Cinta

Cinta
itu dia!


__ADS_3

Felicya histeris dia menyesal meninggalkan Romi sendiri di kamarnya, dia terus memanggil manggil nama kekasihnya itu. Rissa yang menyaksikan kejadian tersebut sungguh terbawa suasana dia pun merasakan apa yang di rasakan Felicya, sebagai sesama perempuan.


Rissa tidak lama dia menghubungi keluarga Simon, mereka sangat terkejut setelah mendengar berita dari Rissa, terlebih Merryssa, Romi sudah sangat lama menemani dirinya dengan setia, karena kesetiaan nya itu Romi sudah seperti anaknya sendiri.


begitu juga dengan Niken, dia langsung menuju rumah sakit di antar Novak setelah mendengar berita tersebut.


Felicya yang terlalu sedih dia pun tidak sadarkan diri di samping mayat Romi, Rissa yang melihat Felicya terkulai ke lantai dia langsung menyuruh suster untuk memeriksa keadaan Felicya.


tidak berapa lama Niken dan keluarga sudah berada di rumah sakit tersebut, beberapa pertanyaan dari Novak pun mencecar Rissa.


Rissa menjelaskan apa yang terjadi di sana sewaktu dia sampai di ruangan di mana Romi di rawat.


Niken dan Novak semakin yakin, bahwa kejadian ini memang sengaja ada seseorang yang ingin melenyapkan Romi. terlebih setelah mendengar penjelasan Rissa bahwa ada seorang dokter yang memeriksa Romi sebelum kejadian.


Ken, yang baru saja sampai di sana memeriksa CCTV yang berada di lorong-lorong rumah sakit tersebut.


benar saja, seseorang yang berpakaian seperti dokter memasuki ruangan inap Romi, Felicya yang keluar setelah dokter tersebut datang dia duduk mondar mandir di depan ruangan tersebut, sampai setelah Rissa datang ke sana Felicya masih duduk di lorong di depan ruangan Romi di rawat.


"kemana dokter itu pergi? " kenapa aku tidak melihat dia keluar dari ruangan itu"? tanya Rissa kepada Ken, yang dia juga ikut memeriksa CCTV di sana.


"mungkin dia keluar lewat jendela di ruangan tersebut setelah dia melihat mu datang di sana! " jawab Ken.


"sepertinya dia keluar lewat ruangan sebelah, fokus ke ruangan dua sisi ini! " pinta Ken yang menyuruh seseorang mengarahkan ke CCTV sebelahnya.


"aneh tidak ada yang keluar dari sana! " tanya Rissa.


" tidak mungkin, pasti terlihat di suatu tempat di rumah sakit ini! " periksa terus." pinta Ken.


di ruangan lain, Merryssa memeluk Niken mencoba mengingat kan Niken untuk hati-hati ke depannya, karena mungkin seseorang telah mengincar keluarganya dengan sengaja.


di sebuah gudang rumah sakit, seseorang telah mengganti pakaian nya, dia sengaja mengganti pakaian tersebut untuk menghilangkan jejak kejahatan nya.


sambil tersenyum penuh kemenangan dia berjalan ke parkiran membayangkan sebuah pernikahan yang di damba damba nya selama ini.


"kamu adalah wanitaku sekarang! " gumam pria misterius yang berada di dalam mobil di sebuah parkiran rumah sakit, dia menatap sebuah Majalah THE Fashion edisi lawas, yang di situ terdapat poto seorang model cantik.


"mulai sekarang kamu akan menjadi milik ku! " gumam nya lagi sambil mengelus wajah dari poto tersebut.


Simon memanggil pihak kepolisian, untuk menyelidiki prihal kematian Romi yang sengaja ada orang yang menyamar sebagai dokter untuk memeriksa Romi tetapi di dalam ruangan tersebut bukan nya memeriksa Romi tetapi sengaja memutus selang infus dan membuat Romi kehilangan nyawanya.

__ADS_1


semua pintu keluar rumah sakit di jaga ketat oleh pihak kepolisian setelah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria memakai seragam dokter yang memasuki kamar rawat Romi, Ken dan Rissa bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkap pria tersebut.


memang agak sedikit sulit karena dokter gadungan tersebut menutupi wajahnya dengan masker.


beberapa pihak bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memeriksa ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Romi di rawat.


satu orang pasien yang di rawat di sana terpaksa mendapat pertanyaan dari salah seorang pihak kepolisian, sayang di sayangkan orang tersebut tidak melihat ada seseorang yang memasuki ruangan tersebut.


"aneh pria itu menghilang tanpa jejak, di seluruh CCTV yang terlihat hanya di depan lorong sebelum memasuki ruangan Romi! " ungkap Ken kepada polisi yang memeriksa di ruangan sebelah tersebut.


"tuan, mungkin kah dia turun ke lantai bawah? " ucap salah satu dokter di rumah sakit tersebut.


"kemana saja arah yang dapat di lalui? " tanya pihak kepolisian.


"itu menuju gudang! " jawab dokter tersebut.


"kalian periksa gudang tersebut! " perintah kepala Kepolisian yang menangani kasus tersebut.


" baik Dan. " jawab dua orang polisi lain nya yang merupakan anggota dari polisi tadi.


Ken pun mengikuti dua orang anggota polisi yang di tugas kan memeriksa gudang rumah sakit tersebut.


"sial! bagai mana aku bisa keluar dari rumah sakit ini? " apa mereka sudah mengetahui wajah ku! " gumam nya, dia yang memang sudah tau akan terjadi hal seperti ini sebelumnya.


"bagai mana ini! " bagai mana pun cara nya aku harus keluar dari rumah sakit ini! " mungkin mereka belum mengetahui dengan pasti diriku!" aku harus cepat sebelum mereka menemukan bukti! " gumam nya.


beberapa anggota kepolisian sedang memeriksa semua orang yang keluar dari rumah sakit tersebut.


orang tersebut terus memikirkan cara supaya bisa lolos dari pemeriksaan dan berhasil keluar dari rumah sakit tersebut.


Ken dan dan dua orang anggota kepolisian mereka sudah sampai di ruangan gudang tepat di bawah ruangan Romi di rawat.


mereka memeriksa semua sisi di gudang tersebut.


"lihat lah ini! " teriak Rissa yang dia juga ikut serta bersama Ken.


Ken dan dua orang anggota polisi tersebut menghampiri Rissa.


"orang itu sudah mengganti pakaian nya di sini! " itu artinya dia keluar dari gudang ini. " ujar salah satu anggota polisi di situ.

__ADS_1


"baiklah kalo begitu, lihat lah CCTV nya dari pintu ini. " usul Rissa.


salah satu anggota kepolisian memerintahkan anggota yang lain nya untuk memeriksa rekaman CCTV yang mengarah ke arah lorong depan gudang tersebut.


"apa sudah menemukan orangnya? " tanya polisi yang berada di dekat Ken, polisi tersebut menghubungi anggota lain lewat radio monitoring.


"baiklah kami segera kesana! " jawabnya sambil berjalan menuju ruangan monitoring CCTV yang berada di rumah sakit tersebut.


Ken dan Rissa mengikuti dua orang kepolisian.


sesampainya di ruangan tersebut, satu orang anggota kepolisian berteriak, "binggo! " teriaknya.


"apa kau mendapatkannya? " tanya salah satu polisi yang berjalan di depan Ken dan Rissa.


"ini tuan!" ujar polisi yang memeriksa rekaman CCTV tersebut, memperlihatkan nya kepada Ken.


"baguslah, pasti dia belum keluar dari rumah sakit ini! " ujar Ken.


"sebarkan wajah pria itu ke seluruh anggota! " perintah salah satu polisi di sana.


tidak menunggu berapa lama wajah dari pria tersebut sudah tersebar ke seluruh anggota kepolisian yang berada di sana.


bertepatan dengan pria tersebut yang sudah berada di pintu keluar rumah sakit tersebut, dengan kendaraan nya.


dia mencoba mengelabui polisi di sana dengan berdalih, habis menjenguk salah satu kerabat nya yang di rawat di rumah sakit tersebut.


satu orang polisi yang jaga mendapat pesan gambar di ponselnya, gambar tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah wajah dari dokter gadungan yang melenyapkan nyawa Romi.


tepat sekali, dia membuka pesan tersebut di hadapan pria yang bersangkutan.


betapa terkejut nya polisi tersebut, dia langsung berteriak.


"hentikan dia!" teriaknya kepada polisi yang memeriksa pria tersebut.


pria tersebut membaca gelagad dari polis yang lainnya yang berteriak.


secepat kilat dia menginjak pedal gas kendaraannya, dengan kecepatan tinggi sehingga mendobrak plang pintu keluar rumah sakit tersebut, satu orang pihak kepolisian terseret karena memegang kerah baju pria tersebut, untuk menahannya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2