
setelah selesai merapihkan diri Niken keluar dari ruang ganti, hidungnya mencium bau sedap makanan sepertinya seseorang sedang memasak, membuat perut Niken keroncongan karena bau tersebut.
" perutku lapar sekali! " siapa yang memasak, Rissa? " pikirnya. Niken pikir yang memasak adalah Rissa.
setelah Niken berjalan ke arah dapur yang berada di samping kolam renang di kamar Presidential tersebut Niken melihat suaminya sedang asiik menata hidangan di atas meja makan.
"sarapan sayang, sini aku sengaja membuat ini untuk tuan putri! " ujar Novak.
"ternyata dia bisa memasak? "
Niken menatap wajah suaminya kagum.
"ini semua? " tanya Niken.
"hemmm, kenapa kamu pikir suami mu ini tidak bisa menyiapkan sarapan untuk istrinya? "
"tidak, maksud ku kenapa tidak pesan di bawah aja! "
"hari ini tidak ada yang boleh menganggu kita di sini! " jadi semua keperluan Ken sudah siapkan semuanya. " jawab Novak.
"apa! " dia hanya mau di dalam sini seharian sepanjang hari! " huuuhhh! " membosankan! " pikir Niken yang membayangkan harus seharian di dalam kamar tersebut membuatnya sudah bosan.
"hey, kenpa bengong, ayo sini makan sarapan mu! " ujar Novak yang tersenyum puas melihat raut wajah istrinya yang terlihat bosan.
Niken pun bergegas ke meja makan, karena perutnya sudah mulai keroncongan dia pun duduk untuk bersiap menyantap hidangan yang di sediakan suaminya.
"sayaanng, " ucap Niken lembut kepada suaminya yang duduk di samping nya.
"heemmm, Novak hanya menjawab dengan dehem.
" apa benar kita hanya akan di sini sepanjang hari? " tanya Niken memastikan perkataan suaminya tadi.
Novak tersenyum dalam hatinya, dia sengaja berkata seperti tadi hanya ingin menggoda istrinya.
"jangan tanya lagi, makan dulu sarapan mu! "
Niken dengan patuh mengambil salah satu hidangan yang di siapakan suaminya itu, bibirnya sedikit mengerucut karena perkataan suaminya.
sedangkan Novak tidak menghiraukan nya, dia asik menyantap sarapannya.
dia yang masih memakai handuk kimono, beda dengan Niken dia yang sudah memakai dress rapih karena dia pikir ada yang harus di bicarakan dengan Rissa soal pekerjaan di lobby nanti.
setelah selesai dengan sarapannya, Novak kembali duduk di sofa di ruangan tamu membuka laptopnya. Niken membereskan sisa makanan di meja makan dengan memasukan nya ke dalam lemari es. dan menyimpan piring kotor di atas westlife.
"jangan mencucinya, biarkan saja. " ujar Novak yang melihat istirinya yang sudah mulai mau mengambil peralatan cuci piring.
__ADS_1
Niken pun patuh, membiarkan piring kotor tersebut di sana.
"duduk sini! " pinta Novak melambaikan tangannya ke arah istrinya dan menepuk sofa tepat di samping nya.
Niken berjalan dengan patuh menghampiri suaminya.
"lihatlah tempat-tempat ini, mana yang kamu lebih suka? " ujar Novak sambil memperlihatkan beberapa gambar resorts di layar laptop nya.
mata Niken langsung berbinar melihat indahnya pemandangan yang ada di gambar laptop tersebut.
"indahnya." gumamnya.
"apa ini? " tanya nya yang belum paham maksud dari suaminya.
"kita akan pergi ke salah satu tempat ini? " mana yang kamu lebih suka? " ujar Novak sambil membelai rambut istirinya yang sudah mulai duduk di sampingnya.
"pilih lah tempat untuk bulan madu kita? " kamu suka pergi kemana? " lihat lah beberapa tempat ini, aku akan kembali setelah ganti baju, heemmm. " dan kamu sudah harus putuskan akan pergi kemana! "
"ganti baju? " memilih! " tapi? "
"tidak ada tapi tapi! "
"uurrhhh" Niken hanya mengeluh napas panjang karena kesal. matanya masih tetap melihat-lihat tempat yang harus di kunjungi nya.
"aaaahh, ini kan pulau yang ada di negara A, apa aku ke sana aja?"
"heeemm, boleh juga, sekalian bisa mampir ke makam ibu kan? " jawab Niken.
"baiklah, ayo kita ke sana satu jam lagi siap-siap! " ujar Novak membuat mata Niken mendelik kaget.
" aaap-a? satu jam lagi? "
"Iyah, memang kenapa? apa kamu tidak senang? "
"kenapa mendadak begini? nanti siang aku ada janji sama Rissa untung membicarakan soal pekerja di butik. " jawab Niken dengan santai.
"apa tidak bisa besok" ..
"baiklah tuan putri, besok pagi pagi kita berangkat, ok! "" akhirnya Novak mau tidak mau mengalah dari istrinya. masih dengan posisi kepala di sela-sela pintu.
Niken pun tersenyum melihat kelakuan suaminya itu, "dia selalu mengatai ku pemalu, dia sendiri ganti baju tidak berani melihatkan nya pada kau? " hih apa sebaiknya aku masuk dan mengejutkan dia, uuuh nanti aku di sangka menggoda nya lagi. "
"sayangggg.. " teriak an Novak mengejutkan Niken, yang sedang berbicara sendiri di alam benak nya.
" iiiyaah." Niken pun sepontan bergegas membuka pintu memasuki ruang ganti tersebut.
__ADS_1
"selebb! " tangan Novak tiba-tiba memeluk Niken dari samping.
"kamu sekarang suka senyum-senyum sendiri? apa yang kamu pikirkan? " bisik Novak, membuat wajah Niken memerah.
"apa! jadi dia memperhatikan ku tadi! " gumam Niken.
"kamu!, ujar Niken kesal sambil ingin pergi meninggalkan Novak, tapi tangan Novak menarik tangan nya.
" mau melakukan nya lagi? " bisiknya membuat wajah Niken memerah, dia pun hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat. bagai mana mungkin melakukan nya lagi, yang tadi aja masih berasa perih, pikir Niken.
"ya sudah kalo tidak ingin, bantu aku memakai kan dasi ini." bisik Novak.
Niken membalik an badan nya berniat ingin membetulkan dasi suaminya, tetapi terhadap Novak malah di peluknya badan Niken.
"aku mencintai mu, jangan pernah pergi dari hidupku. " bisik Novak, membuat bibir Niken tersenyum merekah, karena senang.
"huuuh, sebenarnya aku tidak ingin kemana-mana hari ini, tadinya ingin seharian di sini bersama mu, tapi ada hal yang harus aku selesaikan hari ini di kantor. " aku tinggal satu jam ya, tidak apa-apa kan? " sambil masih memeluk tubuh istirinya Novak mencium kening istrinya.
"ternyata dia tadi hanya menggodaku tidak mau keluar, dasar! " gumam Niken.
"hey! " kok malah bengong, kalo kamu tidak ingin aku pergi, aku tidak akan pergi! " ujar Novak sambil mencolek hidung Niken dengan telunjuk nya.
"eeehhh, tidak boleh! jangan di batalkan, jika itu urusan yang sangat penting jangan di tunda. " pergilah, aku masih ada Rissa. " lagi kan aku juga ada urusan dengan Rissa! " jawab Niken, sambil mengikatkan dasi di leher suaminya.
"heehhh! " Rissa lagi Rissa lagi, aku jadi cemburu dengan dia! " yang selalu menempel dengan kamu. " ujar Novak. Niken pun mencubit pinggang suaminya. membuat Novak meringis.
"kamu ini, masa iya sama Rissa aja cemburu? "
"iyah, siapapun yang dekat dengan mu aku akan selalu merasa iri! "
"tapi kan Rissa perempuan syaaanng! "
"heemm, walau dia perempuan tapi dia selalu menempel dengan kamu! " jawab Novak sambil mengambil sebuah sisir di meja rias dan menyisir kan nya di rambutnya.
"iiih dasar aneh! " gumam Niken.
"ya sudah sayang, aku berangkat dulu yah, Ken sudah menunggu di lobby. " baik-baik di rumah. mcuaaahh! " Novak pun berpamitan tidak lupa mengecup kening istirinya.
"Iyah, kamu juga hati-hati! , cepet pulang! "
"uuuh, dia ini memang menggemaskan sekali! " gumam Novak tersenyum senang karena ucapan istrinya yang menyuruhnya cepat kembali.
dia pun keluar dengan menuju lift pribadi di hotel tersebut. Niken mengantar suaminya sampai lift itu tertutup.
***Bersambung...
__ADS_1
haihai readers, seperti yang pernah aku katakan di episode sebelumnya, bahwa Novel CiNtA akan segera berakhir, tetapi jangan lupa untuk mendukung terus karya ku selanjutnya ya! " ada banyak cerita yang lebih seru lagi. semoga kalian terhibur dengan karya-karya ku seterusnya. dukung terus ya, dengan cara melike, koment, nya. Lob You All 😘😘😘❤❤❤❤❤❤,, terimakasih untuk selalu mendukung Novel CiNtA ini***.