Cinta

Cinta
pengejaran!


__ADS_3

"kejar terus orang itu, cepat nyalakan kendaraannya! " teriak salah satu anggota polisi yang tidak jauh berada di dekat kendaraan polisi.


dia pun menyalakan kendaraan nya, berhenti sejenak di depan polisi yang terseret tadi.


"masuklah! " teriak polisi yang membawa kendaraan tersebut, polisi lain nya dengan cepat dia masuk ke dalam kendaraan polisi.


"uwiw" uwiw! " suara dari sirine mobil polisi pun menyala, mereka melakukan pengejaran terhadap pria tadi.


aksi kejar-kejaran pun antar petugas kepolisian dengan pria tadi tidak bisa di hindari.


salah satu anggota polisi melaporkan aksinya kepada atasan mereka dengan menghubungi radio Ht nya.


"kejar terus jangan sampai lolos! " suara di dalam Ht tersebut memerintahkan kepada dua polisi yang mengejar pria tadi.


"siap Dan, laksanakan! " jawab an dari salah satu polisi di dalam kendaraan tersebut, sambil memegang tangannya yang mungkin sedikit terkilir sewaktu tersered oleh peri tadi.


"sial! " bagai mana pun juga, aku harus lolos dari pengejaran ini! " teriak pria yang di kejar tersebut, sambil terus memacu kendaraannya mencoba meloloskan diri dari pengejaran tersebut.


di dalam rumah sakit, Novak berbicara kepada dokter di dampingi oleh Niken.


"dok, urusi semuanya kita harus melakukan pemakaman dari Romi! " pinta Novak.


"baik tuan, tunggu lah sebentar dan kami akan menyiapkan semuanya. " jawab dokter tersebut.


seorang anggota kepolisian menghampiri Novak, dia berbicara ingin mengotopsi mayat dari Romi, tapi Niken tidak mengizinkan kan nya.


terlebih, Felicya sudah sadar dari pingsan nya, dia juga tidak menginginkan aotopsi kepada mayat Romi.


"pak polisi, sekarang sudah jelas bahwa yang mencelakakan Romi pria tersebut! " ujar Felicya. yang mengetahui bahwa pria yang melenyapkan Romi sekarang sedang ada dalam pengejaran pihak kepolisian.


"Pak polisi, bagai mana pun caranya, pria tersebut harus di tangkap, dia telah mengacau di dalam perusahaan ku! " ujar Simon. Simon tidak ingin melewatkan hal tersebut. Dia menginginkan pria yang membunuh Romi mendapat kan hukuman yang setimpal.


"baiklah frop" sebenarnya ini juga sangat penting untuk pihak kepolisian, untuk bisa menyelidiki motif dari orang tersebut! " jawab Pak polisi yang merupakan pemimpin dalam oprasi menangani kasus tersebut.


"sebaiknya, Nike kamu tidak pergi keluar sendirian, karena ini mungkin saja berbahaya untuk mu! " ujar Merryysa kepada Niken.


"betul, dia tidak akan pergi keluar sendirian! " jawab Novak yang tidak ingin mengambil resiko lain yang akan terjadi kepada kekasihnya itu.


"tuan, saya menemukan ini! " ujar Ken yang baru saja datang setelah menyelidiki sebuah rekaman CCTV rumah sakit tersebut.


"apa ada petunjuk lainnya tuan? " jawab kepala Kepolisian yang berdiri tidak jauh dari Novak.


"betul Pak, lihat lah data orang ini! " dia bekerja di perusahaan itu sebagai pengawas CCTV di butik tersebut. " jawab Ken, yang baru menyadari sekarang, ternyata orang yang terlibat dalam kecelakaan Romi di gudang tempo hari adalah pengawas CCTV di butik milik Niken.

__ADS_1


"pantas saja CCTV yang mengarah ke tempat kejadian tersebut datanya ruksak, ini jawabannya! " ujar Niken.


"betul Nona! " jawab Rissa yang mengikuti Ken di belakang dari tadi.


"baiklah kalo begitu! " pihak kepolisian akan menangkap pria tersebut. " ujar Pak Polisi itu, sambil segera berpamitan kepada frop Simon dan keluarga di sana.


" terimakasih atas kerja sama kalian! " kami akan sesegera mungkin menangkap pria tersebut. " setelah kami berhasil meringkus nya, kami akan memanggil anda tuan, sebagai saksi! " ujar pak polisi tersebut kepada keluarga Simon.


"terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak berwajib., karena telah menangani kasus kami dengan baik, walau pun kami harus kehilangan anggota keluarga kami! " jawab Simon sambil saling memberi hormat kepada para polisi di sana.


Niken pun meminta pihak rumah sakit untuk segera mengurus jenazah Romi, agar bisa segera di bawa pulang untuk bisa di makamkan besok pagi.


Felicya terus saja menatap kosong, dia masih sangat terpukul atas kepergian Romi.


Niken mendekati Felicya dia duduk di samping Felicya, Niken yang tidak tau bahwa Romi mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Felicya.


"ma'af kan kami atas insiden ini. " ujar Niken sambil memegang pundak Felicya.


"Nona." sapa Felicya yang langsung ingin berdiri memberi hormat kepada Niken.


"duduklah," pinta Niken sambil memegang tangan Felicya memintanya untuk duduk kembali.


"kamu bekerja di bagaian? " tanya Niken terhenti.


Niken melirik Ken, dan menganggukan kepalanya beberapa kali.


"untuk satu minggu ke depan, kamu tidak usah masuk kerja dulu tidak apa-apa. " ujar Niken kepada Felicya.


"terimakasih nona, anda sangat baik. " jawab Felicya sambil merundukan badannya bebrapa kali di tempat duduknya.


"Riss, aku ingin seseorang yang bisa menggantikan? "


"Felicya nona, nama saya Felicya. " jawab Felicya, yang langsung memperkenalkan namanya kepada Niken.


"baiklah Felic, kamu istirahat selama satu minggu, biarkan yang lain menggantikan mu sementara ini. " ujar Niken.


"baik nona, terimakasih atas pengertian nona. "


Lagi-lagi Felicya mengucapkan kata terimakasih kepada Niken.


Ken yang berdiri tidak jauh dari Niken dia terus memperhatikan Felicya, ada rasa iba dalam hati Ken, dia merasa gadis di hadapannya begitu kehilangan atas meninggalnya Romi, terlihat juga di dalam sorot matanya penyesalan yang begitu dalam.


sedangkan Merryysa berbisik kepada Simon, untuk mengangkat Felicya menjadi manager menggantikan Romi kelak.

__ADS_1


"pap, lihatlah gadis malang itu? " aku tidak tega melihatnya, dia begitu terpukul atas Romi! "


bisik Merryysa.


"mamah ingin dia menggantikan posisi Romi nanti. " ujar nya.


"aku setuju dengan pendapat mu mom, kita bicarakan ini nanti dengan putri kita. " jawab Simon.


"heemmm. " Merryysa menganggukan kepalanya menjawab dengan dehem.


di sisi lain, Novak sedang menghubungi seseorang, dia berbicara agak jauh dari mereka.


Novak meminta seseorang untuk segera menangkap pelaku pembunuhan Romi dengan mengirimi poto pria tersebut kepada beberapa orang kepercayaan di negara tersebut.


Novak melihat Ken yang asik memperhatikan Felicya dia tidak ingin menganggu orang kepercayaan itu.


dia berinisiatif untuk menyebarkan poto pria tersebut kepada beberapa orang anak buahnya langsung.


tidak berapa lama poto pria tersebut sudah menyebar di antara anak buah kepercayaannya, mereka sudah menyebar ke berbagai tempat di kota tersebut, sedangan dua orang polisi yang mengejar pria tersebut masih belum bisa menghentikan laju kendaraan dari pria tersebut.


aksi kejar-kejaran pun masih berlanjut di jalanan raya yang sepi, dua polisi kehilangan jejak kendaraan pria tersebut.


"bagus lah mereka sudah tidak bisa mengejar ku! " gumam pria tersebut sambil melirik sepion mobilnya karena dua orang polisi yang mengejarnya sudah tidak terlihat.


"bruuukkk! " hantaman dari kendaraan pria tersebut menghantam sebuah mobil yang sengaja menghalangi kendaraannya.


"aaarrghh"! teriakan dari dalam mobil terdengar, pria tersebut mencoba mengendalikan setir kendaraannya yang terpelanting ke sisi trotoar.


terlihat beberapa orang pria turun dari kendaraan lainnya, menghampiri pria tadi.


" keluar! " teriakan dari orang-orang tersebut memerintahkan pria yang membunuh RomiRomi untuk keluar dari kendaraan nya.


pria tersebut tergetar, dia melihat bebrapa orang pria tinggi besar menghampiri kendaraannya.


dia mencoba menyalakan mesin kendaraan, tapi sayang mesin kendaraan tersebut tidak mau menyala. sampai akhirnya dua orang dari pria tadi memecahkan samping kaca mobilnya.


"keluarlah! " teriak satu pria yang memegang senjata api.


"jika kamu tidak mau keluar, aku akan meledakan kepalamu di sini! " acaman dari pria kekar tersebut membuat nyali dari pria yang membunuh Romi terpaksa keluar dari kendaraan nya.


"apa mau kalian? " teriak pria tersebut.


"ikutlah kami! " jawab pria yang memegang senjata tersebut, sambil menyered tangan pria tadi.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2