Cinta

Cinta
kejutan ke-tiga


__ADS_3

Novak masih berdecak heran, karena Niken masih belum memotong kue ulang tahunnya.


Niken masih memikirkan vidio yang di kirim Mike kepadanya tadi, hatinya jadi tidak tenang. rasanya ingin berteriak,! bukan aku!.


tapi di sisi lain dia juga tidak ingin mengecewakan tunangannya yang sudah menyiapkan kejutan untuk dirinya.


Novak berbisik kepada pelayan yang berdiri dari tadi di sana, Niken melihat pelayan itu pergi dari sana, tertinggal mereka berdua.


" jangan memikirkan apapun selagi kamu bersama ku! " kamu hanya boleh memikirkan diriku! " ujar Novak sambil memegang pisau menatap Niken dengan tatapan membunuhnya, membuat Niken terkejut.


Novak berdiri memegang pisau tersebut sambil mendekati Niken, badan Niken mendadak kaku seolah aliran darahnya berhenti saat melihat Novak menghampiri diri-Nya memegang pisau tersebut berbagai pemikiran buruk pun berdatangan.


"apa dia ingin menghabisi ku! pikirnya.


Novak sampai di sampingnya badannya menyondong mendekati wajah Niken, Niken menahan napas badannya semakin kaku, " apa kamu tidak ingin memotong kue mu! " bisik Novak, membuat Niken menarik napas lega badannya terkulai lemas kepalanya merunduk.


"apa yang sedang ku pikirkan! " gumamnya.


Novak meraih tangan Niken memegangkan pisau yang dia pegangnya, Niken pun mulai memotong kue tersebut. potongan pertama terasa mengenai benda keras di dalam kue tersebut, Niken mengerinyitkan kedua alisnya sambil menatap Novak yang masih berada di samping wajahnya.


Novak tersenyum senang, " kejutan ketiga untukmu" ujar Novak berbisik.


Niken dengan tidak sabar ingin membuka benda yang berada dalam kue tersebut.


setelah Niken memotong kue tersebut Niken melihat sebuah kunci, " apa ini? " tanya Niken.


"itu sesuatu yang berharga untukmu! " jawab Novak.

__ADS_1


Niken menatap kunci tersebut seperti kunci sebuah pintu, tapi pintu apa pikiranya masih belum memahami.


"itu adalah kunci rumah di mana kamu di besarkan. " ujar Novak tersenyum.


Niken betapa terkejutnya diri-Nya, bagai mana mungkin Novak melakukan hal sebesar ini kepada diri-Nya. "rumahku! " jawab Niken tidak percaya.


Novak menganggukan kepalanya pelan, dia merasa senang karena sekali lagi membuat Niken terkesan kepada nya.


"tapi bagai mana kamu melakukan nya? rumah ini kan? " ujarnya.


"jangan banyak berpikir, semua yang sudah menjadi hak kamu akan kembali kepadamu! " jawab Novak.


"iyah, walaupun aku tidak bisa mengembalikan kedua orang tuamu. " tambahnya.


membuat Niken terharu, hatinya langsung mengingat kedua orang tuanya di rumah tersebut, tangisnya menjadi pilu setelah dia melihat bayangan ibu-Nya yang tergeletak bersimbah darah di rumah tersebut.


Niken tidak menjawab dia hanya tersedu-sedu menangis, air matanya tidak bisa di kendalikan. Novak menarik badan Niken memeluknya dengan erat.


"apa aku salah dengan memberikan kembali rumah tersebut! " pikir Novak sambil memeluk badan Niken yang terisak di pundak nya. air mata Niken mulai membasahi pundak Nya, tanpa berkata sepatah katapun hanya air mata Niken yang menjawab setiap pertanyaan Nya.


akhirnya Novak membiarkan Niken untung menangis sepuasnya di pelukannya.


\*\*\*\*\*\*


sebelumnya di kediaman Shinoda, Mike yang tidak mendapati jawaban alamat dari sarah dia terpaksa membawa Sarah ke kediamannya karena Sarah sedang mabuk parah, setelah Mike sampai di sebuah kamar tamu di rumahnya pak Morris menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan kebutuhan tamu dari Tuannya, para pelayan tersebut sudah berbaris di luar kamar tersebut, menunggu perintah dari tuannya untuk masuk.


"aku benci kamu Niken! " gumam Sarah yang terdengar oleh Mike.

__ADS_1


"kamu sudah sadar Nona? " ujar Mike yang kembali menghampiri Sarah yang sudah tergeletak di atas ranjangnya di kamar tamu.


Sarah yang pura-pura mabuk dia memicingkan sebelah matanya mengintip reaksi dari Mike.


"seperti nya tadi kamu mengigau? " ujar Mike kembali ingin meninggalkan sarah di sana.


tapi lagi-lagi Sarah meracau, dia melemparkan ponsel miliknya ke samping tempat tidurnya matanya masih tetap terpejam, sehingga dengan tidak sengaja sebuah vidio menyala di ponsel milik-Nya," aku benci kamu! " gumamnya.


dengan terkejut, Mike menatap orang yang berada dalam vidio tersebut. "Niken! " ujar Mike yang langsung meraih ponsel milik Sarah, sedangan kan Sarah tersenyum dalam hati-Nya.


"langkah pertama sudah berhasil, kamu akan membenci Niken calon kakak ipar mu! " gumam Sarah dalam hati-Nya sambil memicingkan matanya sebelah mengintip Mike yang menatap vidio tersebut.


"aku tidak percaya dengan semua ini. " gumam Mike yang terdengar jelas oleh Sarah.


tidak lama kemudian Mike mengirimkan vidio tersebut keponsel milik-Nya.


"Pak, Pak Morris, " teriaknya memanggil kepala asisten rumah tangga di rumah tersebut.


"saya tuan. " jawab pak Morris sambil berlari menghampiri Mike.


"urus keperluan nona ini, suruh para pelayan mengganti pakaian nona ini! " ujar Mike memerintahkan kepada Pak Morris untuk mengganti pakaian Sarah.


Sarah yang mendengar semuanyaa dia sudah merasa seperti ratu di sana.


"jika aku menjadi nyonya di rumah ini, aku tidak menjadi model pun tidak apa! " gumam nya dalam hati.


Mike pun meninggalkan Sarah di kamar tersebut dengan beberapa pelayan, dia duduk di ruangan tamu sekali lagi dia menatap vidio yang baru saja dikirmkan olehnya dari ponsel Sarah.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2