
Ken bergegas memasuki kantor polisi, dia bermaksud ingin melihat keadaan Felicya di sana. hatinya tidak bisa tenang sebelum melihat gadis itu baik-baik saja.
sesampainya di dalam kantor polisi Ken langsung bertanya kepada polisi yang berjaga hari itu.
"Pak, saya ingin menemui gadis yang bernama Felicya. " ujar Ken tidak sabar.
"tuan siapa nya gadis itu? " jawab salah seorang petugas yang berjaga di sana.
"saya? saya teman nya Pak! " uajar Ken ragu.
dia baru sadar bahwa dia bukan siapa-siapa nya gadis itu.
" baiklah, tunggu sebentar dan ikut saya! " pinta petugas piket hari itu.
Ken mengikuti petugas tersebut, dia di persilahkan menunggu di sebuah meja ruang tunggu tamu untuk para tahanan di sana.
tidak lama kemudian Felicya yang datang dengan mata yang masih terlihat sembab, Felicya terlihat ragu menemui Ken, karena pria di hadapan nya itu dia tidak begitu mengenalnya dengan akrab.
" duduklah,! " pinta Ken.
Felicya pun duduk, tangan nya terlihat bergetar karena gugup, dia tidak tau harus berbuat apa setelah tuduhan pembunuhan Romi kepada diri-Nya.
"tuan, saya tidak bersalah, sungguh! " bibir Felicya berkata sambil bergetar ketakutan, dia tidak tau harus kemana dia memohon pertolongan atas kasus yang melibatkan dirinya.
"saya percaya kepadamu, kamu tidak mungkin mencelakai Romi, maka dari itu aku kesini menemui mu, bersabarlah, sampai menemukan bukti bahwa kamu tidak bersalah! " ujar Ken mencoba meyakinkan gadis malang itu dengan hati tulus.
"aku akan membuktikan kamu tidak bersalah," Ken bersumpah di dalam hatinya untuk membuktikan Felicya tidak bersalah.
"terimakasih tuan, saya tidak mempunyai siapapun kecuali Romi. " sekarang dia sudah tiada, tidak ada lagi yang menjaga ku! " ungkap Felicya dengan penuh kesakitan di dalam hatinya karena kehilangan Romi orang yang selalu menjaga diri-Nya. terlebih mereka adalah salah satu pasangan kekasih yang saling mencintai. terlihat jelas di dalam mata gadis itu, ada luka yang teramat dalam dan kehilangan harapan untuk hidup setelah semua yang terjadi.
Ken benar-benar sangat khawatir dengan keadaan mental Felicya.
"mulai sekarang, kamu bisa mengandalkan diriku! " ujar Ken dengan lembut dan tulus.
__ADS_1
Felicya langsung menatap Ken tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibir nya, ada sedikit harapan terlihat di dalam sorot mata gadis itu karena ucapan dari Ken.
"sekarang jangan memanggilku tuan, panggil aku Kendo, ini kartu namaku, jika kamu membutuhkan sesuatu hubungi aku! " anggaplah aku teman mu mulai sekarang. jangan khawatir, aku pasti akan mengeluarkan mu dari tempat ini! " ucapan dari Ken membuat Felicya terharu, dia sekali lagi meneteskan air bening dari kelopak matanya karena terharu, ternyata masih ada orang yang perduli dengan dirinya setelag Romi.
"Terimakasih tuan, " ujar Felicya dengan sendu.
"panggil aku Ken. " jawab Ken.
"K~en." ucapnya masih ragu dengan sebutan itu.
"tuan, waktu berkunjung sudah habis, silahkan kembali di hari lain! " ujar salah seorang petugas kepolisian di sana mengingatkan Ken.
"baik Pak, sebentar. jawab Ken.
" nona apa aku boleh memanggil mu Elicya? " tanya Ken kepada Felicya.
"anda boleh memanggil ku apa saja tuan! " ujar Felicya yang lagi-lagi memanggil Ken dengan sebutan tuan.
" huuuh, panggil aku Ken, dan aku akan memanggil mu Elicya. " ujar Ken sambil tersenyum manis kepada Felicya.
"nanti aku akan mengunjungi mu lagi. " tolong bersabar lah. " pinta Ken.
Lagi-lagi Felicya hanya mengangguk kecil sambil tersenyum memaksakan.
"mari nona," ujar salah seorang petugas di sana menyuruh Felicya untuk kembali kedalam tahanan nya.
Felicya pun mengikuti petugas di sana dan berpamitan dengan merundukan kepalanya ke arah Kendo.
Kendo berdiri menatap Felicya yang di bawa kembali ke dalam tahanannya.
"aku harus sesegera mungkin mendapatkan bukti atas ketidak bersalahan gadis itu! " jika tidak, hati gadis itu akan hancur! " bersabarlah Elicya! " gumam Ken dalam hatinya, dia pun meninggalkan kantor polisi menuju parkiran.
di puntu keluar dia melihat Jony keluar dari tempat telpon umum yang berada tidak jauh dari parkiran tempat ia memarkirkan kendaraannya.
__ADS_1
Jony menatap Ken dengan senyuman sinis di bibir pria itu.
" sudah kuduga, dia membohongi kami! " dia tidak menjelaskan kejadian yang sesungguhnya! " dia pikir dia lebih pintar dari kami! " gerutu Ken dalam hatinya, dia merasa sangat jengkel dengan senyuman sinis di wajah pria tersebut.
*******
Sarah Anderson tersenyum setelah mendapat kabar dari Jony, dia merasa dirinya sudah aman, karena Jony tidak mengatakan yang sebenarnya kepada pihak kepolisian terlebih kepada Novak Shinoda dan Ken.
" Jony! Jony. kamu memang na'if! " kamu pikir aku akan menikahi mu setelah kamu keluar dari penjara? " aku harap kamu membusuk di dalam penjara karena kena'ifan mu! " bodoh.!
Sarah berbicara sendiri di dalam apartemen nya, di tersenyum puas karena apa yang sudah Jony korbankan untuk diri-Nya.
kecantikan dari seorang Sarah Anderson sudah memperdaya pikiran si penjaga CCTV itu.
dia telah terhipnotis oleh kecantikan dari seorang Sarah Anderson sehingga dia rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta nya Sarah.
Jony yang kembali kedalam sell tahanan dia tersenyum penuh harapan.
"aku rela berada di sini demi cintaku kepada mu Sarah. " gumam Jony di dalam hatinya, dia benar-benar sudah di butakan oleh cintanya kepada Sarah.
"dia tidak tau aku masih menyimpan bukti tersebut!, dan rekaman perjanjian kita sewaktu kejadian! " untung saja aku menyimpan nya di tempat yang aman! " senyum sinis dari wajah Jony karena memikirkan tentang Sarah yang tidak akan bisa berkutik setelah dia tau nanti bahwa semua bukti atas kejahatan Sarah Anderson masih di simpan nya.
"maafkan aku Sarah, aku takut kalo kalo kamu mengingkari janjimu, dan aku akan membeberkan semua kejahatan mu itu! " gumamnya sambil menatap kearah luar sell. tersnyum karena merasa menang, walau dia harus mendekam di dalam sell tersebut.
Di dalam sell lain khusus sell wanita yang tempatnya tidak jauh dari sell pria di dalam wilayah kantor kepolisian di sana, Felicya masih tetap dengan kesedihannya dia tidak menyangka semua yang dia alami ini akan terjadi, terlebih dia sangat hancur ketika polisi memponis dirinya yang melakukan percobaan pembunuhan atas Romi.
bagai mana mungkin dia tega membunuh orang yang selama ini menjadi malaikat nya, apa lagi mereka berdua besar di panti asuhan yang sama.
"Romi tega sekali kamu meninggal kan ku, kamu bilang kamu tidak akan meninggalkan diriku sendirian, tapi apa? sekarang kamu telah pergi sangat jauh dariku! " bagai mana kamu akan kembali? bagai mana kamu memenuhi janjimu! aku benci kamu! " lebih baik aku yang akan menemui mu nanti! " hikhikhhik"!! tangisan dan ratapan dari Felicya begitu sangat memilukan, dia sudah putus asa sekarang. niat untuk bunuh diri pun terbesit di pikiran gadis itu.
"aku sudah hancur sekarang! " untuk apa aku hidup! " pikirnya. jika saja waktu itu menemukan benda tajam atau sesuatu untuk bisa melukai dirinya, sudah pasti dia lakukan, beruntung dia berada di dalam sell yang tidak akan menemukan benda-benda berbahaya seperti itu..
*bersambung...
__ADS_1
teruntuk pembaca setia ku, Terimakasih telah mengikuti cerita ini sampai sejauh ini, semoga kalian bahagia selalu, love you.
mohon izin untuk terus melike, koment dan dukungan nya yah. bahagia untuk kalian semua*.