
Satu bulan telah berlalu, Cinta dan Muh makin romantis. Muh sangat protektif menjaga Cinta, Cinta terlihat bahagia bersama Muh.
Ting tong ting tong
Cinta yang kebetulan berada di ruang tamu segera membuka pintu.
" Selamat siang, mau bertemu dengan siapa mbak ?"
" Selamat siang, saya Gisel temannya Muhammad Agung. Bisa saya bertemu dengannya ?"
" Silahkan masuk mbak, silahkan duduk. Sebentar ya mbak nanti saya panggilkan Mas Agungnya."
Cinta berlalu dari ruang tamu dan menemui Muh.
" Mas diluar ada tamu, perempuan cantik. Dia nyariin mas. Katanya penting."
Muh yang sedang berbaring di sofa, memeluk Cinta dengan erat.
" Siapapun dia, secantik apapun dia. Hanya Cinta yang mas cinta. " Muh mencium bibir Cinta.
" uhhhmmm maaass, di luar ada tamu. Kasihan dia menunggu lama. Temuin dulu. Gag enak mas."
Cinta berusaha melepaskan pelukan mu. Namun Muh masih memeluknya erat.
" Mas mau menemuinya tapi ditemenin sama sayangnya mas. Yaaaa .. "
__ADS_1
" Idiiiiih manjanya. Oke... Ayo kita temui dia."
" Kalau dia mantan mas gimana?? Nanti sayang cemburu dan ninggalin mas. Mas tidak mau aahh nemuinnya. Masa lalu biar saja berlalu. Mas hanya ingin menatap masa depan dan menua bersama mu sayang"
" Mas, bersikaplah dewasa. Seorang Cinta tak semudah itu meninggalkan suaminya. Percayalah. Sekarang kita temui dia. I love you, honey." Cinta mencium lembut suaminya.
" Oke lah kalau begitu. Siapa takut. I love you too, my love." Muh berjalan, tangannya tak lupa merangkul pinggang Cinta yang seksi.
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Muh menyapa wanita yang bernama Gisel. Gisel mengangkat wajahnya.
" Gi sel. "
" Ya, aku Gisel mas. Gisel yang telah kamu campakkan tanpa kesan. Tapi itu hanya masa lalu dan aku telah memaafkanmu. "
Gisel menarik napas panjang. Lalu melanjutkan kata-katanya.
" Maksudnya apa mbak." tanya Cinta yang tampak bingung dengan perkataan Gisel.
" Dulu aku dan Agung pernah tinggal satu rumah sebagai sepasang kekasih. Akhirnya, aku mengandung. Saat aku ingin memberitahukan kehamilan ku kepadanya, ternyata Agung sudah kembali ke Indonesia tanpa pamit dan meninggalkan ku begitu saja."
Gisel menarik napas kembali, kemudian melanjutkannya kembali.
" Sempat terpikir ingin menggugurkannya. Aku juga konsultasi dengan dokter obgin , tapi aku takut dengan resiko yang kedengar dari dokter tersebut. Akhirnya, aku memutuskan untuk mempertahankannya. Sampai saat ini aku bisa membesarkan Ghibran. Sekarang aku mau menikah, keluarga suamiku tidak menginginkan Ghibran diantara kami. Aku harap kalian bersedia memberikan kasih sayang yang utuh sebagai orangtuanya. Tapi kalau kalian tidak bersedia, aku terpaksa menitipkannya ke panti asuhan."
" Maafkan aku Gis, apakah kamu punya bukti bahwa Ghibran adalah anakku?" tanya Muh.
__ADS_1
" Kamu tidak berubah Mas. Kamu masih seperti dulu, selalu melarikan diri dari kenyataan. Apakah kau lupa, aku masih perawan saat kamu memaksaku melakukannya? Setelah kepergianmu, aku tidak pernah melakukannya sama laki-laki lain. Bersama Dave calon suamiku saat ini pun, aku tidak pernah melakukannya. Luka dan trauma yang kau goreskan masih membekas disini. ( Gisel menepuk dadanya) Jadi bagaimana? Apakah kalian bersedia menerima Ghibran?" Tanya Gisel.
" Maaf mbak, kami butuh waktu untuk membicarakannya ke keluarga besar. Sebaiknya, kita melakukan tes DNA terlebih dahulu, agar tidak ada masalah dimasa datang terhadap Ghibran. Apabila tes DNA nanti membuktikan Ghibran adalah anak suamiku, maka aku selaku istrinya Muh, akan menerima Ghibran dan menyayanginya seperti anak ku sendiri. Jika tidak, silahkan mbak titipkan Ghibran ke panti asuhan milik keluarga kami, jangan ke panti asuhan yang lain. " Cinta menjawab semua pertanyaan Gisel dengan tegas dan jelas.
" Baiklah, besok aku akan memgantarkan Ghibran kemari pukul 10. Silahkan ambil sampel yang bisa digunakan untuk tes DNAnya. Agar Ghibran tidak curiga, aku akan tetap mengajaknya pulang. Untuk mu mas Agung, lebih baik kamu tidak berjumpa dengannya sebelum tes DNA selesai. Aku tidak ingin membuat Ghibran sedih, karena wajahnya sangat mirip dengan mu. "
" Baiklah, aku permisi. Terimakasih Cinta, atas kebijaksanaannya. "
Gisel beranjak dari duduknya, menuju pintu dan keluar dari rumah Muh diantar oleh Cinta sampai ke mobilnya.
Gisel menjabat tangan Cinta.
" Maafkan aku Cinta, aku terpaksa melakukan semua ini karena Ghibran pun berhak untuk bahagia dan memiliki kasih sayang kalian. Aku percaya kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk Ghibran dan anak-anak kalian. " Gisel memeluk Cinta, setitik air jatuh dipelupuk matanya.
" Insya Allah mbak. Besok kami tunggu kedatangannya." Cinta membalas pelukan Gisel dan tersenyum mengantarkan kepergiannya.
Cinta berjalan ke arah Muh, ia mencoba bersikap biasa saja. Walaupun hatinya sedikit bergejolak.
" Maafkan Mas sayang, ....." Muh memeluk Cinta.
" Aku sudah memaafkan mu mas, lebih baik kita menceritakan masalah ini ke keluarga kita. Setidaknya kita bisa mendapat solusi yang lebih baik untuk kita semua."
Cinta segera menelpon kedua orangtua dan mertuanya. Cinta meminta mereka untuk makan malam bersama di rumah.
Bagaimanakah kelanjutan Rumah Tangga Cinta dan Muh.?
__ADS_1
Apakah pihak 2 keluarga besar bisa menerimanya. ?
Simak terus ceritanya.