
Ken meminta izin kepada Novak Shinoda untuk cuti beberapa hari. Novak sedikit keberatan karena bagai mana pun tidak ada orang yang bisa di andalkan di kantor nya kecuali Ken.
"jika kamu ingin cuti tolong kamu ajarkan dulu kepada Nancy untuk mengurus pekerjaan mu sementara ini! " ujar Novak kepada Ken kala itu mereka sedang makan malam di rumah kediaman Shinoda.
"baiklah tuan, besok saya akan memberikan beberapa tanggung jawab saya kepada Nancy, untuk sementara. " jawab Ken.
"baiklah, aku tidak tau kamu tidak biasanya meminta cuti seperti ini? " tapi aku harap tidak ada yang tidak beres dengan mu Ken! " ucapan tuannya membuat Ken sadar, selama ini dia tidak pernah meminta cuti untuk pekerjaan nya, walau pun dia sangat kelelahan tapi dia selalu berusaha untuk selalu bekerja dengan maksimal.
"aku harap urusan saya segera teratasi dan kembali bekerja dengan tenang tuan. "
ujar Ken.
"sebenar nya apa masalah yang sedang kamu hadapi Ken, beri tahu aku, dan siapa tau aku bisa membantumu! " tanya Novak yang penasaran, karena Ken tidak memberi tahu masalah apa yang sedang di hadapi Ken sehingga dia harus bercuti beberapa hari, sedangkan Ken sendiri dia tidak ingin memberi tahu tuan nya bahwa dia ingin mencari bukti ketidak bersalahannya Felicya.
"tidak usah tuan, terimkasih. saya bisa mengatasi semuanya, nanti setelah semua nya jelas, saya akan memberi tau mu tuan. " ujar Ken lagi.
" ya sudah lah, urus urusan mu sampai selesai, dan masuklah setelah semuanya beres! " ujar Novak yang malah memberi izin kepada Ken untuk menyelesaikan semua urusan Ken sampai selesai.
Novak sadar sudah berapa lama orang kepercayaan nya itu tidak pernah libur, dia selalu standby di saat dirinya membutuhkan Ken, jadi menurut nya wajar jika dia memberi libur Ken beberapa hari ini.
setelah perbincangan merek selesai, Ken bergegas berpamitan kepada Shinoda, begitu pun dengan Novak dia masuk kamar tidur nya untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat melelahkan.
Ken mengendarai kendaraan nya, dia menuju suatu tempat yang di mana tempat tersebut berada di pesisian pantai di kota tersebut.
sesampainya di halaman sebuah rumah tua yang cukup besar di daerah tersebut Ken mengamati penghuni di dalam rumah tersebut.
terlihat semua lampu di dalam kediaman tersebut sudah gelap, bertanda semua penghuninya sudah terlelap dalam mimpi mereka.
Ken pun pergi meninggalkan tempat nya itu, untuk mencari sebuah penginapan di daerah tersebut, dan akan melanjutkan rencana nya besok pagi.
__ADS_1
di sebuah panti asuhan di kota lain seorang pengurus panti sedang menatap sebuah poto anak laki-laki, nama orang pengurus panti tersebut adalah Ny. Beak.
"anak ku, kamu masih terlalu muda untuk meninggalkan kami selamanya, sekarang tidak ada lagi yang akan mendatangi Ibu mu ini!. kamu orang yang berbeda dengan anak-anak lain nak. gumam hati Ny, Beak. ternyata yang dia tatap adalah poto masa kecilnya Romi.
yah, panti tersebut adalah tempat Romi dan Felicya di besarkan.
Ny. Beak tidak menyangka bahwa yang di alami kedua anak asuhnya itu membuat dirinya tidak percaya.
"Felicya tidak mungkin membunuh Romi, mereka sangatlah saling menyayangi sehingga tidak bisa di pisahkan dari kecil. tapi bagai mana mungkin polisi memvonis Felicya membunuh Romi ku. " Ny. Beak terus saja dia memikirkan kejadian yang menimpa kedua nya.
"gadis malang, kamu pasti sangat kehilangan Romi di tambah kamu malah di tuduhkan membunuh nya" Ny, Beak terus berbicara dalam hatinya sampai dia tertidur di kursi yang berada di kamar nya sambil memegang poto masa kecil kedua anak tersebut yaitu poto Romi dan Felicya.
ke esokan harinya Ken terbangun pagi-pagi sekali, dia memakai baju olahraga untuk berlari di pesisir pantai di daerah tersebut, sambil bermaksud ingin menemui penghuni di rumah tua yang tadi malam dia lihatnya.
sesampainya di halaman rumah tua tersebut Ken melihat seorang gadis kecil yang bersiap-siap untuk berangkat kesekolah di antar oleh Ny. penghuni rumah tua tersebut.
Ken berpura-pura memonter pemandangan di daerah dekat rumah tersebut, yang memang berdekatan dengan pantai di daerah situ, jadi penghuni di rumah tersebut sudah terbiasa melihat beberapa pengunjung yang berlalu lalang di sekitar dekat halaman rumah nya.
Ken mendekati pria tua itu yang berjalan ke arah samping rumah nya, yang di situ terdapat tumpukan kayu.
"tuan, selamat pagi. " sapa Ken dengan tidak menunjukan ekspresi mencurigakan.
"selamat pagi anak muda. " jawab pria tua itu.
sudah terbiasa dengan pengunjung atau turis yang datang ke tempat itu untuk jadi pertanyaan tentang pekerjaan si bapak tua itu.
"nama saya Romi, boleh kah saya mendokumentasikan pekerjaan bapak ini? " tanya Ken kepada bapa tua itu, dia berpura-pura tertarik dengan pekerjaan bapak tua tersebut.
"nak Romi, silahkan." ujar bapak tua tersebut, yang memang sudah terbiasa dengan hal tersebut.
__ADS_1
bapak tua tersebut memulai pekerjaan nya dengan memitong beberapa potongan kayu dengan kapak nya. Ken pun memotret bapak tua tersebut dari berbagai sisi yang berbeda.
setelah cukup meyakinkan bapak tua tersebut Ken mencoba mendekati bapak tua dengan mengajak berbincang bebrapa hal.
"Pak bolehkah saya mencoba ini? " ujar Ken meminta bapak tua itu memberikan kapak nya kepada dirinya.
"silahkan anak muda, " jawab si bapak sambil tersenyum tidak ada kecurigaan dalam hatinya sedikit pun.
Ken pun meraih kapak yang di pegang oleh bapak tua itu, dia mencoba meniru apa yang di lakukan bapak tua tadi. terlihat mudah di mata Ken tadi melihat bapak tua melakukan pekerjaan nya, setelah dia coba tidak ada satu kayu pun yang berhasil dia belah dengan kapak tersebut.
si bapak tertawa melihat apa yang di lakukan Ken.
"nak Romi, pekerjaan seperti ini tidak cocok untuk anda. " ujar nya sambil berdiri menghampiri Ken menepuk pundak Ken.
"bisakah bapak mengajari saya! " tanya Ken yang berpura-pura tertarik untuk belajar membelah kayu tersebut.
pria tua tersebut memandang Ken, meyakinkan perkataan dari anak muda di hadapannya.
"ini pekerjaan mudah nak, tidak harus memerlukan otak yang pintar, ini hanya memakai trik dan tenaga yang kuat! " jawab bapak tua tersebut kepada Ken, sambil meraik kapak yang menancap di atas kayu.
"ku mohon ajari saya Pak. " pinta Ken dengan memohon bapak tua tersebut untuk mengajari dirinya.
"baiklah anak muda, lihat lah ini. ini tidak terlalu sulit! " jawab bapak itu sambil mengulang kan kapaknya ke arah sebatang kayu yang dia senderkan di atas kayu lain.
Ken memperhatikan dengan seksama apa yang di lakukan bapak tua itu.
"yosss aku pasti bisa! " boleh saya mencobanya kembali? teriak Ken penuh semangat terlihat oleh bapak tua itu, sehingga membuat dirinya tersenyum dengan tingkah anak muda di hadapannya.
*Bersambung....
__ADS_1
❤❤❤❤❤
untuk yang selalu membaca karyaku, semoga kalian semua selalu bahagia. Love love love love you, 😘😘😘😘*