Cinta

Cinta
istriku sudah berani membohongi ku!


__ADS_3

setelah selesai menandatangani dokumen yang di berikan Rissa, Niken pun mengajak Rissa dan Mike untuk pergi ke pulau yang tadi pagi di perlihatkan nya oleh Novak.


tapi Rissa dan Mike menolak nya, karena Mike pikir mana mungkin mengikuti kakak nya yang sedang berbulan madu, tapi Niken memaksanya dan memberi saran kepada Mike untuk pergi ke sana secara diam-diam dari Novak.


Mike pun akhirnya menerima permintaan Niken.


"aku tau kakak ipar di sana pasti akan bosan bila harus berduaan terus dengan kakak kan! "


ujar Mike.


"tidak! bukan seperti itu, kamu ini jangan asal bicara, maksudku kalo kalain ikut, pasti akan lebih seru! " jawab Niken.


"baiklah, aku akan pergi setelah kalian pergi. " ujar Mike.


"heemmm, baiklah kalian boleh kembali ke kamar kalian masing-masing, sebentar lagi Novak akan kembali!" ujar Niken sambil melihat jam tangan nya.


baru saja Mike dan Rissa membuka pintu bermaksud keluar dari kamar tersebut, Novak sudah berdiri di hadapan pintu.


"Tuan muda! " sapa Rissa sambil membungkukan badannya memberi hormat pada Novak.


"kalian rupanya di sini? "


Mike hanya menyender di daun pintu menggaruk kepalanya yang tidak berasa gatal.


"masuklah dulu, aku mau berbicara dengan kalian berdua! " ujar Novak kepada Mike dan Rissa.


Niken pun menatap Novak dengan penuh pertanyaan dalam hatinya.


"kamu juga sayang, duduklah sini. " ujar Novak setelah dia membuka jas nya dia duduk di sofa menyuruh istrinya duduk di sampingnya. Rissa dan Mike duduk di hadapan mereka.


"Mike jangan main-main lagi, sekarang kakak sudah menikah sebaiknya kamu putuskan kapan meneruskan kuliah mu? " tanya Novak kepada adiknya.


"tapi kak! "


"kamu ini, terus saja mengulur waktu."


aku tau kalian saling mencintai, dan kamu juga Riss, sebaiknya ikut kuliah dengan nya, awasi dia sekalian! " jika dia berbuat bodoh! kamu sendiri yang tanggung akibatnya. "


"tapi tuan, aku. "


"tidak ada tapi tapi! " kamu harus kuliah setelah kalian selesai kuliah aku akan pikirkan lagi tentang kalian selanjutnya. "


ternyata Novak menyuruh mereka berdua masuk untuk membicarakan tentang masa depan Rissa yang harus mengikuti Mike untuk kuliah.


"Tuan saya benar-benar berterimakasih atas kebaikan kalian kepada ku. "


"baiklah kak, aku akan pergi setelah kalian selesai bulan madu. "


"kau ini! " bentak Novak dia pun melihat ada yang tidak beres setelah melihat Niken menempelkan telunjuk di bibirnya, setelah Mike berbicara tadi.

__ADS_1


"uuuhhh, dia ini untung saja tidak keceplosan! " gumam Niken sambil memalingkan pandangan nya ke arah yang tidak menentu.


Novak pun menatap istrinya penuh kecurigaan. " Nike, lihat mataku. " ujar Novak.


"heemmm, " kenapa? " tanya Niken terbata.


"apa rencana kalian? " tanya Novak.


"bubukan apa-apa! " jawab Niken.


"Mike katakan sama kakak, apa kalian berencana menganggu bulan madu kami? " tebakan Novak tepat sasaran, membuat Mike tidak bisa berkata apa-apa hanya gelagapan mencari alasan yang akan masuk akal, tapi sayang Novak bisa membaca situasi tersebut.


Niken dengan mengendap-endap ingin pergi dari samping Novak, " SETTT! Novak memegang tangan Niken.


"kalian berdua pergilah, nanti kita bicarakan lagi soal kalian. " ujar Novak menyuruh Mike dan Rissa untuk keluar.


Niken hanya mengigit bibir bawahnya sambil duduk kembali pelan di sisi suaminya, wajah nya berpaling tidak berani menatap suaminya.


setelah Mike dan Rissa keluar dari kamar itu, Novak membalikan badan Niken.


"heemmmmm,, tidak berani menatap ku? " ujar Novak yang melihat wajah Niken menunduk dan memejamkan matanya.


"aaku," ucapan Niken berhenti karena Novak memgecup bibir Niken dengan tiba-tiba, membuat mata Niken terbelalak membulat karena terkejut.


" dan sekarang istriku berniat membodohi ku, heemmm! " ujar Novak setelah melepaskan ciuman pada istrinya, "tadi itu hukuman karena kamu sudah berani membodohi ku dengan mengajak Mike dan Rissa ke tempat bulan badu kita. "


tidak lama Novak pun menghubungi Ken, menyurhnya untuk menyiapkan semuanya.


Niken menganggukan kepalanya dan pergi ke ruang ganti.


\*\*\*\* Cerita sebelumnya\*\*\*\*


"Tuan, anda memnaggil saya? " ujar Ken yang berdiri di depan meja kerja Novak di dalam kantor Shinoda.


"duduk lah. " jawab Novak.


Ken pun duduk seperti yang di perintahkan Tuan nya.


"apa yang di katakan istriku tadi? " tanya Novak.


"wanita itu tidak berani menyakiti Nona Tuan, sepertinya mereka hanya berbincang, tapi Nona tidak cerita apa yang di bicarakan nya dengan Jeslyn Tuan. " jawab Ken.


"baguslah, jika dia benar-benar menyakiti istriku, dia akan tau akibatnya! " jawab Novak geram, dia yang mendengar kabar dari Ken tadi bahwa jeslyn menemui Nona Niken di kamar nya.


"dia tau betul kamar itu, karena dulu pernah menemuiku sekali di kamar itu sewaktu aku menghindari nya! " aku juga tidak menyangka dia akan seberani ini mendatangi istriku. " apa dia masih menginap di hotel itu? "


"sepertinya dia sudah cekout Tuan, karena saya lihat tadi dia sudah mengemasi barang barangnya dengan orang setengah permpuan itu! " jawab Ken yang dia maksud adalah asisten pribadinya Jeslyn.


"tapi Tuan, "

__ADS_1


"hemmm, kenapa?


" Nona melarang ku menceritakan hal ini padamu! " saya sudah berjanji dengan Nona Niken bahwa saya tidak akan menceritakan Jeslyn datang ke kamar itu kepada Tuan. "


"hemmm, baiklah, dia sudah berani membohongi suaminya. " gerutu Novak, dia lagi-lagi terkesan oleh sikapnya Niken yang tidak mau melibatkan dirinya dalam hal-hal kecil seperti itu. "dia ini memang terlihat menarik dalam hal-hal seperti ini. "


"bagai mana pun kamu berusaha mandiri, tapi aku sebagai suamimu akan selalu melindungi mu Nike, seharusnya kamu lebih tergantung kepadaku! " gumam Novak dalam hati-Nya, dia tidak rela kalo Niken menyembunyikan hal-hal yang menyakitkan dari diri-Nya.


*** kembali ke cerita awal***


Niken yang sudah selesai mengganti pakaiannya di susul oleh Novak yang sudah berpakaian santai, baru aja Niken mengambil kopernya Novak langsung menghentikannya.


"siapa yang menyuruhmu mengemas pakaian? " ujar Novak.


Niken bengong dengan pertanyaan yang di berikan Novak.


"buuukannnya kita mau pergi ke? "


"Iyah, biarkan saja Ken yang mengemasi barang tersebut, sekarang duduk sini. " ujar Novak.


Niken yang bingung dengan perkataan suaminya, bagai mana mungkin Ken mengemasi pakaian nya? pikirnya.


"tapi sayaang, pakaian ku? "


" sudah biarkan Ken yang mengemasi pakaian mu. "


"tapi pakaian dalam ku? "


"memangnya kenapa dengan pakaian dalam mu? " tanya Novak.


"biar aku saja yang kemas! " pinta Niken yang tidak enak jika pakaian dalam nya juga yang kemas Ken.


"dia ini memang pembangkang. "


Novak pun menarik tangan Niken yang sudah mulai ingin membuaka kopernya maksud ingin memasukan pakaian dalam nya ke koper tersebut.


"bandel yah. " sudah biarkan, Rissa bersama Ken, biar dia yang menyiapkan pakaian mu. " nada bicara Novak mulai meninggi, membuat Niken mengerucutkan bibirnya kesal.


"ayo kita tunggu di bawah aja, biar mereka yang mengurus semuanya, kamu duduk manis aja. " ujar Novak yang kembali melembutkan suaranya karena melihat wajah Niken yang kesal.


dia yang tidak terbiasa di perlakukan manja seperti itu pun merasa serba salah, dia yang selalu melukakan semuanya mandiri hal sekecil itu pun ternyata tidak boleh di lakukannya membuat Niken tidak enak kepada Ken dan Rissa.


Novak memeluk badan Niken mengecup kening Niken dengan lembut.


"muali sekarang kamu jangan lakukan hal sendirian oke, aku ada di sini, suamimu akan mengurus semua tentang dirimu. " bisik Novak membuat Niken ingin menangis karena bahagia di perlakukan seperti ratu oleh Novak.


***Bersambung....


Hai readers, mohon keritik dan saran nya yah, jangan lupa koment dan Like nya....

__ADS_1


Lob You All😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***


__ADS_2