
" namaku Nori! " siapa namamu? " apa kamu bekerja di gedung itu juga? " tanya Nori kepada Nancy. ternyata pria yang menyalakan api untuk Nancy itu adalah Nori.
"Hai, namaku Nancy, Iyah aku bekerja di Gedung itu? " jawab Nancy sambil menatap senyuman manis dari pria di hadapannya.
"udaranya begitu sejuk, apa kamu ingin menemaniku berjalan jalan di taman itu? " tanya Nori sambil menunjuk ke sebuah taman yang berada tidak jauh dari Restauran tersebut.
Nancy sedikit ragu sambil menatap pria asing di hadapannya.
"walaupun dia terlihat ramah, tapi dia orang asing bagiku! " mana mungkin aku menemaninya. " gumam hati Nancy.
Nori yang memahami rasa takut di jati Nancy, dia pun mengambil sebuah kartu nama dari dalam dompetnya, " ini kartu namaku! " ujar Nori.
Nancy meraih kartu nama yang di berikan Nori tadi, membaca sekilas nama dan pekerjaan dari Nori.
"anda bekerja di gedung Shinoda juga Tuan? " seru Nancy yang melihat pekerjaan dari Nori yang tertera di kartu namanya.
"iyah, mkanya dari itu tidak akan ada apa-apa, lagian di sana banyak orang juga yang duduk di taman itu. " mana mungkin aku menculik mu! " ujar Nori kembali meyakinkan Nancy.
"betul juga katanya! " aku terlalu curiga kepada pria ini. " gumam nya
"ayo, aku juga merasa pengap di dalam sana. " jawab Nancy sambil berjalan mensejejerkan langkahnya dengan Nori.
mereka pun berjalan menyebrangi jalan raya menuju taman yang berada di sebrang restauran tersebut.
"bukan cuman cantik, dia juga sepertinya gadis yang sangat menghargai sebuah hubungan! "
gumam Nori dalam hatinya menatap gadis yang berjalan satu langkah di hadapannya.
Nori mengingat kejadian di dalam restauran tadi sewaktu Nancy berbicara dengan para pegawai lainnya terutama berbicara dengan gadis yang bernama Vivi yang mencoba mengusik pekerjaan Nancy, Nori yang duduk tidak jauh dari table mereka mendengar dengan jelas semua perkataan Nancy dan Vivi tadi.
"nona Nancy, bolehkah aku mengenalmu lebih dekat? " ujar Nori yang membuka pembicaraan karena sejak tadi mereka hanya berjalan saling tersenyum satu sama lain.
"anda sudah mengenal ku sekarang Tuan Nori! " jawab Nancy sambil tersipu malu.
__ADS_1
"maksud ku, kita akan bertemu lagi setelah ini! bisakah? " jika kamu ada waktu, itu juga? " jelas Nori mencoba membuat janji untuk bertemu di lain waktu.
Nancy hanya tersenyum sambil melangkah mendekati sebuah tempat duduk yang berada di taman tersebut. dia pun duduk di bangku taman tadi sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas.
"uuuhhh nyamannya udara di sini! " gumamnya, menegadahkan wajahnya ke atas sambil memejamkan kedua matanya, seolah ingin melepaskan rasa penat kepalanya.
"apa kamu sering ke tempat ini? " tanya Nori.
"heemmm, aku sering berjalan melewati taman ini, tetapi baru kali ini aku duduk santai di kursi ini. " jawab Nancy, yang sekarang membuka matanya melihat kesekeliking taman tersebut.
Nori berjalan menghampiri Nancy, dia pun duduk di samping nya.
"boleh aku pinjam ponselmu? " tanya Nori lagi, berusaha untuk mencari tau no handphone milik gadis cantik di hadapannya dengan beralasan meminjam ponselnya.
"Tuan cara mu sudah kuno, jika kamu ingin mengetahui no ponsel ku. kenapa tidak menanyakan langsung saja kepada ku? " jawab Nancy sambil tersenyum manis.
ternyata Nancy mengetahui akal bulus nya Nori.
"hahahah! " maafkan aku, aku pikir kamu tidak akan memberikan no ponsel mu kepada orang asing! " jawab Nori sedikit lega sekaligus malu karena Nancy mengetahui niat dirinya.
Nori pun dengan tidak banyak basa basi dia meraih ponsel milik Nancy, menyimpan no ponsel miliknya di ponsel milik Nancy.
"yeuuusss"! aku sudah menyimpan no ku di ponselmu dan sekarang giliran mu menyimpan no ponselmu di ponsel ku ini " pintar Nori sambil meraih ponsel miliknya dari saku jas dan memberikannya kepada Nancy.
"baiklah Tuan Nori, mari kita lakukan dengan cara mu tadi," ujar Nancy yang tidak mengambil ponsel milik Nori malah dia mengambil ponsel miliknya dan memanggil no yang baru saja di simpan oleh Nori di ponsel nya.
"sekarang no ponsel ku sudah berada di ponselmu kan? " ujar Nancy tersenyum geli melihat kelakuan pria di hadapannya.
"terimakasih Nona Nancy. " saya sangat senang sekali bisa mengenal gadis seperti kamu. " ujar Nori sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
di dalam restauran rekan-rekan Nancy sudah selesai dengan makan malamnya, Pak Han mencoba mencari Nancy di sekeliling luar restauran karena tidak menemukan nya, dia pun kembali ke Rekan-rekan nya di dalam.
"jiaahh, makan malam kita sudah selesai ayo kita kembali ke pekerjaan kita masing-masing. " semangat teman-teman! " seru Pak Han, sambil melihat ke sekeliling restauran mencoba mencari keberadaan Nancy.
__ADS_1
"baiklah! semua ayo kita kembali berperang! " jawab salah satu pegawai di sana.
"semangat! " seru semuanya kompak.
mereka pun keluar dari restauran tersebut menuju gedung Shinoda group yang berada di sebrang restauran tadi.
Nancy yang melihat teman-teman nya keluar dari Restauran tersebut, dia meminta Nori untuk segera pergi dari sana sebelum teman-teman nya melihat mereka berdua di sana.
"ku mohon cepat lah pergi dari sini" pinta Nancy sambil menyedekapkan kedua tangannya di depan Nori.
Nori menolehkan wajahnya ke arah mata Nancy melihat, terlihat teman-teman kerjanya Nancy sudah mulai ingin menyebrangi jalan menuju ke arah mereka.
"aah, baiklah bye, jangan lupa untuk menghubungi ku! " jawab Nori sambil melambaykan tangan nya menjauhi Nancy, karena permintaan Nancy untuk segera pergi karena tidak ingin teman-teman kerjanya melihat mereka berduaan di taman itu.
Nori sedikit memahami maksud Nancy, dia tidak ingin dirinya mendapat pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman nya, terlebih seorang wanita yang tadi berdebat dengan Nancy di dalam Restauran.
"heemm, baiklah aku akan mengubungi kamu nanti! " jawab Nancy sambil melambaykan tangannya membalas lambaian dari Nori.
detik kemudian teman-teman nya Nancy sudah menyebrangi jalananan menuju diri-Nya, salah seorang teman kerjanya melihat Nancy duduk di taman tersebut.
"Nan, kamu di sini? " tanya nya sambil melihat ke sekeliling taman tersebut.
"sudah selesai makan malam kalian? " tanya Nancy yang mengalihkan perhatian orang yang bertanya tadi.
"Nancy, kamu tidak apa-apa? " tanya Pak Han.
balik bertanya kepada Nancy.
"aku tidak apa-apa, ayo kita kembali, sepertinya kita sudah terlalu lama di luar. " jawab Nancy sambil melangkah berjalan di depan mereka.
"dia seperti Nona besar lagaknya! " gumam Vivi yang masih kesal dengan Nancy.
menatap punggung Nancy yang berjalan di depan nya.
__ADS_1
entah apa yang membuat gadis bernama Vivi itu begitu ingin mengusik kehidupan dari seorang Nancy. padahal Nancy sama sekali tidak mengenal baik gadis itu, selain di tempat kerja mereka.
bersambung...