Cinta

Cinta
" Traoma dengan kematian ibu. "


__ADS_3

di sebuah bandara internasional Jeslyn sedang bersiap siap untuk menaiki pesawat yang menuju Negara A seperti biasa di temanin oleh asisten pribadinya.


dan di sebuah landasan pribadi, Novak dan Niken juga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Negara A juga, yang menaiki pesawat pribadinya, Ken sibuk menyiapkan segala kebutuhan yang di perlukan untuk di bawa ke tempat yang di tuju.


Niken hanya duduk manis di samping suaminya, tidak lupa juga dia mengirim pesan kepada Mike untuk segera menyusul ke Negara A. sedangkan Novak hanya duduk memperhatikan istrinya.


"kamu tidak usah menghubungi Mike, mereka akan menyusul setelah 3 hari. " ujar Novak yang tau betul keinginan istrinya untuk mengajak Mike dan Rissa.


mata Niken langsung berbinar, " benarkah?" tanyanya senang.


"heemmm, lain kali jika ingin melakukan sesuatu jangan diam-diam dari ku! " heemm! " ujar Novak sambil mencubit hidung istrinya gemas.


"Iyah, Iyah ma'af, aku pikir jika mereka ikut juga akan seru, karena di pulau itu akan sepi jika cuman kita berdua aja. " ujar Niken manja.


"heemmm, aku juga suruh Pak Tua itu ikut dengan ibu mertua! " jawab Novak santai.


"benarkah ayah dan ibu angkat juga ikut? " tanya Niken senang karena membayangkan Simon dan Merryssa juga ikut.


"sayaannng, terimaksih. " ujar Niken sambil mengecup pipi sebelah kiri nya Novak, membuat Novak sangat bahagia karena mendapat hadiah ciuman dari istrinya, dia pun menatap istrinya dengan seksama.


"jika kamu senang, hadiah ini masih kurang, sebelah lagi sini, " pinta Novak sambil menunjukkan pipi sebelah kanan nya, di saat bersamaan Ken menghampiri keduanya membuat Niken mencubit pinggang suaminya.


"Tuan semuanya sudah siap! " ujar Ken sambil menahan tawa di wajahnya, membuat Novak kesal pada Ken.


"kau ini, menganggu saja Ken! " sudah sana jika sudah siap, duduklah di belakang sana jangan ganggu kami! " bentak Novak kesal karena telah kehilangan kesempatan untuk mendapat ciuman dari istrinya.


Ken pun berlalu sambil menyunging kan senyuman tipis di wajahnya.


Novak melihat itu diapun mengambil sebuah botol minuman yang kosong di samping kursi dan ingin melemparkan nya ke arah Ken, tapi Niken dengan sigap menahan tangan suaminya.


"terimakasih Nona. " ujar Ken sambil berlalu kebelakang tersenyum bahagia melihat kelakuan Tuan nya yang kembali ceria seperti sikapnya yang dulu sewaktu sebelum Jeslyn menyakiti nya.


"terimakasih Nona, kamu telah mengembalikan sikap Tuan seperti sedia kala! " gumam Ken dalam hatinya, dia merasa sangat bersyukur karena Niken berhasil mengubah sikap dingin nya Novak selama ini.


setelah beberapa sa'at pesawat pun mulai mengudara, kerena lelah Niken pun terlelap di samping suaminya, Novak menatap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.


"aku akan bahagia dengan melihat mu seperti tadi, tersenyum teruslah untuk ku Nike. " gumam Novak.


dia pun menyelelimuti Niken, dan menghampiri Ken.

__ADS_1


"Ken, apa kau sudah mengatur semuanya dengan baik? " tanya nya kepada Ken setengah berbisik.


"sudah Tuan, semua rencana sudah di atur sedemikian rupa. " Tuan tenang saja Jeslyn tidak akan menganggu kalian di sana. "


"heemmm, bagus lah. " ujar nya.


"oooew Iyah, kau urus juga soal Pak Tua, Mike dan yang lainnya. "


" siap Tuan. " selama beberapa hari tidak akan ada yang menganggu Tuan. "


"bagus Ken kamu memang orang yang bisa aku andalkan. " ujar Novak sambil memegang pundak Ken dan kembali ke tempat semula di samping Niken.


Niken yang sudah terbangun pun bertanya kepada suaminya, " sayang dari mana? " suara nya serah karen masih dalam keadaan mengantuk.


"kamu sudah bangun? " aku habis dari toilet. " apa kamu juga ingin buang air? " jawab Novak.


Niken menggelengkan kepalanya sambil menarik selimut yang menutupi badannya lebih tinggi ke dada.


"apa kamu kedinginan? "


Niken pun hanya geleng, Novak menyenderkan kepala Niken di bahunya. " kalo tidak mau apa-apa tidur lagi aja, perjalan an masih beberapa jam lagi. " imbuh Novak sambil mencium permukaan kepala Niken, mereka berduapun terlelap.


"Nike, kamu tidak apa-apa? " Novak yang terkejut melihat wajah Niken yang penuh dengan keringat pun menjadi panik.


"Tuan, apa Nona tidak apa-apa? " ujar Ken yang mendengar teriakan Niken dan langsung berlari ke arah mereka berdua.


"Rindi! teriak Ken memanggil prambugari yang bekerja di keluarga Shinoda.


" Iyah Tuan," jawab Rindiyani yang bergegas menghampiri Ken.


"cepat bawakan air hangat untuk Nona! " perintah Ken.


"baik Tuan. "


pramugari cantik itu bergegas mengambil air hangat di dapur pesawat.


sedangkan Novak berusaha menenangkan Niken yang napasnya terengah-engah karena mimpi yang di alaminya mengingatkan dalam kematian ibu-Nya.


"Nike tarik napas dan buang perlahan. " pinta Novak.

__ADS_1


Niken pun mengikuti saran dari suaminya, tidak lama kemudian dia menangis karena mengingat kembali kejadian ibu nya yang mati dengan teragis, sebenarnya dia sering bermimpi seperti ini, tapi karena selama ini dia terus menyembunyikan nya dari orang lain.


rasa traoma yang di alami Niken ketika ibu nya mati di saat dia kembali dari sekolah, bayangan itu selalu menghantui dirinya selama ini, tetapi dia selalu mencoba untuk tegar.


kasih sayang ibu nya memang tidak bisa di gantikan dengan siapapun di dunia, tetapi Niken bersyukur dengan adanya kedua orang tua angkat nya yaitu Simon dan Merryssa.


cinta keduanya kepada Niken sudah cukup membuat nya bertahan sampai sekarang, di tambah sahabat nya Nori yang selalu ada di setiap Niken butuhkan, sekarang bertambah orang yang sangat memperdulikan dirinya yaitu Novak suaminya..


rasa perih karena kehilangan sudah sedikit teriobsti atas kehadiran orang-orang di samping nya yang menyayangi nya.


tidak lama kemudian Rindi membawa segelas air hangat dan menyerahkan nya kepada Novak.


"Tuan, silahkan! " ujar Rindi.


"terimkasih Rin. " kamu boleh kembali duduk. "


Rindi pun beranjak pergi dan duduk kembali di kursinya, beda dengan Ken yang masih mengkhawatirkan Nona nya.


Novak pun memberikan air hangat tersebut kepada Niken, setelah meminum air hangat Niken barulah bisa sedikit tenang, tangan nya yang terguncang hebat tadi, sekarang sudah mulai normal kembali.


Niken tertidur kembali sambil memegang ujung selimut di tangannya.


Ken memanggil Novak untung berbicara sedikit menjauh dari Niken, "ada apa Ken? " tnaya Novak.


"Tuan, aku rasa Nona mempunyai traoma di masa lalu nya. " saran dari saya, Semoga Nona bisa terbuka dengan masalahnya itu Tuan. " agar hatinya merasa lega dan tidak terbebani. " saran Ken membuat Novak begitu sakit, selama ini hanya dia yang selalu cerita masalah nya kepada Niken, sedangkan dia tidak pernah menanyakan masa lalu yang sebenar-benarnya tentang Niken.


"baiklah Ken, akan ku coba membuat dia bicara tentang masalah yang menganggunya." thank you atas saran mu Ken. " ujar Novak sambil memegang kembali pundak Ken.


Ken hanya manggut sedikit dan tersenyum kecil kepada Tuan nya.


Novak pun kembali ke samping Niken, mengelus kepala Niken dengan lembut.


...dia pun melihat Arloji di tangannya, " sebentar lagi sampai, syukurlah. " gumam Novak. ...


"kasihan kamu sayang, sampai sebegitunya kamu menderita, mungkin masalahku tidak ada apa-apa nya di banding dengan masalahmu. "


apa yang membuat mu sampai setakut ini? "


***Bersambung....

__ADS_1


Hi readers dukungan mu adalah semangat ku, jadi jangan lupa untuk kasih bintang 5, like, dan koment nya yah***....


__ADS_2