
setelah 8 jam di udara peswat pun mendarat dengan mulus di salah satu bandara internasional di Negara A.
Novak yang melihat Niken masih terlihat lesu karena mimpi yang di alaminya tadi, dia pun membopong tubuh istrinya menuju kendaraan yang khusus di bandara tersebut, beberapa orang kepercayaan keluarga Shinoda sudah siap menunggu mereka di bandara.
Niken yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya bukan nya senang malah mencoba melepaskan diri dari gendong an suaminya.
"jangan begini, malu! " pekik nya.
"sudah diam saja, nurut sekali-kali napa! " ujar Novak.
Ken yang melihat kejadian tersebut hanya tersenyum tipis, sedangkan Kim si pilot dan dua pramugari hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Tuan nya.
wajah Niken serasa tebal karena malu di perlakukan seperti itu oleh Novak.
"lepasin coba, aku masih bisa jalan sendiri! " bisik Niken.
"aku tidak mau melepaskan, kenapa? " Novak bales berbisik di telinga Niken, akhirnya Niken mau gak mau dia melingkarkan tangannya di tengkuk suaminya karena takut terjatuh.
satu persatu anak tangga dari atas pesawat di turuni oleh Novak, mobil sedan hitam sudah menunggunya di bawah, satu orang yang merupakan supir mobil mewah tersebut sudah membukakan pintu untuk Tuannya.
setalah sampai di bawah Novak menurunkan Niken di jok belakang kemudi, "duduklah! " sebentar aku masuk. " ujar Novak sambil melepaskan badan Niken dengan lembut.
dia pun bergegas menghampiri Kim, Niken melihat Novak memberi arahan kepada Kim dan Ken.
setelah itu dia kembali ke dalam mobil duduk bersebelahan dengan nya.
"ayo pak, kita jalan. "
"baik Tuan. " supir tersebut pun mulai memasuki sedan mewah tersebut.
"sayang, barang-barang kita? "
"sudah jangan pikirkan itu, Ken akan mengurus nya. " ujar Novak.
"jalan pak! "
"baik Tuan. " mobil pun melaju meninggalkan pangkalan udara tersebut menuju jalan raya yang cukup padat dengan kendaraan.
"ma'af Tuan, jam segini memang jam nya macet. " mohon anda bersabar. " ujar pak sopir tersebut kepada Novak.
"tidak apa-apa pak, santai aja! "
"Nike, apa kamu lapar? "
"hemmm aku lapar sekali, tadi di peswat aku tidak selera, sekarang malah berasa sangat lapar. " jawab Niken yang memang perutnya sudah terasa perih karena belum terisi nasi sedikit pun dari di dalam pesawat tadi.
"heemm, baik lah," pak kita cari restauran terdekat ya. "
"baik Tuan, kalo tidak salah beberapa kilo meter di depan ada restauran yang cukup terkenal Tuan. " apa mau berhenti di sana? "
"baiklah pak, di sana. "
__ADS_1
"baik Tuan. "
setelah bebrapa saat akhirnya sampai di restauran yang di maksud.
"silahkan Tuan, "
si bapak supir tadi membuka kan pintu untuk Tuannya.
Novak pun turun bersama Niken, "cukup bagus juga restauran nya. " ujar Novak kepada pak sopir tadi.
"betul Tuan, ini yang punya orang yang berasal dari negara Tuan. "
"Ooow, pantas gaya nya mirip dengan restauran restauran di sana. "
"ayo sayang. "
Niken dan Novak pun bergegas memasuki restauran tersebut, sedangkan si bapak sopir menunggu di mobil.
setelah mereka selesai dengan makanan nya, Novak membayar bill yang di berikan oleh pelayan restoran.
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah tempat yang di mana terlihat hamparan lautan di sepanjang mata memandang.
terlihat di pesisir pantai tersebut berjejer kapal Speedboat.
"jiiiahhh sudah sampai kita. " ujar Novak.
Niken menatap keluar, dan di salah satu kapal speedboat tersebut Ken sudah berdiri memegang kendali kapal speedboat itu.
Niken yang baru pertama kali menaiki kapal speedboat merasa sangat gugup.
dia pun hanya berdiri menatap kapal tersebut.
"hey, kok malah bengong, mau ikut si bapak kembali? " ujar Novak yang menggoda istrinya, untuk kembali ke dalam mobil dengan si bapak tadi.
"tiiidaak, aku. "
"jangan takut, sini pegang! " Novak mengulur kan tangannya untuk di pegang Niken.
matahari di upuk barat sudah mulai memancarkan cahaya jingga terang membuat pemandangan langit yang begitu indah.
Niken yang tidak bergerak dari berdirinya membuat Novak tidak sabar akhirnya dia pun sekali lagi membopong badan Niken untuk menaiki speedboat tersebut.
"Tuan hati-hati, teriak Ken!" yang melihat Novak hampir saja terpeleset karena Niken yang meronta kesal.
"dia ini kenapa sih, suka banget mengangkat tubuh orang sembarangan! " gerutu Niken dalam hatinya.
"ini semua karena kamu, untung saja kita tidak jatuh ke dalam sana! " ujar Novak sambil menunjuk ke bawah air laur.
Ken menarik napas lega, lalu tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"kamu yang salah, selalu saja mengangkat badan orang sembarangan! " jawab Niken kesal. dia juga sangat ketakutan jika saja tadi benar-benar terjatuh ke dalam air laut.
__ADS_1
takut bukan berarti air laut itu dalam atau dangkal, hanya saja cuaca saat itu tidak akan mendukung untuk berbasah-basahan.
hembusan angin di sore hari itu cukup membuat kulit mereka merinding karena dingin, tidak bisa membayangakn jika harus tercebur ke dalam air laut tadi.
Ken pun mulai menyalakan mesin speedboat nya, setelah dia yakin Tuan dan nona nya sudah duduk di dalam, tidak ada yang lain di kapal itu hanya mereka bertiga.
Niken yang mulai merasakan guncangan di dalam perutnya merasa ada sesuatu yang ingin memaksanya keluar, dia yang duduk di kursi di bagian dalam bersama Novak melihat dari kaca jendela speedboat tersebut, air yang terlihat di luar menenggelamkan hampir setengah dari jendela speedboat tersebut, membuatnya ketakutan. dia pun terus menatap air laut yang tersapu terbelah oleh hantaman speedboat, lama kelamaan menjadi pusing dan tidak tahan.
"uweeee! "" akhirnya dia memuntahkan semua makanan yang di makan nya tadi.
Novak langsung terkejut melihat Niken yang mabuk, wajah Niken berubah pucat pasi karena menahan mual di dalam lambungnya.
Novak mencoba memijat tengkuk Niken dengan pelan, "kamu mabuk laut Nike? " ujar nya.
Niken yang tidak pernah menaiki kapal laut atau semacamnya pun merasa pusing.
"aku ingin turun? " teriaknya.
"turun bagai mana, ini sudah di tengah lautan. " jawab Novak.
"Tuan, mungkin kalo Nona di atas tidak akan begitu mual, coba di bawa ke atas aja. " teriak Ken yang melihat nona nya mabuk laut, dia pun masih memegang kendali speedboat di depan.
"heemm, " ayo sayang ke atas. " Novak pun menarik tangan Niken untuk mengajaknya ke atas.
"sama aja! aku mau kembali, " rengek Niken yang sudah tidak tahan dengan mualnya.
"tidak sama, di bawah guncangan nya lebih terasa, makanya ayo coba, mau aku gendong lagi? " jawab Novak yang langsung ingin memggendong Niken kembali.
"iyah iyah, baiklah" ayok..!
Niken pun menuruti nya dia dengan tertatih karena lemas pun mengikutinya dari belakang.
"bisa gak sih dia ini tidak selalu mengangkat badan ku! "
"Tuan, ini! " seru Ken sambil melempar benda ke hadapan Novak, dengan sigap Novak pun menangkap benda yang di lempar Ken.
"teteskanlah itu di tengkuk dan idung Nona sedikit, " ujar Ken.
ternyata yang di lempar Ken adalah minyak angin.
"Nike, sini sebentar. " Novak pun mulai meneteskan bebrapa tetes minyak angin di tengkuk istrinya sebelum naik tangga, Niken yang mencium aroma minyak angin pun merampas botol kaca terseut dan menghisap oleh hidung nya.
perasaan segar terasa nyelesep di kepala dan otak Niken.
Novak hanya tersenyum lucu melihat ekspresi di wajah istrinya, mereka pun berjalan menaiki tangga dek atas kapal tersebut.
setelah sampai di atas, Niken melihat pemandangan yang begitu menakjubkan, hamparan air laut yang samar-samar tersorot sinar matahari dari sela-sela awan pun berkilauan.
guncangan yang tadi ia rasakan pun sirna begitu saja, karena keindahan di depan matanya.
***Bersambung...
__ADS_1
Hi readers yang menyukai karya ini, jangan lupa dukung terus dengan cara like koment, vote dan rate nya yah. Lob You Allπππππ***