
seorang dokter yang memeriksa Novak heran, bagaimana bisa ingatan pasiennya itu tidak ada kemajuan sama sekali.
"aneh! padahal aku sudah memberinya resep obat yang terbaik? tapi kemajuan ingatannya malah semakin menurun! ada apa ini? " batin dokter sambil melihat iba kepada pria malang di hadapannya.
"bagaimana keadaannya dok? " tanya Syam yang kala itu duduk di dekat Novak.
"apakah dia meminum obatnya dengan benar? " tanya balik dokter tersebut.
"heemm, dia rutin meminum obatnya dok. " saya lihat sendiri. " jawab Syam, yang bingung dengan pertanyaan dokter tersebut.
dokter tersebut tidak menjawab dia hanya terdiam menatap pria malang di hadapannya, dia pun menarik napas panjang.
"ada apa dok? " tanya Novak dan Syam bersamaan.
"tidak apa-apa, mungkin ini sebaiknya anda mengunjungi tempat-tempat yang sering anda kunjungi dulu, siapa tau itu bisa membantu Anda untuk mengingat kembali semuanya? " ujar dokter tersebut.
"baiklah dok, saya akan mencoba membawa Tuan Novak ke berbagi tempat yang sering ia kunjungi dulu. " jawab Syam.
"baiklah kalo begitu, saya akan resepkan obat yang berbeda dari sebelumnya. " uajr dokter tersebut sambil menulis resep di sebuah kertas yang akan di berikan kepada Syam.
di kediaman Shinoda, Ken yang sudah siap-siap pergi untuk menemui Jeslyn, dengan mengendarai mobil sedan hitamnya yang biasa dia pakai dulu bersama Novak.
sedangkan Jeslyn dia masih terjebak kemacetan di jalanan menuju Apartementnya.
dia mencoba menghubungi Syam beberapa kali, tapi Syam yang lupa mengisi daya ponselnya sehingga tidak bisa di hubungi.
"ada apa ini? " tidak seperi biasanya mati seperti ini! " apa dokter itu sudah datang atau belum! " batin Jeslyn tidak tenang.
"bagaimana ini? " Jangan-jangan dokter itu memberikan resep obatnya Novak ke pada Syam.! " aaarrrhhggg! " . "bruuukkk! "
Jeslyn yang tidak pokus dia menabrak kendaraan yang ada di depannya, membuat pemilik kendaraan tersebut berhenti di tengah kemacetan dan keluar.
"tok! tok! tok!! seorang pria tampan mengetuk kaca mobil Jeslyn yang dia tabraknya tadi.
" buka nona! " teriaknya.
dengan terpaksa Jeslyn keluar dari dalam kendaraannya.
"maafkan saya Tuan, saya salah. " ujar Jeslyn.
pria tersebut memandang Jeslyn, dia tau betul wanita di hadapannya adalah seorang model.
"nona sebaiknya anda menepi" jika tidak, kecelakan berikutnya akan terjadi, jika anda menyetir dalam keadaan tidak pokus seperti ini. " ujar pria tampan berbadan tinggi bermata biru tersebut.
mau tidak mau Jeslyn pun menepikan kendaraannya bersamaan dengan pria tadi.
berbeda dengan Ken yang sudah hampir sampai di apartementnya Jeslyn, karena dia memakai rute yang berbeda dengan Jeslyn.
***** cerita seblemunya****
"Ken, sebaiknya anda mengunjungi nona Jeslyn Aurora, karena aku pikir dia menyembunyikan sesuatu? " ujar Pak Moriis kala itu setelah membereskan peralatan bayi di kamar Niken.
"maksudnya menyembunyikan apa ya Pak? "
"entahlah, saya merasa dia mempunyai masalah atau? "
__ADS_1
"atau apa? "
"sebaiknya kamu kunjungi dia, dan lihat atau tanya asistennya, mungkin dia tau sesuatu! " ujar Pak Moriis.
"baiklah Pak, tadi juga Tuan Muda Mike menyuruhku seperti itu! "
"sebaiknya aku selediki dulu! " jika itu benar aku sendiri yang akan memberinya pelajaran? " batin Pak Moriis.
"kenapa dia meminta maaf dengan nona! " apa sebenarnya dia tau keberadaan Tuan Novak? " dan kenapa juga dia berkata seperti itu di dalam mobilnya! "
ternyata insting Pak Moriis begitu tajam, setelah obrolan Niken dan Jeslyn tadi. wajah Jeslyn langsung gugup setelah Niken bilang kalo Novak di sekap seseorang.
________________________________________________
"Syam, rasanya aku ingin berenang, badanku teasa gerah sekali! " ujar Novak kepada Syam.
"baiklah sayang, ayoo kita ke bawah! " ujar Syam sambil menjentikan jari-jari tangannya dan berjalan menuju kamarnya.
"heemmm."
"dia terlihat sangat berbeda, kasihan, dulu dia mana mau berenang di kolam renang umum begitu! " batin Syam.
sedangkan Ken yang sudah sampai di apartementnya jeslyn, dia langsung memasuki lift menuju lantai paling atas.
di dalam, Syam bersama Novak sudah siap-siap keluar menuju lift.
jalan dari kediaman Jeslyn ke lift cukup memakan waktu beberapa menit.
Syampun menekan tombol lift untuk menuju lantai 8, yang di mana di lantai tersebut terdapat kolam renang, cafe, dan Foodcourt lainnya. di situ terdapat dua kolam renang setelah lantai dasar tepatnya di taman apartement tersebut.
"tingg"! pintu lift terbuka bersamaan dengan pintu lift sebelah yang di naiki oleh Ken.
alhasil diapun tidak melihat keberadaan Novak yang begitu dekat dengan dirinya bebrapa jengkal.
Ken menuju lorong tempat Jeslyn tinggal, sesampainya di sana dia beberapa kali menekan bell pintu, tetapi tidak ada jawaban.
"apa aku tlp dia saja? " tidak tidak! aku akan memberinya kejutan. " pikir Ken.
diapun mengurungkan niatnya untuk menghubungi Jeslyn.
"aku lihat di lantai 8 tadi ada cafe, heemmm sebaiknya aku tunggu di sana." batin Ken, dia yang melihat tulisan di dalam lift tadi, bahwa di lantai 8 gedung itu terdapat cafe.
dia pun berjalan menuju lantai 8 gedung tersebut, sesampainya di Cafe Ken memesan coffee late yang biasa dia minum, dan membawanya ke bagian luar cafe yang terdapat tempat duduk di ruangan terbuka.
"ternyata disini juga ada kolam renang! " batin Ken.
sedangkan Syam sudah mulai menceburkan diri di dalam kolam dengan berteriak, "yiiihuuuyyy!" Novak yang masih bersiap-siap di atas kolam pun tertawa melihat kelakuan Syam.
beberapa menit kemudian diapun menyusul Syam, "Syam ayo kita bertanding! " ujarnya.
"baik! " siapa takut! " dia tidak tau, kalo aku jago berenang! " heh. " batin Syam, dia menganggap remeh kemampuan Novak.
dengan tanpa basa basi, Syam naik kembali mensejajarkan diri dengan Novak, "yooosss, 1,2,3" byuuurrrr! " mereka pun mulai menceburkan diri mereka masing-masing.
mengayun kaki dan tangannya sekuat tenaga, untuk mengalahkan lawan.
__ADS_1
sampai di tengah-tengah kolam, telinga Novak terasa berdenging, kepalanya terasa berat matanya mendadak gelap, berbagai memori bermunculan.
berbagai teriakan dari orang-orang terdengar di telinganya!" aaauuu, tolong! " tolong! " aaauuu! "
ayunan tangan dan kaki Novak mulai melemah, badannya mulai tenggelam ke dasar kolam.
"ayo, yeeesss aku menang! " teriak Syam yang sudah sampai di finish.
diapun melihat kesamping, Novak belum juga muncul, di lihat di belakangnya juga tidak ada tanda-tanda Novak di permukaan air kolam.
"hey, jangan bercana! " kau lari kemana? " teriak Syam, yang berpikir dia Novak mengerjain dirinya dan naik ke atas kolam.
"tolong! tolong! tolong! " ada yang tenggelam. " teriakan seorang wanita dari dalam kolam renang sambil menunjuk ke arah tengah kolam.
Ken yang mendengar teriakan tersebut pun dengan sigap, dia langsung berlari keluar dari cafe tersebut dan menceburkan diri ke arah wanita tadi menunjuk.
tidak berapa lama Ken sudah meraih badan orang yang tenggelam tersebut, dia pun menyeret nya keluar dari dalam air.
"tuan, tuan! jangan bercanda, dimana kau! " teriak Syam dia pun keluar dari kolam renang tersebut bermaksud untuk mencari Novak, diapun tidak menghiraukan ada seseorang yang tenggelam.
"mati aku! jika sampai kehilangan Novak, habislah aku! " batin Syam.
Ken yang sudah berhasil mengangkat tubuh korban, diapun meletakan di samping kolam, setelah itu dia mengatur napas membuangnya ke arah samping samping.
setelah dia berbalik.
"seeettt! " matanya menatap korban yang baru saja di selamatkan nya, matanya membulat, bibirnya melongo.
berulang-ulang dia menggusik matanya dan menatap ulang pria yang baru saja di selamatkannya.
"Tuan!" teriaknya tidak percaya.
"aku sedang tidak bermimpi kan! " batin Ken, sambil mencubit tangannya sendiri.
"aawww! sakit. " artinya ini nyata! "
"tuan bangunlah, sykurlah! " Ken pun dengan terbawa emosi dia memeluk tubuh tuannya.
sampai akhirnya dia meletakan kembali Novak di lantai, menekan dadanya berulang-ulang, karena belum sadar juga dia memberi napas buatan dari mulut.
"maafkan aku tuan! " batin Ken.
Syam yang melihat kejadian tersebut pun dari sela-sela orang yang mengerumuni Ken dan Novak. berlahan dia mundur sambil menutup mulutnya syok.
"Ken! kenapa dia bisa! " Jess aku harus menghubungi Jeslyn. " diapun bergegas berlari meninggalkan tempat tersebut.
sedangkan Ken masih berusaha membuat Tuannya sadar.
"syukurilah, aku menemukanmu tuan! " Tuan muda bangunlah! " teriak Ken.
setelah beberpa kali memberikan napas buatan Novak masih tidak sadarkan diri, akhirnya Ken menghubungi Ambulance dan membawa Novak ke rumah sakit..
Bersambung....
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat selalu ya, terimaksih atas dukungan kalian.
__ADS_1
salam dari penulis kacangππ
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***