
"tok tok tok"! suara Rissa mengetuk pintu kamar tersebut.
" Rissa sudah datang! " gumam Niken dia beranjak dari tempat duduk nya, sesekali dia melirik ke arah kolam renang yang terlihat suaminya sedang asik di dalam kolam tersebut.
"non anda memangil saya? " tanya Rissa yang melihat nonanya masih memakai gaun pengantin, hati Rissa di penuhi dengan berbagai pertanyaan.
"Riss, tolong bukain reseleting baju ini? " dari semalam tidak bisa di buka! " ujar Niken.
"maksud non, nona tertidur dengan gaun ini? " seru Rissa yang langsung menahan tawa yang terlihat jelas di mata Niken.
"kau! " kamu menertawai ku? "
" bukan non, ma'af, jadi tuan Novak tidak bisa membuka reseleting ini? "
"heemm.
Rissa akhirnya tersenyum geli, membayangkan wajah Novak yang kesal karena gaun pengantin ini.
" jangan tertawa! nanti suamiku melihat mu! "
"ma'af, ma'af non. " kalian berdua memang lucu, masa gara-gara reseleting ini kalian gagal malam pertama! " gumam Rissa dalam hatinya, dia membayangkan keduanya yang gagal malam pertama.
"cepatlah, buka in, aku sudah tidak tahan ingin pergi mandi dari semalam aku kegerahan! " ujar Niken.
"baiklah non, saya akan coba! "
dengan hati-hati Rissa pun mencoba membuka reseleting gaun nona nya.
tidak sampai berapa menit Rissa sudah berhasil membuka reseleting gaun tersebut.
"non lihat lah ini, bagai mana bisa terbuka karena masalahnya ada si sini! " ujar Rissa sambil memperlihatkan seuntai benang yang tergulung di dalam reseleting tersebut.
"aaahhh, mungkin karena aku terlalu keras membukanya.. " jawab Niken.
"terimakasih Riss, ya sudah kamu kembali lah ke kamar mu, aku temui kamu nanti di loby ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu! " ujar Niken dia pun menyuruh Rissa untuk kembali ke kamar nya.
"baiklah non. " silahkan.
"ooh Iyah Riss, mulai sekarang jangan panggil aku nona! " panggil aku kakak! " ujar Niken.
Rissa langsung mengentikan langkahnya seketika, " mana berani non, tolong jangan menyuruh saya begitu! " saya! "
" sudah sudah jangan bantah, pokonya aku mau kamu memanggil ku kakak! " ingat itu jika tidak aku akan menghukum mu! " lagian kamu ini sekarang kekasihnya Mike, adik ipar ku, jadi sudah semestinya kamu memanggil ku kakak! "
__ADS_1
"tapi non? "
"sudah, kamu kembali ke kamar sana, aku mau mandi! "
"baik non! " dengan terpaksa Rissa mengiya kan perkataan Niken, dan berlalu keluar dari kamar tersebut.
Niken pun bergegas memasuki kamar mandi, setelah membuka gaun pengantinnya dia memanaskan air untuk berendam. dia hanya memakai handuk yang melingkar di tubuhnya.
sementara di kolam renang Novak sudah selesai dan beranjak memasuki kamar mandi, dari pintu yang berbeda tetapi mengarah kamar mandi yang sama.
"jegrek," pintu kamar mandi pun terbuka.
sepontan membuat Niken terkejut, tangan nya yang memegang handuk pun terjatuh, membuat tubuh polos nya terpangpang jelas di mata Novak.
Novak mematung melihat pemandangan yang indah di hadapannya.
setelah bebrapa saat Niken tersadar dan buru-buru berusaha menutup bagain penting tubuhnya dengan kedua tangan nya.
Novak tersenyum, perlahan menghampiri istrinya, Niken makin gugup dan merasa sangat malu, dengan keadaan nya seperti itu.
Novak yang hanya memakai celana ketat khusus renang pun mendekati badan Niken makin mendekat sehingga tubuh polos istrinya terasa begitu hangat di rasakan nya.
"sekarang mau apa lagi? " bukan salah ku kalo aku mengahhabisi mu sekarang, karena salah mu menggoda suaminya di pagi pagi begini? " bisik Novak di telinga Niken yang sengaja bisikan tersebut di hembuskan di telinga istrinya.
mencium wajah istrinya dengan lembut, turun ke bibir sehingga tidak bisa di tolak, membuat Niken membalas ciuman itu dengan lembut, Novak pun menyalakan shower oleh tangan kirinya sehingga air dari shower itu jatuh membasahi tubuh keduanya.
Novak dengan lembut dia mambasuh tubuh istrinya, mengambil sabun mandi dan menggosokan nya di badan istrinya dengan lembut.
setelah kedua nya selesai membersihkan diri Novak yang sudah tidak tahan dengan keadaan tersebut pun membopong tubuh istrinya ke atas ranjang, menciumi seluruh badan istrinya tanpa tersisa.
membuat Niken bergeliat kenikmatan beberapa kali, perasaan nya terasa terbang keluar angkasa, sampai akhirnya ada benda asing yang merangsak masuk ke sela-sela antara pangkal paha nya, sesaat terasa sakit bercampur nikmat yang di rasakan Niken. persatuan antara dua insan dalam balutan kasih sayang pun telah berhasil mencapai puncak kenikmatan Cinta mereka.
setelah beberapa saat, akhirnya keduanya terlukai dengan lemas, Novak memeluk tubuh isterinya rasa bahagia campur aduk di hati Novak, dia benar-benar tau istrinya memang masih benar-benar virgin belum tersentuh oleh laki-laki lain, membuat rasa cinta Novak bertambah semakin kuat.
"terimakasih sayang," bisik Novak.
Niken yang menahan perih di bagian tertentu nya meringis menahan perih.
"apa sakit syang? " Novak terbangun karena melihat ekspresi wajah dari istrinya itu.
dia melihat kebagian inti istrinya, terlihat bercak darah di atas seprai membuat Novak benar-benar bahagia.
"ayo kita mandi," bisik Novak dia pun membopong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
" uuuh Tuhan perih sekali! " rasanya badanku tidak bisa bergerak! " Niken yang merasakan perih di area pribadinya meringis, di tambah badan nya yang terasa kaku.
"sayanggg kamu kenapa? " tanya Novak yang khawatir karena melihat wajah Niken yang meringis.
"tidak apa-apa, jawab Niken sambil menutup wajah nya. "mungkin karena ini pertama kali nya, jadi seluruh tubuhku seperti menjadi kaku. " jawab Niken lagi.
"tidak apa-apa, mungkin kamu tadi terlalu tegang, kamu rileks aja, nanti setelah berendam di air hangat badan mu tidak akan kaku lagi. " ujar Novak sambil memasukan badan Niken di bathtub yang sudah terisi air hangat tadi oleh Niken.
sedangkan dia sendiri berduri di bawah shower dan mulai membersihkan dirinya.
Niken lagi-lagi masih merasa canggung dengan keadaan seperti itu.
setelah selesai membersihkan diri Novak memakai handuk yang di lingkar kan di pinggangnya, dia tau raut wajah istri nya yang belum terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
"hahahahah! " Novak tertawa dia berjongkok di pinggir bathtub mengelus rambut Niken.
"kenapa tertawa? tanya Niken.
" lucu, ucap Novak sambil memang ujung hidung istrinya, "bukan apa-apa sayang. " cepat bersihkan dirimu nanti kamu masuk angin, apa mau aku yang membersihkan tubuhmu lagi? " tanya Novak sengaja membuat pertanyaan seperti itu karena sikap Niken yang masih malu-malu dengan diri-Nya.
"tidak tidak! aku bisa sendiri! " jawab Niken yang buru-buru menjawab pertanyaan suaminya.
Novak tertawa lagi geli.
"baiklah, tubuh mu sudah tidak apa-apa? "
"heemmm aku sudah baik-baik saja. "
sana. " pinta Niken sambil mendorong pelan badan Novak sedangkan dia masih di dalam bathtub.
Novak pun pergi ke ruang ganti, sedangkan Niken berdiri dari bathtub nya menuju tempat shower dia pun membersihkan diri-Nya.
butuh sedikit waktu untuk Niken membersihkan dirinya, setelah dia yakin Novak sudah tidak berada di ruang ganti, dia pun pelan pelan masuk ruang ganti menuju lemari, setelah dia lihat di dalam lemari pakaian tersebut, Niken sangat terkejut, karena lemari tersebut penuh dengan pakaian diri-Nya yang terlihat masih baru semua.
"kenapa banyak sekali pakaian di sini? " apa dia berniat tinggal selama nya di hotel ini! " pikir Niken.
Niken membuka lemari satunya, dan betul saja dia lihat pakaian Novak juga yang sudah tertata rapih di lemari sebelahnya.
setelah mengambil salah satu gaun berwarna hijau muda, Niken pun mengeringkan rambutnya memakai pelembab wajah, memakai rias wajah tipis tipis.
terlihat memancarkan kecantikan yang alami di wajahnya.
***Bersambung....
__ADS_1
Hai readers apa kabar kalian hari ini, semoga selalu sehat. jangan lupa untuk terus mendukung karya ini dengan melike, koment, vote nya yah. dan terimakasih kepada kalian yang sudah meninggalkan jejak dukungan kalian. lob you semuanya 😘😘😘❤❤❤❤***