
di rumah, Nori mendengar semua permasalahan yang terjadi di butik, dari kedua orang tua Niken.
sedangkan Niken masih di jalanan yang padat di dalam kendaraannya bersama Rissa.
"di mana dia lama sekali? " ini sudah satu jam. " gumam Nori dalam hatinya, dia yang sudah mulai bosan menunggu Niken menjadi sangat tidak sabar.
"Anak muda, sebaiknya kamu makan malam saja dulu sambil menunggu Niken. " ujar Meryyssa kepada Nori. dia tau betul Nori merasa bosan karena terlalu lama menunggu Niken putrinya.
"tidak Bu, saya akan menunggu Niken saja nanti. " jawab Nori sambil mengeluarkan ponsel miliknya dari saku celananya.
"Nike, kamu di mana? aku sudah mulai bosan mengobrol dengan kedua orang tua mu! " ujar Nori yang dia tulisnya di dalam pesan singkat dalam whatsapp nya.
tidak lama kemudian suara gerbang terbuka, Nori langsung semangat setelah melihat orang yang memasuki gerbang tersebut.
"akhirnya dia datang! " gumam nya dalam hati senang, karena orang yang di tunggu-tunggu nya sudah datang.
"lihat dia Pap, tadi wajah nya sudah jenuh berbicara sama kita, setelah melihat putri kita, dia langsung semangat! " ujar Meryyssa kepada suaminya.
Simon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya "cek cek cek! " bibirnya berdecak menatap Nori yang langsung keluar melihat Niken.
"Iyah, begitulah anak muda sekarang, mana betah dia berbicara lama-lama dengan orang tua. " ucap Simon sambil kembali matanya melihat layar televisi.
di luar Niken bergegas keluar dari Mobilenya, dia menatap Nori yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"sorry, kamu sudah lama menunggu? " ujar Niken.
"Iyah! " saking lamanya aku hampir saja pulang tadi! " jawab Nori dengan sedikit kesal dengan pertanyaan Niken.
"Iyah maaf, kamu tau kan, Romi baru saja meninggal jadi aku harus mengurus semua nya sendiri. " ujar Niken memberi penjelasan kepada teman nya itu.
"baiklah, saat ini aku maklumi kamu, tapi harus mentraktir ku minum kopi. " ujar Nori meminta Niken mentraktirnya minum kopi saat ini.
"jangan sekarang aku lelah, lain kali aja yah, sekarang kita minum kopi di rumah aja.. " jawab Niken sambil memegang pundaknya beberapa kali menandakan bahwa saat ini dia sangat kelelahan.
Nori diam sambil mengerucut kan bibirnya kaya anak kecil.
"please, aku janji lain kali aku akan minum kopi di luar bersama mu, tapi sekarang aku akan bikinin kopi special buat kamu, bagaimana? " ujar Niken mencoba membujuk Nori yang sudah mulutnya maju beberapa senti.
"baiklah mau ngomong apa lagi kalo kamu memaksa. " jawabnya sambil duduk di tempat biasa di teras rumah kediaman Simon.
sedangan Rissa bergegas ke dalam kendaraan nya lagi, setelah dia berpamitan kepada Niken.
__ADS_1
Niken menghampiri Nori, dia duduk di hadapan Nori seorang asisten rumah tangga menghampirinya.
"Nona, minumlah ini, nyonya menyuruh anda meminum jus ini. " ucap seorang asisten itu.
"baiklah aku akan meminum ini nanti, kamu tolong bawain ini ke kamar ku. " jawab Niken sambil menyuruh asisten tersebut membawakan tas nya.
"dengan senang hati nona. " dia pun pergi meninggalkan Nona nya dengan Nori di sana.
"tunggu aku sebentar yah, aku mau menemui orang tua ku, setelah itu aku ganti baju dan akan membutakan kopi special untukmu. " ujar Niken kepada Nori.
"ya sudah, jangan kelamaan nanti keburu malem, aku malas pulang kalo terlalu malam nanti! " jawab Nori.
"heemmm baiklah, sebentar! " jawab Niken kembali sambil beranjak dari duduknya meninggalkan Nori di sana.
Niken pun menghampiri kedua orang tuanya di ruang TV.
"malam mom, pap. " ucapnya.
"malam nak, " jawab keduanya serentak.
"pergi ganti baju sana, bersihkan dulu dirimu, lalu makan jangan lupa. " mama sudah siapkan makanan kesukaan mu. " ujar Meryyssa.
"mom, ma'af, Niken sudah makan tadi di kantor! " jawab Niken yang memang sudah makan tadi di kantor. perutnya masih berasa begah.
"biar saja mom, dia sudah biasa, di kasih kopi juga dia kenyang! " hehe. Niken malah mengolok-olok Nori.
"kamu ini, gak boleh begitu kasihan teman mu. " jawab Merryssa.
"iyah mom, nanti Niken suruh dia makan. " mama sama papa istirahat aja. mcuaah. " sahut Niken sambil mengecup pipi keduanya.
"Niken, bagai mana perkembangan kasus Romi?" tanya Simon yang menghentikan langkah Niken dan kembali menengok ayah angkatnya tersebut.
"pap, Niken minta ma'af untuk sa'at ini, Niken belum pasti jadi belum bisa memberi tahu pada kalian. " jawab Niken merunduk, seolah merasa bersalah karena kejadian yang menimpa Romi sedikit besarnya atas kesalahan dirinya. karena dia telah memasukan Sarah ke dalam perusahaan itu.
"kenapa wajahmu seperti itu Nike? ada apa? " kamu tidak usah khawatir semua ini sudah jalan nya. " ujar Simon sambil berdiri menghampiri Niken yang wajahnya merunduk tidak berani menatap ayah angkatnya itu.
"Pap, Mom maafin Niken, Niken telah bersalah. " ujar Niken sambil semakin tidak berani menatap wajah kedua orang tua nya.
"Nike ada apa dengan mu? " kamu tidak bersalah itu semua kecelakaan. " ujar Merryssa mencoba menenangkan Niken sambil memeluk Niken dengan hangat.
"tidak Mom, aku lah yang menyebabkan Romi celaka? " jawab Niken membuat Simon dan Merryssa saling tatap.
__ADS_1
"ini semua gara-gara aku, yah sudah yah Pap, Mom aku tidak mau membicarakan ini dulu." setelah semua bukti jelas aku akan memberi tau kalian. " ujar Niken, sambil melepaskan pelukan Merryssa dia pun bergegas menaiki tangga.
"Pap, apa sebenarnya yang terjadi? " tanya Merryssa kepada suaminya.
"tidak tau mom, Papa yakin anak ini tidak melakukan kesalahan. " mungkin hanya persepsi dia saja mom. " jawab Simon.
di pun mengambil ponselnya dan memasuki ruangan kerja meninggal kan Merryssa sediri di ruangan tersebut.
"aku mau kamu selidiki semua nya dengan jelas, beri aku informasi secepatnya."
"heemm baiklah, satu minggu aku tunggu. "
"dan cari tau juga kenapa putriku merasa bersalah atas kematian Romi! "
"dan satu lagi, jangan sampai putriku tau, aku menyuruhmu!.
begitulah obrolan Simon di dalam panggilan ponselnya.
Merryssa mendengarkan dari balik pintu, dia terkejut dengan apa yang di dengarnya.
" tidak! tidak mungkin putriku terlibat dengan kecelakaan Romi. " gumam Merryssa.
lutut Merryssa benar-benar lemas, dia membayangkan Niken di tangkap oleh pihak yang berwajib karena terlibat atas kecelakaan Romi.
'tidak! tidak?! putriku tidak bersalah, bukan dia! " histeris dari mulut Merryssa yang tidak sadar terucap, setelah tersadar bahwa itu hanyalah sebuah halusinasi. semua nya sudah berada di hadapan nya, Niken dan suaminya.
"mom! " ada apa? " Niken yang baru saja menuruni tangga melihat hal tersebut langsung berlari menghampiri ibu-Nya.
"ada apa? " tanya Simon kembali sambil membuka pintu ruangan kantornya.
terlihat Merryssa menarik napas panjang..
"huuuhh"! tidak Mama tidak apa-apa sayang. "
ungkap Merryssa sambil memeluk badan Niken sesaat dia pergi ke kamar tidurnya..
"Pap? '
" Iyah, Papah akan lihat Ibu mu, mungkin dia tidak enak badan. sekarang kamu temani teman mu kasihan dia sudah nunggu dari tadi! " ujar Simon memegang tangan putrinya sesaat setelah itu, dia pergi menyusul Merryssa istrinya.
*Bersambung..
__ADS_1
para pembaca yang saya cintai, mohon maaf belakang an ini saya tidak up, di karenakan saya sedang sangat sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menulis, terlebih saya kemarin-kemarin pergi ke luar kota, dan tidak menemukan sinyal,, sekali lagi mohon ma'af.
love you Allππβ€*