Cinta

Cinta
hanya alasan!


__ADS_3

Niken memasuki ruangan kantor milik Novak, melihat di sekeliling ruangan tersebut, ruangan yang begitu luas, terlihat dari jendela yang full kaca gedung-gedung pencakar langit lain nya, hiruk pikuk jalanan terlihat sangat kecil dari gedung tersebut.


Niken berdiri di jendela menatap keluar Gedung, Novak menghampiri Niken sambil berbisik nakal.


"apa kamu hanya akan berdiri di sana tanpa menghiraukan diriku? " bisik Novak di belakangnya sambil memegang kedua pundak Niken.


"ternyata pemandangan kota dari sini sangat indah, lihat lah di sana? tempat apa itu? " jawab Niken sambil dia menunjukkan sebuah tempat yang berkilauan dengan lampu warna warni.


"apa kamu ingin ke tempat itu? " tanya Novak.


"memangnya tempat apa itu? " tanya Niken kembali penasaran.


"itu sebuah tempat wahana, yang hanya di buka seminggu dua kali setiap akhir pekan, karena itu satu-satu nya wahana yang di buka di malam hari! " apa kamu mau ke sana? " akhir pekan ini? " ujar novak sambil bertanya apakah Niken ingin mengunjungi tempat seperti itu.


"apa bagusnya pergi ke tempat seperti itu! " jawab Niken merasa aneh, karena dia pikir pergi ke sebuah wahana hanya seperti anak kecil pikirnya. " memangnya aku bocah, di ajak ketempat seperti itu! " gumam Niken dalam hatinya. sebenarnya dia ingin pergi ke tempat wahana seperti itu, dari kecil dia belum pernah berkunjung atau liburan ke tempat wahana seperti itu.


"heemmm, sebenarnya tempat seperti itu sedikit norak menurut ku juga, tapi yang berkunjung ke tempat itu, bukan hanya anak-anak, melainkan orang-orang dewasa atau anak-anak muda yang sedang jatuh cinta juga berkunjung kesana! " jawab Novak.


"benarkah? " seru Niken semangat, tapi sesaat dia langsung terdiam karena reaksinya yang penasaran, membuat Novak menatapnya yang mengetahui rasa penasaran di wajah Niken.


"sepertinya kamu tidak tertarik, tapi wajahmu menunjukan ingin pergi ke sana? " ujar Novak tersenyum memberi candaan yang menyindir Niken sekaligus.


"aku tidak! " ehmm.. jawabnya terdiam.


"baiklah ayo kita pergi ke sana. " ujar Novak sambil memeluk Niken dari belakang.


Niken terkejut, jantung nya berdekup sangat kencang, wajah Novak menyender di bahu Niken sehingga kedua sisi wajah mereka bersentuhan.


"tok tok tok! "


suara ketukan dari pintu ruangan tersebut membuat kedua nya terkejut.


"masuklah! " teriak Novak sedikit kesal sambil melepaskan pelukan nya dari tubuh Niken.


"permisi Tuan, " jawab seorang pegawai wanita yang membawakan dua gelas minuman di atas nampan yang di minta Novak tadi.

__ADS_1


"simpan lah di sana! " ujar Novak sambil dia berjalan duduk di depan meja kerjanya.


"silahkan Tuan, Nona. " sapa pegawai wanita tersebut, sambil merundukan badannya setelah menyimpan dua gelas di atas meja berbeda.


"oh Iyah Nancy, bilang pada yang lain untuk pergi makan malam di luar sana, " dan tagihannya biar kantor yang membayar, anggap saja ini hadiah dari ku karen kalian sudah bekerja lembur hari ini! " ujar Novak yang membuat Nancy bersemangat senang, Nancy yang merupakan sekertaris kedua Novak selain Ken.


"baik tuan, terimakasih banyak atas kebaikan tuan, semoga tuan selalu bahagia! " jawab Nancy sambil sedikit berlari keluar ruangan tersebut, untuk memberi tahu kabar gembira kepada teman-teman yang lainnya.


Niken tersenyum melihat sikap polos dari sekertaris wanita itu! "dia terlihat sangat manis dan cantik, " ujar Niken kepada Novak.


"bukan hanya itu, dia salah satu sekertaris yang tahan banting juga! " dia pekerja keras. " jawab Novak.


"apa dia mengakui kecantikan sekertaris nya! " gumam Niken dalam hatinya sambil menatap Novak penuh tanda tanya.


Novak melirik Niken yang memperhatikan nya dengan penuh pertanyaan.


"apa yang ada dalam pikiranmu? " tanya Novak.


"kamu tidak tertarik dengan gadis itu? " tanya Niken dengan tatapan membunuhnya.


"hahahahah, apa kamu cemburu? " Novak malah tertawa dan balik bertanya kepada Niken senang.


"ada apa dengan pertanyaannya? apa aku tidak boleh cemburu? dia ini kan tunanganku! " dasar aneh! " umpat Niken dalam hatinya sambil kembali menatap keluar jendela, mengalihkan dari perhatian Novak.


Novak tersenyum senang, melihat kecemburuan dalam diri Niken.


"aku akan senang jika kamu mencemburui ku. " gumam Novak dalam hatinya sambil menatap Niken yang masih berdiri di dekat jendelanya.


Novak menutup gorden yang terlihat dari tempat para pegawai nya, Niken melihat semua itu dengan heran untuk apa Novak menutup gerai tersebut.


"Nike, kenapa kamu menatap ku seperti itu? " tanya Novak.


"ini! kenapa kamu menutup nya? " tanya Niken penasaran.


"heemm, aku hanya ingin berduaan denganmu, apa tidak boleh? " jawab Novak sambil berjalan menghampiri Niken yang berdiri kaku di tempatnya.

__ADS_1


"apa yang dia mau? jadi para pegawai tadi dia sengaja menyuruh mereka pergi keluar untuk? "~ pikiran Niken sudah melayang kemana-mana, dia melihat tubuh Novak yang semakin mendekati dirinya, tatapan Novak seperti ingin memangsanya.


" anda mau apa! " seru Niken terbata sambil memejamkan matanya, dia membayangkan kejadian di villa tempo hari. "apa dia mau melakukan~? " gumam nya lagi dalam hatinya sambil mengintip dari sela-sela matanya yang masih terpejam karena gugup.


Novak menyondongkan wajahnya di depan wajah Niken sambil tersenyum lucu melihat kegugupan di wajah Niken.


"buka matamu! " ujar Novak lembut.


Niken dengan perlahan membuka mata kirinya dengan mengintip pelan, terlihat wajah yang menawan tepat di hadapan wajahnya sambil tersenyum manis, Niken pun membuka kedua matanya dengan lega.


"gadis ini! apa yang kamu pikirkan? " ujar Novak sambil memegang sisi kening Niken oleh telunjuknya mendorong dorong kecil kepala Niken gemas.


wajah Niken seketika memerah malu, bibirnya tersenyum memaksa karena dia telah salah mencurigai Novak.


"jangan berharap yang tidak tidak! ini di kantor! " ujar Novak yang sengaja menebak apa yang Niken pikirkan membuat Niken tambah merasa malu. dia pun berbalik berjalan menuju meja kerjanya, memeriksa tumpukan fail yang berada di atas meja kerjanya.


"siapa suruh menutup semua gorden itu! " gerutu Niken membela diri-Nya, karena dia tidak salah menganggap Novak ingin melakukan sesuatu pada dirinya karena menutup gorden di ruangan tersebut.


"aku hanya ingin tidak ada pegawai pria yang berani memperhatikan calon istriku dari luar sana! " jawab Novak sambil menunjuk keluar ruangannya.


Niken pun tersenyum lega, sekaligus merasa senang karena Novak tidak mengizinkan pria lain menatap dirinya.


"tapi mereka sudah pergi makan malam bersama bukan? " tanya Niken.


"heemmm, tapi mereka akan kembali sebentar lagi bukan? " jawab Novak.


"heem", Niken menjawab dengan dehem sambil tersenyum senang dalam hatinya.


" sebenarnya apa yang ingin kamu katakan kepadaku tadi? " tanya Niken yang hampir saja melupakan maksud dari Novak tadi mengajaknya ke situ.


"aaahhh itu? " kupikir dia sudah melupakannya. " gumam Novak yang hanya menjawab Niken dengan dehem.


"aku harus melihat keadaan Romi, cepat katakan apa yang ingin kamu katakan? " jawab Niken yang bersikukuh ingin menjenguk Romi.


"cerewat yah, tunggu aku di sana sebentar, setelah aku selesai mengerjakan pekerjaan ku, nanti aku katakan! " jawab Novak sambil menyuruh Niken untuk duduk di sofa di depan meja kerjanya.

__ADS_1


"dia ini,! aku kan hanya beralasan saja!


bersambung....


__ADS_2