Cinta

Cinta
cerita sebelumnya


__ADS_3

sebelumnya satu hari setelah pertunangan Niken, di kediamannya Nori sedang berbincang di teras sambil sesekali tertawa dengan Niken puas, penjelasan dari Niken soal Sarah, membuat Nori yang bersemangat membalaskan kelakuan gadis itu.


"hahaha benarkah? Nike aku lihat di raut wajah Sarah ketika aku memanggil namamu dengan sebutan Niken, wajahnya langsung pucat pasi, waktu itu juga aku tidak tau bahwa dia adalah gadis yang selalu kurang baik kepadamu Nike, "


ujar Nori sambil tertawa kencang membuat suaranya terdengar oleh kedua orang tua angkat Niken.


Simon dan Meryyssa saling tatap di ruang keluarga sambil menggelengkan kepalanya tersenyum, "sepertinya mereka membicarakan hal yang menyenangkan? " ujar Meryyssa tersenyum.


"biarkan saja, namanya juga anak muda! " jawab Simon, sambil mengambil kue ringan yang di sodorkan Meryyssa kepadanya.


"nor, aku ingin dia bekerja di perusahaan ayahku, tapi bagai mana caranya?" ujar Niken.


"heemmm, kenapa kamu ingin dia bekerja di perusahaan mu? " apa aku tidak salah denger? "


tanya Nori heran.


" sebenarnya sih aku ingin dia memahami bagai mana hidup bekerja dengan orang lain, agar supaya dia bisa lebih menghargai orang lain dan apapun pekerjaannya! " ujar Niken, yang berniat untuk merubah sifat buruk Sarah, jangan sampai sifatnya menuruni sifat Ayah-nya.


"aku dengar Ayah ku dan Ayah-nya dulu berteman! tapi karena keserakahan dari Anderson Ayah-nya Sarah, persahabatan mereka pun menjadi permusuhan! " aku juga tidak memahami semua ini? " ujar Niken matanya menatap kosong.


"apa Sarah tau dulu ayah kalian bersahabat? " tanya Nori.


"aku rasa dia tidak tau! " karena dari aku kecil pun dia sudah memiliki kebencian terhadap ku! " jawab Niken mengingat pertama kali pertemuanNya dengan Sarah.


"Nor, Terimakasih kamu telah banyak membantu ku selama ini! " terlebih kamu telah membawa Sarah masuk ke dalam perangkap ku! " ujar Niken, berterima kasih kepada sahabat nya.

__ADS_1


"Iyah! awalnya aku tidak memahami sikap kamu Nike, pertama menyuruhku mengbalikan status Sarah menjadi model, kedua kamu bersikap aneh di hadapan gadis itu. " ke-tiga kamu sekarang menginginkan Sarah bekerja di perusahaan Ayah mu. " kalo jadi aku, aku akan membiarkan Sarah terpuruk di dalam karirnya! "


jawab Nori sambil memicingkan matanya kepada seseorang yang datang ke rumah kediamannya Simon.


"siapa Malem-malem begini bertamu Nike? " tanya Nori sambil berdiri menatap sebuah mobil yang memasuki halaman rumah Niken.


"Mike! " untuk apa dia datang ke sini? " ujar Nori.


Nori pun menatap Mike yang keluar dari dalam kendaraan tersebut.


Mike berjalan menghampiri Niken dan Nori yang duduk di teras halaman rumah, dengan wajah yang masam menatap Niken.


"aku ingin bicara berdua dengan mu! " ujar nya sambil melirik Nori, mengharapkan Nori untuk pergi dari sana.


Niken paham apa yang ingin di bicarakan Mike kepada diri-Nya, dia pun menjawab Mike dan menyuruh Nori untuk segera pulang.


"sudah lah Nor, lagian ini sudah terlalu larut besok kamu akan kesiangan! " ujar Niken setengah memaksa Nori.


akhirnya Nori pun berpamitan kepada keduanya, dan tidak lupa juga berpamitan kepada Simon dan Merryysa di dalam. walau dalam hatinya sangat penasaran dengan pembicaraan Mike kepada Niken.


"Nike! aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat dalam vidio tersebut, aku pikir kamu adalah malaikat yang berwajah cantik, tapi ternyata sikapmu begitu arogan! " ujar Mike sambil menatap Niken kecewa.


Niken hanya terdiam menatap Mike, rasanya ingin sekali berteriak menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dalam vidio tersebut.


"tadinya aku menyukai dirimu Nike! " sampai aku tidak rela kamu bertunangan dengan kakak ku! " tapi sekarang aku lega karena bukan aku yang bertunangan dengan wanita seperti kamu! " kata-kata dari Mike membuat Niken sangat tersakiti.

__ADS_1


"aku juga merasa beruntung karena tidak bertunangan dengan orang yang menganggap diriku seperti yang ada dalam vidio palsu itu! " jawab Niken membuat teka-teki dalam menjawab semua pertanyaan dari Mike.


"apa maksud kamu? " seru Mike.


"tidak! bukan apa-apa. " jawab Niken.


"sekarang aku peringatkan kepada kamu Nike, jangan pernah kamu menyakiti gadis malang itu lagi! " ujar Mike setengah mengancam Niken untuk memperingatkan Niken supaya jangan menyakiti Sarah Anderson.


"jika saja kakak ku tau atas vidio tersebut! " tentunya dia juga tidak akan mau bertunangan dengan gadis seperti kamu! " ujar Mike lagi mengancam Niken.


" kamu tidak memahami apapun tentang diriku Mike! bukan hanya umur mu yang masih muda, tetapi sikapmu juga tidak dewasa! " jawab Niken membuat emosi Mike meluap, mengingatkan perkataan Niken yang tempo hari menolak diri-Nya.


Rissa yang melihat, dari cara mereka berbicara seperti bertengkar, dia pun menghampiri keduanya.


"nona, apa anda tidak apa-apa? " ujar Rissa berdiri di samping Niken menatap Mike yang mentap Niken penuh emosi.


"tidak RIS, aku tidak apa-apa! " jawab Niken.


"tuan muda Mike, sebaiknya anda kembali, karena ini sudah terlalu malam, nona perlu istirahat! " ujar Rissa yang secara tidak langsung mengusir Mike dari sana.


Mike dengan emosi dia pergi meninggalkan Niken dan Rissa memasuki kendaraannya dengan membanting pintu mobilnya, kedua orang tua Niken yang melihat Mike dan Niken seperti bertengkar tadi dia hanya mengawasi putrinya dari dalam rumah saling tatap bertanya dalam hati masing-masing.


"aku tidak menyangka, gadis selugu dia bisa melakukan hal yang memalukan seperti itu! " ujar Mike dalam hatinya sambil mengendarai kendaraannya mencoba keluar dari halaman rumah Niken.


"aku tidak harus menjelaskan apa yang tidak aku lakukan Mike! " jika kamu beranggapan seperti itu, itu akan lebih baik untuk kita! " dengan begitu kamu akan lebih mudah untuk melupakan diriku, dan hanya menganggapku sebagai kakak ipar mu! " gumam Niken dalam hatinya.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2