Cinta

Cinta
Bab 46 Keberangkatan Lampung


__ADS_3

Jum'at malam, sebelum keberangkatan ke Lampung. Keluarga Muh berkumpul di ruang keluarga.


" Abang, dua hari yang lalu papa Citra menelpon katanya Citra sudah menjelaskan permasalahan pembatalan perjodohan mu dan Citra. Saat ini Citra tengah mengandung anak Nick. Orangtua Citra meminta maaf dan terpaksa membatalkan pernikahan kalian. Bagaimana pendapat mu. "


" Kalau Abang mah gampang, tinggal batalin saja. Atau gantiin sama Rangga duluan nikahnya."


" Kamu harus nikah bareng sama Rangga." tegas bunda.


" Maksudnya apa bun?"


" Pernikahanmu tidak boleh dibatalkan. Kami akan mencarikan jodoh untukmu. Kamu tak boleh menolak. "


" Maksud bunda, abang mau dijodohkan gitu?? " tanya Muh


" Yup, benar banget" jawab bunda sambil mengacungkan dua jempolnya.


" Zaman gini main jodoh-jodohan, aduuuuhhh buuuunnn. Gag mau ah. Abang ingin mencari jodoh abang sendiri, gag perlu di jodoh-jodohin" Jawab Muh


" Seandainya kamu tidak dijodohkan, apakah kamu sudah ada calonnya untuk menggantikan Citra??"


Muh terdiam.


" Nah itulah masalahnya, abang masih memilih Cinta. Abang masih mencintainya. Tapi terserah sama ayah dan bunda sajalah. Abang nurut saja. Biasanya sih pilihan orangtua itu terbaik. Asal jangan sudah punya orang saja seperti Citra😁😁😁 " Muh menjawab pertanyaan bundanya sambil tertawa.


" Insya Allah pilihan bunda kali ini tidak salah. Ia seorang wanita shalehah pokoknya kamu tak mungkin menolaknya. Insya Allah kamu akan bucin sebucin bucinnya sama dia. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„." Bunda tertawa dengan percaya diri.


" Abang jadi sedikit curiga lho bun, gag biasanya bunda tertawa seperti itu. Jangan aneh-aneh deh bun. "


" Tunggu saja tanggal mainnya, kami akan memberitahukan namanya satu minggu sebelum undangan disebarkan. " Bunda mengedipkan matanya ke arah ayah dan Rangga.

__ADS_1


" Terima sajalah bang, adek saja percaya sama pilihan bunda. Alhamdulillah, bunda tidak salah pilih. Pilihannya tepat sesuai dengan keinginan adek. Thank you so much ayah dan bunda ku. 😘". Rangga mencium ayah dan bundanya.


Muh terdiam, ia terbayang wajah Cinta seorang wanita yang ia cintai akan berdampingan dengan Rangga adiknya.


" Baiklah bun, abang menerimanya. Adek Rangga benar, Insya Allah pilihan orangtua adalah baik. Abang menerima perjodohan ini."


" Abang mau istirahat dulu, mau menyiapkan tenaga untuk besok pagi. Assalamu'alaikum."


".Wa'alaikumussalam."


" Adek juga mau istirahat juga. Pergi bersama calon pengantin membuat adek gag bisa tidur nih. Adek mau nelpon calon adek dulu. Assalamu'alaikum bunda, ayah. " Rangga sengaja sedikit mengeraskan suaranya agar Muh mendengarnya.


Muh mendengar apa yang dikatakan Rangga. Ia merasa sedih, cemburu dan marah. Namun Rangga berusaha pura-pura tidak mendengarnya.


****


Keesokan paginya, semua sudah siap untuk berangkat. Mereka pun berpamitan dengan orangtua Cinta.


Rangga mendapat kesempatan pertama mengendarai mobil. Ia mengendarai dengan kecepatan sedang. Muh sibuk menulis sesuatu di hpnya.


Ia menulis diary di hpnya.


" Ya Allah, mantapkanlah hatiku menerima perjodohan kukali ini. Semoga wanita pilihan orangtuaku kali ini adalah jodoh yang terbaik dari Mu untukku. Walaupun sampai saat ini aku sama sekali tak mengetahui nama, wajah dan keluarga calon istriku. Namun aku berusaha percaya pada pilihan orangtua."


" Dek, kita mampir di Rumah Makan XXXX sebelum memasuki tol. Kita makan dulu, setelah itu baru melanjutkan perjalanan."


" Siap ayah."


" Abang mu kenapa diem saja dari tadi, lagi bertapa kamu Muh??" tanya bunda kumat usilnya.

__ADS_1


" Abang lagi merenungi calon istrinya bun. 😁😁😁. Bunda siiih, gag ngasih sinyal sama sekali mengenai calonnya abang. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„" Rangga ikut-ikutan nyeletuk.


" Sabar bang, gag usah dilamunkan dan dibayangkan. " ayah pun yang biasanya diam, kali ini ikut meledekin Muh.


" Sepertinya kalian senang sekali membuat hati dan jiwa abang galau. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„." Muh menanggapi perkataan keluarganya dengan guyonan juga.


" Calon istri abang yang duduk dibelakang. Jangan banyak melamun yaaa? Doain calon suamimu ini, bisa mengendarai mobil dengan selamat 😁😁😁"


" Lebaayyyyy " teriak Muh.


" Aaaalaaahhh dulu abang juga gitu, bucin sebucinnya ya bun. " πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Rangga tertawa mengejek abangnya.


" Rangga, bawa mobil jangan banyak main-mainnya. Bahaya." Ayah mengingatkan Rangga.


Muh memutar shalawat, semua menjadi lebih adem. Semuanya pun ikut bershalawat. Suasanan menjadi tenang, perjalanan menjadi menyenangkan.


Tak terasa mereka sudah sampai di Rumah Makan XXX sesuai dengan request ayah.


Rangga memarkirkan mobilnya. Rangga dan Muh membukakan pintu untuk ayah dan bundanya. Kemudian menyusul Cinta dan Aul.


Tak sengaja mata Muh dan Cinta bertemu pandang, mereka sama-sama gugup dan tersenyum kaku.


Rangga pura-pura tak melihat kejadian tersebut. Ia mengajak Aul menuju RM dan menyapa Cinta.


" Ayo Cin, gag usah lama-lama pandang-pandangannya." Rangga mengajak Cinta dan Aul memasuki Rumah Makan.


Muh merasa tidak enak, ia menyusul Rangga.


" Gag usah cemburu lah, mandang dikit saja gag boleh." Bisik Muh ke Rangga.

__ADS_1


" Mandang banyak juga gag apa- apa bang, kan janur kuningnya belum terbentang. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ biasa aja kali baaaanggg." Rangga membalas bisikan Muh dengan suara biasa. Muh menjadi malu.


__ADS_2