
Novak menatap wajah istrinya yang masih tidak berdaya di atas ranjang dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya.
"ma'af, semua ini salahku. " seharusnya aku memberi tau para pelayan itu kalo kamu mempunyai alergi dengan bunga mawar. " ucap Novak sambil memegang tangan Niken.
Ken yang kembali ke dalam villa setelah mengantar Dokter dia langsung memanggil seluruh karyawan yang ada di Villa tersebut.
setelah mereka berkumpul semua tidak terkecuali tukang kebun.
Ken duduk di atas sofa di lantai dasar, dia yang seharusnya kembali ke kota terpaksa harus menginap malam ini di sana karena insiden tadi.
"kalian yang bertugas membersihkan kamar Nona, jangan sampai lupa untuk tidak memakai aroma mawar atau sejenisnya lain kali, kali ini untung bisa di atasi, jika tidak! " entah apa yang akan terjadi! " ujar Ken sambil membayangkan jika saja Niken tidak bisa di selamatkan tepat waktu, bisa fatal akibatnya.
Ken membayangkan jika Novak kehilangan isterinya karena kecerobohan para pelayan di sana, sudah pasti pulau itu dan seisi nya tidak tau akan jadi seperti apa.
"baik tuan, kami mohon ma'af atas kelancangan kami! " ujar para pelayan yang menghias kamar tadi.
"lain kali, jangan mengerjakan sesuatu yang tidak di tugas kan kepada kalian! " cukup kerjakan apa yang di tugas kan oleh Nona kalian, mengerti? " ujar Ken.
"baik tuan, " semua orang serentak menjawab.
"ya sudah kalian semua kembali, besok pagi jika kami perlu sesuatu, akan menghubungi kalian. "
"baik tuan kami permisi. " ujar semua orang tertinggal satu orang ibu-ibu yang masih berdiri di sana.
Ken menatap ibu tersebut, "kenapa kamu masih di sini? " tanya Ken heran.
"ma'af kan saya tuan, saya adalah orang yang di tugaskan untuk berada di villa malam ini. "
"ooowh, baiklah kalo begitu, siapa namamu? " tanya Ken.
"nama saya Jeny Tuan, "
"baiklah Bu Jeny, sekarang lakukan tugas mu. "
"baik Tuan, saya permisi." pamit Bu Jeny, diapun bergegas kedapur untuk membereskan sampah-sampah bunga mawar yang tadi di bersihkan dari kamar Tuan nya.
setelah Ken memerintahkan para pelayan untuk kembali, dia teringat bahwa besok ada meeting penting yang harus dia lakukan untuk menggantikan Novak.
dia menghubungi Nancy untuk menggantikan Nya.
"hallo Tuan Ken" Nancy.
"Nan, tolong kamu handle meeting besok ya. " materi nya akan saya kirim lewat fail sekarang. " Ken.
"baik Tuan. " Nancy, dengan ragu dia menyanggupinya.
__ADS_1
"ini akan menjadi kesempatan mu. " jangan sia-siakan. " ujar Ken, yang tau dari suara Nancy yang meragukan kemampuannya sendiri.
"siap Tuan, saya akan berusaha. "
"baiklah kalo begitu, saya percayakan semuanya padamu. " jangan mengecewakan ku dan Tuan Muda. "
"baik Tuan" siap akan saya usahakan semaksimal mungkin. "
"baiklah, aku akan kirim materinya sekarang! "
"baik, saya tunggu Tuan. "
Ken yang tidak bisa meninggalkan Tuan Mudanya di saat seperti itu pun terpaksa harus mengalihkan tanggung jawab kantor kepada Nancy. sekertaris cadangan di perusaha'an Shinoda.
Nancy yang mendapatkan tanggung jawab sebesar itu pun mulai kalang kabut, pasalnya meeting besok akan di hadiri oleh orang-orang penting yang akan bekerja sama dengan Shinoda Grup. terlebih dia tidak ada pengalaman dalam hal tersebut.
di dalam kamar Novak melihat Niken yang mulai sadar dari pingsannya terlihat memegang kepalanya yang terasa berat.
"kamu sudah sadar sayang, ma'afin aku tidak memperingatkan para pelayan itu bahwa kamu mempunyai alergi dengan mawar. " ujar Novak sambil memegang tangan Niken.
Niken yang merasa terganggu dengan selang di hidungnya pun membuka alat pernapasan tersebut.
dia pun menggelengkan kepalanya pelan, maksudnya untuk menyangkal bahwa itu bukan kesalahan siapa-siapa, melainkan kesalahan dirinya sendiri.
"apa aku perlu memecat para pelayan itu? " tanya Ken.
"mereka tidak bersalah, akulah yang bersalah, karena aku yang tidak memperhatikan kondisiku, " jawab Niken.
"maksud mu? "
"Iyah, aku merasa tidak enak, karena mereka sudah antusias menyiapkan semuanya itu untuk kita, jadi aku berpura-pura menyukai kejutan yang mereka persiapkan, tanpa memikirkan kondisi ku. " jawab Niken.
"kenapa kamu membahayakan dirimu Nike? apa kamu tidak tau sikapmu ini akan membuat dirimu kehilangan nyawamu." ujar Novak kesal.
"lain kali, jangan lakukan apapun untuk menyenangkan orang lain! jika itu akan membahayakan dirimu! " bentak Novak kesal.
"ma'af sudah membuat kalian semua khawatir. " ujar Niken sambil memeluk Novak yang sudah mulai terlihat amarah di wajahnya.
"dia ini memang terlalu baik atau bodoh! , sampai-sampai dia rela mengorbankan dirinya hanya tidak ingin mengecewakan orang lain, tidak mau menyinggung perasaan orang lain! " apa dia tidak tau, kalo saja dokter itu telat dia bisa kehilangan nyawanya. " gerutu Novak, hatinya campur aduk, entah merasa senang karena mendapatkan wanita sebaik Niken, atau sebaliknya merasa kesal karena kebodohan yang di lakukan Niken.
"apa napas mu sudah tidak sesak lagi? " tanya Novak.
Niken menggelengkan kepalanya pelan, " hanya sedikit pusing di kepalaku. " jawab Niken sambil memegang kepalanya.
"baiklah kalo begitu istirahat. "
__ADS_1
Novak pun merebahkan badannya dan menyuruh Niken untuk tidur di atas bahunya. Niken menurut dia merebahkan badannya dengan membuat pangkal tangan Novak sebagai bantalnya.
setelah beberapa sa'at mereka pun tertidur dengan pulasnya.
malam berlalu dengan cepat, sinar terang sang surya sudah mulai terlihat di upuk timur, keindahan di pulau itu begitu sangat memukau, deru ombak dan semilir angin pagi menghembus menerpa apa saja yang di lewatinya. daun-daun lapuk beterbangan tertiup udara pagi.
seorang anak muda yang asik dengan pekerjaannya di pulau itu, terlihat tidak ada beban dengan pekerjaan tersebut, dia memasang jaring-jaring ikan di kolam yang letaknya tidak jauh dari sisi pantai.
"nak, sudah mulai terang, kamu antarkan ini ke villa, ibu harus belanja kebutuhan kita ke kota, dan mengantar hasil tangkapan mu ke pasar. "
ujar seorang wanita yang merupakan ibunya dari pria tadi.
Pria itu meletakan jaring-jaring ikan tersebut, dan bergegas mengambil barang yang di berikan ibu-Nya untuk di antar ke villa.
"apa ini Bu? "
"ini bahan makanan yang akan di masak untuk menu hari ini, serahkan ini ke Pak Luis Suarez. "
"baik Bu, ibu hati-hati. " jawab pria muda itu.
Luis Suarez adalah seorang koki handal yang sengaja menetap di pulau itu hanya untuk bekerja sambilan di pulau tersebut, terlebih Novak yang berani membayar mahal untuknya.
anak muda itu bergegas menaiki sepedanya ke arah villa yang di maksud, villa itu merupakan pemilik tuannya yang di mana ibunya di pekerjaan nya di sana, bagi setiap pegawai di pulau tersebut tidak di larang untuk bekerja sambilan di luar pulau ataupun sebaliknya, pemiliknya hanya menginginkan pulau itu terurus dengan baik.
sesampainya di halaman villa, Pak Luis sudah berdiri menunggu pesanannya.
"Pak, ini yang Anda minta, ibu tidak bisa datang, dia menyuruhku mengantarkan ini. " ujar pria tadi.
"heemm, baiklah, ayo letakan itu di dapur. " jawab Pak Luis sambil memerintahkan pria itu untuk masuk ke dapur.
"sebenarnya aku penasaran, siapa yang mempunyai pulau ini? " gumam pria itu sambil mengikuti langkah Pak Luis dia pun melihat kesekeliling villa tersebut, karena penasaran dengan pemiliknya. dia berharap bertemu dengan pemilik pulau itu dan bermaksud untuk berterimakasih karen sudah memberikan pekerjaan dan tempat untuk ibu-Nya di pulau itu.
"kamu mencari apa Fathur? " simpan itu di sini! "ujar Pak Luis kepada pria tadi.
Niken yang sedang duduk di ruang santai bersama Novak dengan terhalang dinding kaca untuk memisahkan ruangan itu dengan meja makan yang di lewati oleh Pak Luis pun terkejut.
" fathur! " batinnya, sambil berdiri dari duduk nya, Novak yang duduk di samping Niken pun terkejut karena Niken yang tiba-tiba berdiri dengan spontan.
ternyata pria yang mengantarkan bahan makanan itu adalah Fathur, dan wanita tadi adalah Jeny ibu-Nya.
"sayang mau kemana? " ujar Novak yang masih merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang baru saja melewati masa keritis tadi malam.
Niken tidak menjawab, dia hanya menatap dari dinding kaca mencoba menerobos penglihatannya ke arah suara Pak Luis yang sedang berjalan dengan seseorang di belakangnya.
tapi sayang kaca tersebut, bukan kaca biasa yang tembus pandang, melainkan kaca tebal yang tidak akan bisa menembus pandangan ke arah luar, atau sebaliknya.
__ADS_1
Bersambung...
**Hi readers mohon dukungannya, dengan cara melike, koment, vote dan jangan lupa kasih hadiah dan bintang 5 nya yah. satu dukungan dari kalian sangat berarti untuk Author 😘😘**