
satu minggu setelah kejadian tersebut Niken sudah mulai bekerja di perusahaan ayah angkatnya, dia sudah mulai mempelajari beberapa hal di perusahan tersebut, yang tentu saja di dalam dunia fashion.
rapat pemegang saham di dalam perusahaan Shinoda group sedang berlangsung, ada bebrapa orang yang harus Niken kenal dalam pemegang saham tersebut.
Niken memperkenalkan diri kepada beberapa orang penting di dalam perusahaan tersebut.
Niken sebagai pemimpin di perusahaan ayahnya di bidang fashion tentu saja membuat beberapa orang di dalam perusahan tersebut menyambut Niken dengan antusias setelah melihat kemampuan yang di miliki Niken.
setelah rapat selesai, Niken bergegas menghubungi Nori dia mengingat janji pada hari itu, untuk menemui sahabatnya setelah dia kembali dari negara A.
"apa kamu sudah sampai di negara B?" ujar Niken dalam sebuah pesan singkat yang di kirim untuk Nori.
"aku sedang menuju rumah mu, " apa kamu berada di rumah? " jawab Nori dalam pesan tersebut.
"baiklah, pekerjaan ku hari ini sudah selesai, aku tunggu kamu di rumah! " ujar Niken yang memang sedang siap-siap untuk pulang.
satu jam berlalu, Niken dan Nori sudah sampai di kediaman Simon, Niken sampai lebih dulu sebelum Nori karena kantor ayahnya tidak begitu jauh dari rumah tersebut.
"mom, aku pulang," ujarnya sambil memeluk Ibu angkat nya yang sedang bersantai di ruangan keluarga.
"putri mama sudah kembali? " bagai mana pekerjaan mu hari ini? " tanya Merryysa sambil membalas pelukan Niken.
"hem, tidak ada yang banyak Niken lakukan hari ini mom, Niken hanya menemui beberapa orang pemegang saham, dan orang-orang penting dalam perusahaan. " jawab Niken sambil duduk di hadapan Merryysa.
__ADS_1
"baiklah, pelan-pelan saja Nike, mama yakin kamu pasti bisa. " ujar Merryysa memberi semangat kepada Niken.
"heem, Niken menganggukan kepalanya pelan," di mana pap Simon belum kembali mom? " tanyanya yang tidak melihat Simon di ruang kerjanya.
"papa mu masih mengurus beberapa dokumen di kantor bersama tuan Shinoda. " jawab Merryysa.
"Oowh, baiklah mom, Niken ke atas dulu, nanti ada temen Niken yang kesini. "
"baiklah bersihkan dulu dirimu, nanti kita makan bersama teman mu juga ya. " ujar Merryysa.
"baiklah mom, terimakasih. " Niken meninggalkan Merryysa di ruangan keluarga.
***
"Tuan Shinoda, aku akan memberikan semua saham ku kepada putriku, dan tolong urus ini untuk ku. " ujar Simon yang berada di dalam kantor di hadapan Novak Shinoda.
"maka dari itu, saya mohon jika kelak saya tiada bantulah Niken, " ujar Simon.
"aku paham maksud mu pak tua! " kamu menginginkan diriku menjadi saksi tentang semua ini bukan? " aku saran kan carilah beberapa pengacara yang lain. " ujar Novak, yang menyarankan Simon mencari lagi pengacara untuk hal tersebut.
"maksud Tuan Shinoda, pengacara saya tidak baik? " tanya Simon.
"aku ragu, karena aku pernah melihat pengacara mu menemui adik perempuan mu pak tua. " ujar Novak menekankan Simon untuk tidak terlalu mempercayai pengacara yang sekarang di tugaskan oleh Simon! "baiklah kalo begitu, aku akan menunjuk pengacara yang lain! " jawab Simon.
__ADS_1
"aku akan serahkan putri ku kepadamu Tuan, " ujar Simon membuat Novak sedikit kaget untuk sesaat dengan kata-kata pria di hadapannya.
"apa yang di maksud menyerahkan putrinya kepadaku? " pikir Shinoda dalam hatinya.
apa dia akan menikahkan putrinya denganku? "
tambahnya.
matanya menatap Simon dengan penasaran.
walau dalam hatinya berharap hal yang sama dengan pikirannya, tapi Shinoda memastikan perkataan Simon.
"Tuan, aku sudah lancang maafkan orang tua ini yang sembarangan bicara! " ujar Simon.
"benarkan, dia menginginkanku menjadi~. Novak bukan nya menjawab pertanyaan Simon, dia malah berbicara dalam hatinya sambil menatap pria tua itu, rasa senang dalam hati-Nya membuatnya tidak bisa berkata-kata.
" Tuan! " Simon kembali memangil Shinoda yang tidak bereaksi apa-apa.
"heemm! " jawabnya singkat.
"Tuan Shinoda tidak marah, apa artinya dia setuju?" sekarang gantian Simon yang berbicara dalam hatinya.
"sekarang aku tinggal meyakinkan putriku! " ini aku lakukan demi keselamatan nya! " begitulah pikir Simon. dengan dia menjodohkan Niken dengan Novak Shinoda akan lebih aman untuk Niken ke depannya.
__ADS_1
tapi Simon tidak tau, bahwa Novak Shinoda sendiri sudah menyukai Niken dari sebelumnya.
bersambung..