
Novak dan Niken mereka duduk berhadapan di tempat yang sudah di sediakan di sana, seorang pelayan menyiapkan beberapa hidangan yang memang sudah di sediakan sebelumnya atas pesenan dari Novak.
"makanlah yang banyak, kamu pasti lapar dari tadi belum makan. " ujar Novak.
Niken terkejut dengan makanan makanan yang berada di meja di hadapannya, semua hidangan tersebut merupakan makanan kesukaannya semua.
"dari mana dia mengetahui semua makanan ini? " aku tidak pernah memberi tau nya bahwa makanan ini semua kesukaan ku. " gumam Niken sambil menatap Novak kagum.
lidahnya sudah tidak sabar ingin mencicipi semua makanan yang ada di hadapannya.
"jangan bengong ayo di makan. " ujar Novak yang senang karena terlihat wajah Niken yang bersemangat melihat semua hidangan di meja tersebut.
"terimakasih, aku menyukai semua makanan ini? " tapi dari mana kamu tau semua makanan ini adalah kesukaan ku? " ujar Niken berterima kasih, sambil bertanya kepada Novak.
"heemmm, jangan tanya aku, aku tau semua makanan kesukaan mu. " aku juga mengetahui, semuanya tentang dirimu! " ujar Novak sambil menyondongkan wajahnya di di hadapan wajah Niken. membuat Niken menarik wajahnya menjauh dari wajah Novak beberapa senti.
Novak tersenyum puas.
*****
di sebuah apartemen seorang gadis yang gugup karena mendapat sebuah panggilan dari tempat nya ia bekerja, untuk penyelidikan sebuah kecelakaan yang di alamai oleh managernya di tempat di mana dia bekerja.
"hampir semua orang sudah di introgasinya kecuali aku! " bagai mana aku menjelaskan nya? " aku memastikan kembali bukti tersebut telah di lenyapkan! " gumam gadis tersebut dia berbicara dengan dirinya sendiri.
dia pun mengubungi seseorang dengan ponselnya.
dret dret"!
"hallo, iyah, bagaimana? ' apa kamu sudah menghilangkan bukti tersebut! ".
" kamu yakin mereka tidak mencurigai nya bukan! "
"baiklah aku akan datang sekarang! "
ujarnya sambil memutuskan percakapan di ponselnya dan meraih tas yang terletak di sofa di ruangan tersebut, meninggalkan tempat nya menuju ke tempat di mana dia bekerja.
"apa tidak bisa besok pagi! ini sudah waktunya orang beristirahat! " gerutunya kesal karena dari pihak perusahaan menyuruh orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan di gudang sewaktu kecelakan tersebut terjadi harus di introgasi secepetnya.
di sisi lain kendo dan Rissa sedang menunggu dua orang yang tersisa yang belum sempat di introgasi tadi siang oleh Rissa.
__ADS_1
"sebenarnya aku mencurigai kekasihnya Romi, karena di tempat kejadian barang milik gadis tersebut di temukan! " ujar Rissa kepada Ken.
"tapi kita butuh bukti yang sangat kuat selain itu, kita lihat saja nanti setelah menanyakan kepada dua gadis yang tersisa! " jawab Ken sambil melihat sebuah anting-anting milik gadis yang di curigai oleh Rissa.
"jika kita tidak menemukan bukti yang kuat, jangan ambil kesimpulan gadis itu bersalah! " ujar Ken lagi menyuruh Rissa jangan mengambil kesimpulan jika tidak menemukan bukti yang kuat.
gadis yang di tunggu-tunggu oleh mereka pun telah tiba di ruangan mereka.
"selamat malam Tuan, Nona gadis itu sudah ada di sini! " ujar Koordinator yang bertanggung jawab di sana.
"suruh dia masuk pak! " jawab Ken sambil menatap gadis yang baru saja di duruh masuk oleh koordinator tadi.
"selamat malam nona! siapa namamu? " sapa Ken, sambil melihat gelagat dari gadis tersebut.
"namaku Felicya tuan, saya bekerja di bagian gudang untuk mencatat barang yang keluar masuk di gudang tersebut. " jawab Felicya.
terlihat tatapan sedih yang tergambar di raut wajah gadis tersebut oleh Ken, dan Rissa.
tapi Rissa tidak mau mengambil kesimpulan gadis tersebut tidak bersalah.
"nona Felicya saya dengar anda ada hubungan sepesial dengan maneger Romi, apa itu betul? " tanya Rissa yang suaranya lebih tegas dari Ken.
"apa yang sedang kamu kerjakan di saat kejadian? " tanya Ken bergantian mengintrogasi gadis itu.
"salahku! aku habis bertengkar dengan nya, aku berada di sisi gudang sebelahnya, sewaktu kejadian, dia meninggalkanku ke arah tersebut, dia bilang mau menemui Sarah untuk menanyakan sesuatu! " tapi sesaat setelah nya aku mendengar suara benda jatuh dengan keras dan aku berlari melihat dia sudah tergeletak di bawah lemari itu. " jawab gadis itu, sambil tergetar dia menjelaskan semuanya, matanya berkaca kaca.
"tapi! " ucapan nya terhenti.
"tapi apa! " tanya Rissa tidak sabar. yang membuat Felicya menatap Rissa takut.
Ken memgang pundak Rissa untuk tidak menekan gadis itu.
"aku melihat, gadis itu berdiri tepat di balik lemari yang terjatuh, entah lah mungkin dia ingin menolong Romi, atau? " jawab nya terhenti.
"gadis mana yang kamu maksud! " tanya Ken penasaran, sambil menatap Rissa dan gadis itu bergantian.
" gadis model itu, yang katanya Romi dia adalah teman dari Nona Niken! " jawab gadis itu, takut kalo dia salah telah mencurigai teman dari bosnya.
"heemmm baiklah, terimkasih atas penjelasan mu nona Felicya. " ujar Ken.
__ADS_1
"tolong jika memang kecelekaan ini ada yang sengaja mencelakai Romi, hukum orang itu aku mohon dengan setimpal perbuatannya" ujar Felicya memohon kepada dua orang di hadapannya untuk memberi hukuman yang setimpal kepada orang yang berusaha mencelakai kekasihnya.
"nona Felicya anda boleh kembali! " ujar Ken, yang langsung membuat Rissa menatapnya heran.
"terimakasih Tuan, Nona. " ujar Felicya sambil merundukan badan kepada keduanya.
"Nona Felic," Ken kembali menahan gadis itu.
"iyah Tuan. " jawabnya sambil kembali membalik badannya setelah ingin beranjak dari tempatnya.
"ini Anting-anting mu terjatuh! " ujar Ken yang sengaja tidak menanyakannya tadi.
"anting! seru Felicya sambil memegang kedua kuping nya. dia memegang anting-anting nya masih menempel di kedua telinganya.
" maaf Tuan, anting yang mana? " tanya nya heran karena kedua anting-anting nya masih menempel di kedua telinga nya.
Felicya menatap anting-anting tersebut, dia langsung mengenali anting tersebut.
"ini! seru Felicya, kenapa anting ini ada di sini? " seharusnya itu berada di rumah Romi. " ujar Felice heran.
Ken penasaran apa yang akan di jelaskan oleh Felice begitu juga dengan Rissa.
"apa benar ini milik anda nona? " tanya Rissa.
"betul ini anting saya, tetapi saya menjatuhkan nya di rumah Romi, tapi kenapa ada di sini? " jawab Felice yang sangat keheranan.
Ken dan Rissa mengangguk kan kepala mereka memahami sebenarnya Felicya tidak ada hubungan nya dengan kecelakaan Romi.
mungkin anting-anting ini terjatuh dari saku Romi ketika dia mendapati kecelakaan tersebut.
"ini Ambilah karena ini milik mu! " ujar Ken yang merasa kecewa karena penyelidikan nya masih belum mendapatkan titik terang, tentang siapa yang terlibat dalam kecelakaan Romi.
"Terimakasih Tuan, Nona. saya harus kembali menunggu Romi di rumah sakit! " ujar Felicya sambil mengambil anting nya dari atas meja di hadapan Rissa.
"Nona! " di sana sudah ada orang yang menjaga Romi! " tidak usah khawatir, sekarang lebih baik anda kembali ke rumah mu dan beristirahat lah. "! ujar Ken.
" tapi Tuan, saya ini satu-satunya orang yang seharusnya berada di samping Nya saat ini. aku tidak ingin ketika dia sadar dia tidak melihatku di sana! " jawab Felicya memohon untuk di izinkan menemani Romi di rumah sakit tersebut.
bersambung...
__ADS_1