Cinta

Cinta
Bab 41 Rindu


__ADS_3

4 Tahun kemudian


Rangga dan Cinta telah menyelesaikan pendidikannya di pondok xxxxxx. Cinta membuka sekolah TK dan TPA, dan melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi Islam di kotanya.


Rangga melanjutkan pendidikan S 1 nya mengambil bidang studi Bahasa Arab. Rangga berniat kelak ia akan melanjutkan kuliah S2 nya ke luar negeri.


Sementara Muh telah memiliki usaha sendiri, meneruskan usaha ayahnya. Saat ini, ia tengah menyiapkan pernikahannya bersama seorang wanita bernama Citra. Kurang lebih 4 bulan lagi ia akan menikah.


Setelah terlepas dari belenggu Ambar, akhirnya Muh menerima Citra. Ambar telah menikah dengan Leo, karena Ambar mengandung anak Leo. Perjalanan cinta Muh yang begitu rumit, membuat kedua orangtuanya khawatir Muh terpengaruh pergaulan yang tidak baik.


Muh pernah mendekati Cinta lagi, namun Cinta belum bisa menerima Muh. Cinta selalu menghindar dari Muh. Beberapa bulan setelah mendapat penolakan Cinta, Muh menerima permintaan kedua orangtuanya. Ia menerima Citra untuk menjadi istrinya.


Citra adalah anak almarhum sahabat ayahnya. Muh terpaksa menikahi Citra karena keinginan bunda dan ayah. "Menikah tanpa mencintai ibarat makan sayur tanpa garam." Perkataan Muh ini membuat bunda dan ayah ragu akan keputusannya menikahkan Muh dengan Citra.


" Cinta aku yakin suatu saat nanti aku akan memilikimu." Muh bergumam sendiri di kamarnya.


" Aku akan menikahi Citra, tapi aku akan menjadikan Cinta ada dalam bayangan Citra. 😄😄😄" Muh tertawa sendiri


Tiba-tiba Muh terkejut mendengar suara dering hpnya. Citra memanggil.


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumussalam, ada apa Cit?."


" Muh kita harus membatalkan pernikahan ini. Aku gag mau nikah sama kamu. Kamu tau sendirikan aku mencintai Nick. Tolong lah Muh, kita bicarakan sama orangtua kita. "


" Kalau kamu mau batalinnya, yaaaa batalin saja sendiri. Aku sih gag masalah. Kamu pikir aku senang dan bahagia dengan rencana pernikahan ini. Oooohhh no no no!!!"


Muh menanggapinya dengan santai.


" Please Muh, apapun syarat yang kamu inginkan akan aku kabulkan. Come on Muh. Help me. "

__ADS_1


" Okay.. Listen to me! You have to find your replacement to marry me. The condition for a woman must be a pious woman named Cinta. " Muh sudah gila, ia mau membatalkan pernikahan dengan syarat Citra harus bisa menjadikan Cinta sebagai penggantinya.


" Are you crazy. Siapa itu Cinta? "


" Kalau kamu ok dengan syarat yang aku ajuin. Nanti aku kirimkan datanya. "


" Aku minta waktu dua hari. Aku masih di Singapore bersama keluarga Nick. Nanti aku telpon kamu dua hari lagi. " Citra menutup telponnya.


" Aku harus bicara sama Nick. Siapa tau Nick mempunyai solusinya." Citra pun menemui Nick.


" Aaaaahhh semoga Citra menerima tawaranku. Jadi aku tidak usah susah-susah untuk mendapatkan Cinta. " Muh tersenyum penuh kemenangan.


" Aku mau mampir ke rumah Cinta, kangen juga sama guru TK satu ini. Cinta I am coming. " Muh segera mengambil kunci mobilnya.


***


Cinta baru saja masuk ke kamarnya, disusul dengan mobil Muh masuk ke pekarangan rumah Cinta. Mendengar ada suara mobil, Cinta berjalan ke arah jendela.


Muh menekan bel rumah Cinta. Ummi segera membukakan pintu. Ummi terkejut melihat Muh.


" Assalamu'alaikum ummi"


" Wa'alaikumussalam. Silahkan masuk nak. Duduklah dulu, nanti bunda panggil abi ya. "


" Terimakasih ummi. "


Ummi memanggil abi ke kebun belakang rumah.


" Bi, di depan ada Muh. Kita temui dulu yuk. Kasian kalau nak Muh nunggunya kelamaan."


" Abi mau cuci tangan sebentar. "

__ADS_1


Setelah memcuci tangan abi dan ummi menemui Muh.


" Nak Muh sudah lama sekali tidak bertandang kemari. Bawa kabar apa ini?"


Muh menyalami abi.


" Kebetulan lagi cuti 2 hari ini bi, jadi Muh sempatkan untuk bersilaturahim kemari. Abi dan umi gimana kabarnya ?"


" Alhamdulillah umi abi sehat nak. Gimana persiapan pernikahannya? "


"Entahlah bi, Muh merasa belum ragu. Tapi ayah sama bunda selalu memaksa karena perjanjian sama almarhum temannya. "


" Jangan mempermainkan suatu pernikahan, dosa. Mantapkanlah hatimu. "


" Insya Allah bi. " Jawab Muh.


" Ayo kita makan siang bersama, sudah lama kita tidak makan bareng disini. Bunda mau memanggil Cinta dan Aul dulu di kamarnya. Bi, ajaklah Muh nya. "


" Ayo nak. Kita makan siang dulu. Abi juga rindu makan sama-sama seperti dulu."


" Iya bi. " Muh merasa bahagia bersama keluarga Cinta. Suasana yang selalu dirindukan Muh.


Semua sudah berkumpul di meja makan, Muh diminta abi untuk memimpin do'a. Setelahnya mereka makan dengan suasana tenang dan hangat.


Muh selalu mencuri pandang ke arah Cinta. Walaupun Cinta mengetahuinya, ia berpura-pura tidak melihat tatapan Muh kepadanya.


" Masakan ummi selalu enak, buat Muh selalu rindu mau memakannya."


" Kalau kamu ada waktu kosong, hubungi ummi. Kita makan bersama lagi. 😊"


" Insya Allah ummi. "

__ADS_1


Akhirnya, mereka telah selesai makan dan berkumpul di ruang keluarga.


__ADS_2