
pesta perayaan ulang tahun pernikahan Simon dan Merryysa akhirnya di mulai, tamu-tamu undangan sudah mulai berdatangan.
Niken, dan Nori mulai sibuk dengan model-model nya. sedangan Novak Shinoda masih berdiri di lobby gedung tersebut.
pikiran Novak masih mengingat kejadian tadi bersama Mike, "kenapa anak ini tiba-tiba berbicara dia mencintai Niken? " jelas-jelas dia tidak ada hubungan dengan gadis ini! " pikiran Novak menjadi ragu untuk menjadi tunangan Niken. Novak menarik napas panjang, tapi akhirnya dia berjalan memasuki lift di gedung tersebut.
"Tuan apa yang anda pikiran? " tanya Ken yang melihat keraguan di wajah Tuan nya.
"Ken, aku hanya tidak ingin kejadian Ayah ku terulang? " jawab Novak.
"Tuan kejadian Ayah anda berbeda dengan Tuan! " ujar Ken, menenangkan hati Tuannya.
"tidak jauh berbeda Ken, jika benar Mike mencintai Niken? yang ku lakukan tidaklah benar! " jawab Novak terhenti, Tiba-tiba mata Novak terbelalak setelah melihat lift terbuka, seseorang yang sangat dia kenal nya berdiri di pintu lift, dan memasukinya.
"kau! untuk apa kau datang ke acara ini?" apa aku mengundang mu? " ujar Novak kepada pria yang baru saja masuk ke dalam lift tersebut.
"mana mungkin aku tidak datang kepertunangan putra ku! " jawab pria tersebut.
__ADS_1
"siapa yang kau sebut putra mu? " ujar Novak kesal.
"jangan sekali-kali kau menyebutku putramu! " Novak Shinoda menegaskan perkataan nya kepada pria di hadapannya. dan langsung mengajak Ken untuk keluar dari lift tersebut.
"Novak! " berhenti! " teriak pria itu memanggil Novak untuk menghentikan langkahnya.
Novak berhenti sejenak, lalu dia meneruskan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah pria tersebut, Ken mengikuti langkah tuannya.
di sisi lain Simon dan Meryyssa sedang menyambut rekan-rekan nya, Niken hanya duduk memperhatikan kedua orang tuanya, sedangan acara fashion show sebentar lagi akan di mulai, lampu di area tersebut mulai redup berganti dengan lampu berkelipan di sepanjang lorong di area panggung.
Niken mencoba melirik kesekeliling tempat tersebut, dia mencoba mencari Novak Shinoda yang belum kunjung datang ke acara tersebut.
"tuan Shinoda! " ucap Niken terkejut sambil membalikan badannya ke arah orang tersebut.
"kamu? " ucap Niken yang kecewa melihat pria di depannya ternyata bukanlah orang yang dia harapkan.
"kenapa? kamu berharap yang datang kakak ku? " memang dia belum sampai ke sini? kabur kemana dia! " ujar Mike yang mengkhawatirkan kakaknya akan benar-benar membatalkan pertunangannya dengan Niken karena kejadian tadi, Niken hanya mematung tidak menjawab pertanyaan Mike.
__ADS_1
Mike menatap wajah Niken yang terlihat khawatir!. " dia benar-benar mengharapkan kakak!, terlihat jelas di matanya. " tenang saja Nike aku tidak akan membiarkan kakak membatalkan nya, jika itu yang membuat mu senang. " ujar Mike dalam hatinya. mata Mike melihat ke sekeliling tempat tersebut, Mike tidak melihat batang hidung kakaknya.
"Mike! ngomong ngomong selama ini kamu kemana aja? menghilang begitu saja? " pertanyaan Niken membuat mata Mike beralih menatap mata Niken.
"kenapa, apa kamu merindukan ku? " jawab Mike, berharap masih ada harapan tentang perasaan nya kepada Niken.
"hahahahah! "
Niken tertawa lepas mendengar ucapan Mike yang di anggap Niken mencandainya.
"kenapa tertawa? apa menurutmu lucu? " Nike, katakan dengan jelas, apa kamu mencintai kakak ku? " sontak pertanyaan Mike membuat tawa Niken terhenti, wajahnya memerah matanya menatap Mike.
"ada maslah apa Mike? kenapa kamu bertanya seperti itu? " jika aku tidak menyukainya mana mungkin aku bertindak sejauh ini! " pertanyaan konyol apa ini? " ujar Niken, yang terlihat semakin khawatir sekarang, kenapa Mike mempertanyakan perasaan diri-Nya kepada Novak.
"aaah itu dia, pangeran mu sudah tiba! " teriak Mike sambil memegang wajah Niken mengarahkan nya ke pada Novak Shinoda yang baru saja datang.
Mike melambaikan tangannya ke arah Novak, Novak melihat lambain tangan dari Mike dia pun berjalan ke arah Mike sambil melewati tamu-tamu yang menyapa diri-Nya.
__ADS_1
"dari mana saja kamu kak? " kamu tidak tau Niken menunggu dengan khawatir dari tadi! " ujar Mike yang bertanya kepada kakak nya yang baru saja sampai di tempat tersebut.
"maaf, aku bertemu dengan tamu yang tidak di undang di bawah tadi! " jawab Novak sambil terlihat jelas wajahnya begitu kesal.