Cinta

Cinta
tersenyum puas


__ADS_3

di sebuah room make-up seorang gadis terus saja mengingat suara seseorang yang dia tidak asing dengan pemilik suara itu.


"kenapa aku tidak asing dengan suara itu? tapi tidak mungkin itu dia! " kemana perginya si culun itu? gumamnya dalam hati, Sarah mengingat seorang gadis culun di desanya. karena setelah kejadian di taman tersebut dia tidak pernah melihat Niken atau mendengar kabar soal Niken. "gadis itu menghilang seperti di telan bumi! " pikirnya.


"Nona! sebentar lagi giliran mu untuk tampil? " ujar seorang kru dalam acara peragaan busana di sana.


"nona!" teriaknya lagi, karena Sarah masih bengong dalam duduknya.


"i~yah!" jawabnya terkejut.


"apa yang kau pikirkan nona? " teriak Nori yang baru saja sampai ke tempat tersebut.


"dari tadi di panggil-panggil! " ujar Nori kesal.


"maaf tuan, saya lagi memikirkan seseorang! " jawab Sarah.


"jangan memikirkan apapun! profesional lah sekarang giliran mu untuk tampil, bersiap-siaplah" ujar Nori. sedikit membentak Sarah, membuat Sarah begitu malu karena di lihat oleh beberapa kru dan model lain. wajahnya memerah karena menahan marah.


"baiklah tian. " jawab Sarah sambil berdiri, beberapa orang merapihkan gaun dan make-up nya.


"bagus, cepatlah berdiri di belakang model itu! " ujar Nori memerintahkan Sarah untuk berdiri di belakang model lain yang sudah bersiap-siap berjalan di pentas peragaan busana.


di sebuah kursi Niken memberi intruksi kepada seorang kru, untuk memulai acara fashion shownya sekarang.


beberapa wartawan sudah siap-siap di posisinya masing-masing untuk mengambil gambar dari sisi yang terbaiknya.

__ADS_1


Mike menatap Niken dengan rasa kagum, kecantikan Niken semakin hari semakin mempesona pikirnya, Novak yang duduk di sebelah Niken dia mencoba melihat di sekeliling tempat tersebut, dia mencari pria yang bertemu di dalam lift tadi.


"syukurlah orang itu tidak terlihat! " semoga saja dia mendengar perkataan ku tadi! " gumam Novak dalam hatinya.


sebuah musik untuk mengiringi model-model Catwalk sudah di nyalakan, Niken berdiri untuk meninggalkan tempat duduknya menuju backstage.


"aku akan meninggalkan kalian sebentar, " ujar Niken kepada kedua orang tuannya dan Novak yang sedang duduk dalam satu table bersamaan di sana.


"heemmm, " jawab Novak dengan dehem.


"pergilah Nike! " jawab Simon dan Meryyssa bersamaan.


Nori yang sedang menunggu Niken di backstage sambil berbicara kepada bebrapa model nya untuk segera memulai perannya masing-masing.


Nori menarik tangan Sarah untuk keluar dari barisan model lain.


"ada apa? " ujar Sarah.


"apa kau yang bernama Sarah Anderson? " tanya Niken.


"Iyah saya. " jawab Sarah


"heemm, kamu model yang bermasah itu bukan! " tanya Niken yang sengaja membuat Sarah untuk tidak tampil dulu di peragaan busana di malam itu.


"maafkan saya, tapi saya sudah menandatangani kontrak dengan tuan Nori! " jawab Sarah merasa yakin, dia bisa tampil di sana sekarang karena Nori lah yang telah mengajak dirinya kembali ke dunia modelnya.

__ADS_1


"untuk seorang model yang melanggar peraturan! akan ada sangsi yang harus dia lewati sebelum kembali tampil! " ujar Niken sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Nori. Nori hanya mengikuti perkataan Niken.


"maksud anda? " tanya Sarah.


"lepaskan gaun itu, dan mulai lah hukuman mu! " ujar Niken.


"kamu berikan dia kostum itu! " perintah Niken kepada slah satu krunya di sana, untuk memberikan sebuah baju yang lain kepada Sarah.


"nona, itu kan kostum untuk seorang penata lemari! " ujar Sarah yang kaget melihat sebuah seragam yang dia tau, seragam tersebut adalah seragam seorang penata lemari di perusahaan tersebut.


di dalam dunia fashion hal atau pegawai tersebut juga sangat penting, pegawai tersebut di tugaskan untuk menata lemari baju atau aksesoris yang tertata secara rapih di tempatnya.


"kenapa? apa kamu tidak ingin melakukan itu! " sebenarnya, hukuman tersebut hanya sementara agar kamu bisa lebih menghargai pekerjaan mu! " ujar Niken.


"lagi siapa yang akan mempekerjakan mu sebagai modelnya, jika keslahan yang pernah kamu buat dulu telah mencoreng dunia modelling, Sarah Anderson! " Niken menekankan perkataannya, memberi peringatkan kepada Sarah Anderson bahwa tidak akan ada orang lain dari dunia fashion yang akan mempekerjakan model bermasalah seperti diri-Nya.


Sarah Anderson tertunduk lemas, hatinya begitu kesal dan marah kepada wanita di hadapannya, rasanya ingin sekali dia berteriak memaki Niken, tapi apa boleh buat gadis di hadapannya itu merupakan bos di tempat tersebut.


dengan kecewa Sarah mengikuti perkataan Niken, dia mengambil seragam yang di berikan oleh seorang kru di sana.


" mulai sekarang haragilah sebuah pekerjaan mu nona Sarah! " ujar Niken sambil tersenyum puas.


"ini balasan mu, karena Ayah mu telah membuat keluargaku susah! " Sarah Anderson yang dulunya sangat sombong, siapa menyangka dirimu akan menjadi pelayan di perusahaan ku! " gumam Niken dalam hatinya, dia mentap Sarah yang sudah mengenakan kostum yang ia berikan..


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2