Cinta

Cinta
Bab 48 Buah Simalakama


__ADS_3

Tak terasa mereka sudah sampai tujuan. Muh membangunkan Cinta.


" Dek bangun, sudah sampai ini. "


" Bentar lagi ummi, masih ngantuk."


Cinta bukannya bangun malah bersandar dipundak Muh dan melanjutkan tidurnya.


" Andai saja kamu bukan calon istri Rangga, malam ini juga aku ajakin nikah kamu Cin. " Batin Muh, ia sedikit deg degan dan takut.


" Gimana ini, kalau bunda bangun nanti bunda salah faham. Tidak dibangunkan nanti kemalaman. Makan buah simalakama ini. "


" Dek, buruan bangun. Kita sudah sampai. " Muh sedikit memperbesar volume suaranya, dan memukul pipi Cinta menggunakan buku kecil yang ada di mobil.


" Abang kamu ngapain, mukul-mukul Cinta?" Bunda memukul pundak Muh.


" Bunda jangan salah faham. Nih anak dari tadi dibangunin tapi gag mau bangun, malah nyandar dibahu abang. Coba bunda saja yang banguninnya. "


" Cinta, bangun nak. Kita sudah sampai. "


Bunda mencoba membangunkan Cinta beberapa kali. Tapi tetap tak bangun juga.

__ADS_1


" idiiih nih anak tidurnya lelap banget. Kasihan juga lihatnya. Ya sudah, kamu sama Cinta tunggu di mobil saja, biar bunda yang ambil bajunya. Ingat !!! Jangan cari kesempatan dalam kesempitan !!! Kalau terjadi apa-apa sama Cinta, bunda laporin sama Rangga. "


" Iya bunda. Abang faham. Abang akan jaga Cinta dan tidak ngapa-ngapain dia. Tapiii, sekarang sebelum turun, bunda tolongin abang mindahin kepalanya Cinta. Tangan abang nanti kesemutan gag bisa nyetir."


Bunda pun mengambil bantal kecil yang ada di kursi belakang, dan membantu Muh menyandarkan Cinta.


" Alhamdulillah, makasih bunda sayang. " Muh merilekskan bahu dan tangannya.


" Bunda jangan lama-lama ya. Ntar abang khilaf nih berduaan saja sama Cinta.😀😀😀" Muh menggoda bunda dengan seringainya yang membuat bunda geram.


" Jangan macam-macam lho bang!"


" Nggaak lah bun, abang hanya guyon kok. "


30 menit kemudian, bunda kembali ke mobil. Betapa terkejutnya bunda, melihat Muh dan Cinta tertidur dengan posisi mesra.


" Abang, bangun. Kita mau pulang, nanti kemalaman di jalan." Bunda menepuk lembut bahu Muh.


Muh terkejut dan terbangun dari tidurnya. Cinta pun ikut terbangun, karena kepalanya terbentur kepala Muh sedikit keras.


" Aduh, maaf dek abang gag sengaja. "

__ADS_1


" Iya bang, sama-sama saling memaafkan. Kita sudah sampai ya bun? "


" 😄😄😄 Kita sudah mau pulang lagi nak. Tadi kamu tertidur nyenyak sekali, bunda gag tega bangunin kamu. Si abang disuruh jagain malah ikutan tidur. Jadi bajunya sudah bunda ambil, sekarang kita pulang. "


Cinta bengong dan masih bingung mendengar penjelasan bunda.


" Kenapa bunda gag bangunin? Cinta kan kalau tidur cepet kok dibanguninnya. "


😄😄😄😄😄 Bunda dan Muh tertawa.


" Maaf ya nak, bunda gag tega banguninnya. " Bunda mengedipkan matanya ke Muh, memberi kode agar Muh menutup mulut dan tidak menceritakan fakta yang sebenarnya.


" Maafin Cinta ya bun. Cinta sudah ketiduran jadi gag bisa nemenin bunda. "


" Gag apa2 nak. Sekarang kita pulang dan kita mampir makan sate dulu ya, perut bunda sudah keruyukan. "


" Hmm ini nih, katanya mau diet. Gagal diet, nanti nyalahin makanannya." Muh menyindir bunda dengan suara sedikit berbisik dengan Cinta.


Cinta tersenyum mendengarnya, bunda mendengar namun pura-pura tak mendengar. 😀


Muh segera menjalankan mobil menuju tempat sesuai keinginan bunda. Bunda terlihat bahagia, karena sebentar lagi akan menikmati makanan favoritnya.

__ADS_1


" Kita sudah sampai bun." Muh mengingatkan bunda yang masih sibuk mengkhayalkan sate kambing dengan kuah kecap pedas manisnya.


__ADS_2