niken dan Novak menyelesaikan makan malamnya mereka berbincang-bincang.
"sayang, aku mau tanya? " sebenarnya pulau yang kemarin aku pilih di laptop mu bukan pulau ini bukan? " Niken yang baru saja menyadari hal tersebut pun penasaran.
Novak tersenyum.
"benar kan, bukan pulau ini. " karena aku melihat di pulau kemarin ada sebuah bangunan hotel yang cukup megah, dan berbagai permainan. tapi di pulau ini hanya ada orang-orang mu dan bangunan ini lah yang paling besar dari bangunan lainnya, aku lihat. " seru Niken yang melihat kesekeliling tempat tersebut.
"apa kamu tidak suka? " tanya Novak.
"sudah jangan pikirkan mereka. " ujar Novak.
"tapi." ucapan Niken terhenti karena sebuah kapal speedboat mendekati ke dermaga.
"dari mana anak ini? " gerutu Novak.
"Ken? " seru Niken.
Novak menatap Ken yang turun dari kapal tersebut. Ken menghampiri tuan nya Niken menatap Ken penuh pertanyaan.
"sayang masuk dulu sana, aku ada hal penting yang harus di bicarakan dengan Ken. " lagi udaranya ini sudah terlalu dingin utuk tetap di luar. " pinta Novak sambil mengecup kening istrinya dia menyuruh Niken untuk masuk terlebih dulu.
"heemm," Niken hanya menjawab dengan dehem. dia pun menuruti perkataan suaminya walau dalam hatinya sangat penasaran ingin mendengarkan percakapan mereka.
"katakan Ken? " tanya Novak.
"tuan jangan khawatir mulai sekarang wanita itu tidak akan pernah menganggu Nona lagi! " jawab Ken.
Novak pun menarik napas lega. " bagus lah Ken. " benar dia berada di pulau itu bukan? "
"benar tuan, dia menginap di hotel xx di pulau itu! "
"sudah ku duga. " untung saja aku dan Niken tidak jadi ke sana, jika tidak! " Niken akan merasa tidak nyaman dengan ini. "
__ADS_1
lagi sedang assiiik mereka berbincang, seseorang dari pelayan di villa itu berteriak.
"tolong!!!"
membuat Novak dan Ken berlarian ke dalam villa tersebut.
dengan mata yang sembab dan hidung yang memerah, Niken terkulai lemas duduk di depan pintu kamarnya, menahan sesak napas yang di akibatkan oleh alergi.
wewangian eksta mawar dan taburan bunga mawar di dalam kamar tersebut membuat napasnya terasa sesak.
Novak yang melihat istrinya hampir mati karena mawar tersebut pun sangat panik.
dia bergegas membopong tubuh istrinya menjauh dari area kamar tersebut membawanya ke kamar lain, sedangkan Ken memarahi para pelayanan yang bertugas di sana.
"siapa yang menyuruh kalian mempersiapkan semua ini? " tanya Ken.
"tidak ada tuuuan, ini semua inisiatif kami" jawab para pelayan di sana terbata karen syok. mereka yang memang berinisiatif sediri merias kamar pengantin baru itu tidak tau bahwa Nyonya mereka alergi dengan bunga mawar.
"Cepat bersihkan semua ini, Nona alergi dengan Bunga mawar atau wewangian yang semacamnya! " ujar Ken.
Novak yang panik karena di area pulau tersebut tidak ada dokter.
"Ken! " panggil dokter ke sini! " cepat! " teriak Novak.
Niken yang merasa napas nya begitu sesak pun akhirnya dia tidak sadarkan diri, membuat semua orang panik kalang kabut. terutama Novak.
Ken dengan cekatan dia menyuruh orang kepercayaan nya untuk membawakan dokter ke pulau tersebut secepat mungkin.
"Nike, bertahanlah! " Novak memeluk tubuh istrinya yang sudah tidak berdaya.
20mnit kemudian suara helikopter terdengar di luar villa, Ken berlari keluar menyambut orang yang berada di dalam helikopter tersebut.
"dok, cepatlah! " seru Ken.
dengan berlarian dokter tersebut dan Ken pun memasuki villa, setelah dia melihat keadaan pasien dokter begitu terkejut.
"cepat bawa alat pernapasan pasien! " ujar dokter tersebut kepada dua orang suster yang mengikutinya.
dia pun memeriksa detak jantung Niken, dan lain-lain.
setelah selesai memeriksa dokter menyuntikan obat, memasang selang Oksigen. dia pun menarik napas lega.
"syukurlah bisa di tangani tepat waktu, biarkan dia istirahat. " dan hindarkan pasien dari benda yang membuatnya alergi lagi. " ujar dokter.
"lihatlah perkembangan nya dalam waktu 8-72 jam ke depan, jika masih kambuh lagi segera bawa pasien ke rumah sakit. " ujar dokter tersebut kepada Novak.
Novak pun berterimakasih kepada dokter tersebut, dan menyuruh Ken mengantar dokter itu keluar.
Bersambung..
^^^terimakasih yang sudah mendukung karya ini, dukungan kalian sangat berarti dan membuat Author semangat. ^^^
__ADS_1