
setelah beberapa saat Rissa sudah menunggu di sebuah ruangan khusus, Rissa mulai menanyai satu persatu pegawai yang terlibat bekerja di gudang tempat Romi tertimpa lemari.
satu orang masuk ke ruangan Rissa dan yang lain menunggu giliran di depan ruangannya tersebut.
"apa yang kamu lakukan ketika lemari itu terjatuh? " tanya Rissa kepada salah satu pegawai yang memasuki ruangan tersebut.
"nona, ketika itu saya sedang mengambil barang yang akan di pasangkan di sebuah manequin di depan, " dan saat itu aku mendengar suara yang berteriak, aku berada di pojok sebelah kanan dan membelakangi Pak maneger nona, jadi tidak melihat bagai mana lemari itu bisa menimpa Pak Romi? " jawab seorang pegawai wanita, terlihat yang di katakan nya itu jujur.
"baiklah, setelah kamu mendengar suara lemari terjatuh dan teriakan dari Pak Romi, apa seterusnya yang kamu lakukan? " tanya Rissa kembali.
"kami semua berlari menghampiri Pak Romi, dan berusaha menolong beliau dengan mengangkat lemari tersebut bersamaan! " jawabnya lagi jujur.
"baiklah kalo begitu, kamu boleh pergi! " ujar Rissa menyuruh pegawai wanita tersebut untuk pergi, karena tidak ada kecurigaan dalam ucapannya.
"terimakasih Nona. " ucap pegawai tersebut lega, dia pun meninggalkan ruangan tersebut.
"berikutnya suruh dia masuk! " teriak Rissa memberi perintah kepada koordinator yang mengatur introgasi para pegawai yang berada di bawah pimpinannya.
"Baik Nona! " jawab koordinator tersebut sambil memanggil yang satunya.
"kamu masuk! " ujar koordinator tersebut menyuruh pegawai pria yang duduk dengan sedikit tegang di luar ruangan itu.
"duduklah," ujar Rissa, sambil melihat papan nama di baju milik pegawai pria tersebut.
dengan gemetar dia mengikuti perintah dari Rissa duduk di hadapan Rissa.
"sudah berapa lama kamu bekerja di sini? " tanya Rissa mencoba menghilangkan ketegangan pria di hadapannya.
__ADS_1
"aku baru bekerja di sini beberapa bulan Nona! " jawab pegawai pria tersebut.
"kamu bekerja di bagaian apa? " tanya Rissa kembali.
"aku di tugaskan membereskan gudang Nona! " jawab pria tersebut.
"heeemm, jadi tugas kamu membersihkan gudang? " sewaktu kejadian itu, apa yang kamu lakukan di sisi sebelah kanan? " apa kamu juga sedang membersihkan ruangan sebelah sana? " tanya Rissa yang mengamati sebuah rekaman CCTV, orang di hadapannya masuk gudang tanpa membawa alat pembersih.
"ti-dak no~na! " jawabnya terbata.
"kamu di tugaskan untuk membersihkan gudang, tapi kamu memasuki ruangan tersebut tanpa membawa alat pembersih! " bisa kamu jelaskan? " tanya Rissa sedikit curiga dengan seorang pegawai pria di hadapanNya.
"aa~nu Nona, sa~ya di perintah kan Pak Romi untuk masuk ke gudang karena Pak Romi ingin saya membersihkan ruangannya! " jawabnya ketakutan.
Rissa terdiam menatap pria di hadapannya, Rissa melihat pria tersebut sangat ketakutan.
"sekarang kamu jawab pertanyaan saya dengan jujur! " apa yang kamu lakukan ketika Pak Romi tertimpa lemari itu? " tanya Rissa dengan tatapan membunuh nya!.
"katakan dengan jelas, apa yang sebenarnya kamu lakukan saat itu! " teriak Rissa kesal karena reaksi dari pria tersebut membuat nya curiga dan tidak sabar.
"waktu itu, aku baru saja selesai berbincang dengan Pak maneger, tapi setelah aku pergi meninggalkan beliau baru beberapa langkah aku meninggalkan nya, lemari itu sudah menimpanya! " semua salahku, jika waktu itu aku tidak meninggalkan nya di sana aku pasti yang tertimpa bukan beliau! " ujar nya gemetar.
Rissa terdiam menarik napas lega, ternyata rasa gugup dan ketakutan pria ini karena merasa bersalah.
Rissa pun menyuruh pergi kepada pegawai malang itu, satu berikutnya masuk tidak ada kecurigaan seperti yang pertama dan kedua, terus seterusnya sampai pegawai yang ke-5 tapi belum ada satu orangpun yang mencurigakan dari sikap dan penjelasan mereka.
"panggilkan yang berikutnya! teriak Rissa kembali, menyuruh koordinator tersebut memanggilkan dua orang pegawai yang tersisa.
__ADS_1
" maafkan saya Nona. " yang dua orang pegawai belum datang," karena mereka tadi setelah kejadian tersebut ikut mengantar Pak Romi ke rumah sakit, baju mereka terkena darah dan mereka kembali ke rumahnya untuk membersihkan darah di baju mereka! " jawab koordinator tersebut.
Rissa merasa kesal karena tidak bisa menyelesaikan introgasinya semua pegawai yang bersangkutan saat itu.
"kalo begitu cepat panggil mereka untuk kembali sekarang juga! " Ujar Rissa memberi perintah untung menghubungi dua pegawai yang tersisa.
"saya sudah menghubungi mereka Nona, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai di sini. " jawab koordinator tersebut.
"Nona, sebaiknya anda melihat ini! " ujar koordinator tersebut sambil memberikan sebuah benda kepada Rissa.
"apa ini? " tanya Rissa.
"Nona, saya temukan ini di dekat tempat kejadian itu. " jawab koordinator tersebut sambil memberikan sebuah anting yang dia temukan di tempat kejadian tersebut.
"mungkin ini bisa memberikan titik terang dalam masalah tersebut! " ujar koordinator tersebut.
Rissa pun meraih anting-anting tersebut.
"milik siapa anting-anting ini? " tanya nya.
"wanita ini di gosip kan dekat dengan Pak Romi, bahkan semua pegawai menganggap Pak Romi ada hubungan yang spesial dengan wanita ini. " jawab koordinator tersebut.
"baiklah, terimakasih Pak! " sekarang panggilkan wanita itu segera. " ujar Rissa.
"baik Nona! " dengan sigap koordinator tersebut menghubungi wanita yang memiliki anting-anting tersebut, yang kebetulan saat itu dia sedang tidak bekerja.
tapi CCTV membuktikan dia memasuki ruangan gudang dengan memakai pakaian bebas bukan seragam yang biasa di pakai pegawai biasanya.
__ADS_1
"heemm, hanya dia yang bisa menjadikan alasan kuat dengan kecelakaan Pak Romi! " tapi aku juga tidak boleh gegabah! " ujar Rissa dalam hati-Nya.
bersambung..