
Niken yang mendengar sebuah nama di panggil oleh Pak Luis koki itu dia teringat sesosok pria yang pernah dia cintai di masa Sekolahnya.
tapi dia langsung berasumsi bahwa Fathur yang tadi mungkin bukan Fathur yang dia kenal, hanya namanya aja yang sama pikir Niken.
di dapur Pak Luis mencoba memperingati Fathur, kalo dia harus bersikap sopan, tidak boleh seperti tadi, yang matanya celakang celinguk seperti mencari sesuatu.
"Pak, sebenarnya saya mencari Tuan pemilik tempat ini! " ujar Fathur.
"untuk apa kamu mencari Tuan? " tanya Pak Luis.
"aku ingin mengucapkan terimakasih pak, karena beliau telah memberikan tempat dan pekerjaan kepada kami. " jawab Fathur sopan.
"ooowh seperti itu, kenapa gak bilang dari tadi? "
"Iyah, ma'af Pak, kalo sikap dan prilaku ku kurang sopan. "
"baiklah, kalo begitu ikut saya. " ujar Pak Luis yang bermaksud ingin mempertemukan Fathur dengan Novak.
koki itu berjalan ke arah Novak yang berada di ruang tamu di ikutin oleh Fathur.
"selamat pagi Tuan Muda. " sapa Pak Luis yang sudah berada tepat di hadapan Novak sedangkan Fathur berdiri di belakang Pak Luis menatap wanita yang duduk di sebelah Novak.
Niken begitu sangat terkejut melihat sosok laki-laki yang berdiri di hadapannya.
"selamat pagi Pak Luis. " jawab Novak sambil berdiri di ikutin Niken.
"Tuan, perkenalkan ini adalah salah satu pegawai di pulau ini, namanya Fathur, maksud saya memperkenalkan dia, karena dia ingin mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Anda. " ujar Pak Luis.
"selamat pagi Tuan dan nyonya, saya mengucapkan beribu terimakasih kepada Anda, karena anda, keluarga ku mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan. " sekali lagi terimakasih. " ujar Fathur, yang sesekali matanya melirik Niken.
dia tidak menyangka, bahwa dia harus bekerja di tempat orang yang pernah dia sakitnya.
Niken yang menatap tajam sosok pria itu, rasanya ingin berteriak dan memakinya, terngiang jelas di telinga Niken sewaktu Fathur mengucapkan kata-kata menjijikkan tempo hari.
"seharusnya anda berterimakasih kepada Tuhan juga, karena Tuhan masih menyayangi anda! " ujar Niken.
perkataan itu terdengar pedas ,Novak dia langsung menaruh curiga dengan pria di hadapannya, bergantian sekarang Novak yang menatap tajam pria itu.
"apa dia orang dari masa lalu mu Nike? " batin Novak.
dia yang tidak pernah melihat nada suara Niken seperti itu pun heran. biasanya, perkataannya penuh dengan lemah lembut.
mata Niken memerah karena menahan tangis,
karena kenangan buruk itu pula dia teringat kematian ibu-Nya yang mengenaskan.
Fathur yang melihat wajah Niken memerah karena menahan amarah, dia pun langsung bersujud di hadapan Niken, membuat semua orang terperangah kaget melihat sikapnya.
Niken sendiri kaget, dia mundur satu langkah ke belakang menjauhi kepala Fathur yang hampir mengenai kakinya.
"maafkan aku Nike! " ujar Fathur. dia yang mencoba menyelamatkan diri dari situasi yang tidak di inginkannya.
"lancang! " bentak Pak Luis yang langsung menarik badan Fathur dan membawanya keluar dari Villa tersebut.
"Nike, ku mohon maafkan aku! jangan pecat aku! " teriakan Fathur membuat Niken tidak bisa menahan air matanya yang sedari tadi ingin memaksanya keluar.
Pak Luis yang berusaha menggusur tubuh Fathur merasa sedikit kewalahan.
"jadi ini maksud dan tujuanmu ingin bertemu Tuan dan Nyonya! " bentak Pak Luis.
"Pak, sungguh aku tidak tau, kalo merek adalah! "
__ADS_1
"aku tidak mau tau, ada apa dengan masa lalu mu dengan Nyonya atau Tuan, tapi sekarang lupakan masalah itu, dan jangan dekati Nyonya lagi! " ujar Pak Luis, dia yang tidak ingin mengundang kemarahan Tuannya pun, memberi nasehat kepada Fathur.
"ada apa ini Pak? " tanya Ken yang baru saja sampai ke villa itu sehabis joging.
Pak Luis hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruh Ken untuk masuk melihat keadaan di dalam.
Ken pun bergegas mengikuti intruksi dari Pak Luis.
"Tuan muda, Nona? " sapa Ken, yang melihat Niken menangis di pelukan Novak, Novak memberi isyarat kepada Ken untuk menjauh.
Ken menganggukkan kepalanya dan pergi menghampiri Pak Luis yang masih berada di depan pintu villa.
Jeslyn termenung di sebuah sofa di dalam apartemennya, dia selalu mengingat perkataan Ken kemarin malam.
dengan tidak berpikir panjang dia kembali ke negara B malam itu juga. terlebih mulai sekarang hidupnya akan terasa sangat sulit, jadi dia berpikir harus bisa menjadi lebih mandiri mulai sekarang.
orang yang selama ini dia andalkan pun sudah tidak ingin menemuinya lagi.
"*bren\*\*\*k kamu Jill*! " maki Jeslyn kepada pria yang selama ini selalu menempel kepadanya, tapi sekarang sudah pergi dengan model lain yang lebih populer darinya.
"*sekarang setelah kau mendapatkan apa yang kau mau, kau pergi begitu saja! " maafkan aku Nov, ini semua salahku*! "
"Jes, kamu makanlah sesuatu. " ujar si pria kemayu yang baru saja menghampiri nya.
"aku tidak berselera Syam! tolong ambilkan aku susu saja. " jawab Jeslyn.
Syam yang merupakan asisten pribadinya itu pun bergegas ke dapur untuk mengambil kan nona nya minum.
"*kasihan kamu Jes, Jes, aku sudah pernah menasihati mu, tidak ada pria yang sebaik Novak, tapi kamu tidak mau mendengarkan ku malah pergi dengan pria bren\*\*k itu! " sekarang apa? setelah dia menumpang tenar dari mu, dia pergi tanpa kabar*! " sambil menuangkan susu ke dalam gelas Syam bergumam dalam hatinya, dia miris melihat keadaan Jeslyn yang seperti itu.
"ini sayang. " Syam pun memberi kan segelas susu kepada Jeslyn.
"*bagaimana ya? " apa sebaiknya aku membatalkannya*? " pria kemayu itu merasa kebingungan, pasalnya hari ini ada pertemuan penting untuk pembahasan kontrak kerja dengan sebuah perusahaan.
__ADS_1
tetapi melihat kondisi Jeslyn yang tidak memungkinkan.
"ada apa Syam? " sudah sana pergi, urus pekerjaan mu. " bentak Jeslyn membuat Syam pria kemayu itu tidak ada pilihan lain selain meninggalkan Jeslyn.
baru saja dia sampai di pintu kamar ingin keluar, dia berbalik badan.
"Jes, ! " serunya.
"apa lagi? " jawab Jeslyn kesal.
"apa sebaiknya aku membatalkan kontrak kerja mu? " tanya Syam terbata.
"siapa yang menyuruh mu membatalkan kontak kerjaku? "
"aku tidak yakin kamu! "
"sudah hentikan omong kosong mu, sekarang temui beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita, kamu langsung tanda tangan saja, bilang aku tidak bisa hadir karena ada pekerjaan lain atau sibuk! " sana. " sikap Jeslyn membuat si asisten itu merasa senang, dia setengah berteriak karena kegirangan melihat Jeslyn antusias dengan pekerjannya.
"nah, begitu baru benar! " baiklah sayang jangan terpuruk dengan masa lalu mu, bangkitlah dan jadilah ratu model di seluruh dunia, biar semua laki-laki tergila-gila padamu" seru Syam sambil melenggang pergi meninggalkan Jeslyn yang menarik napas panjang melihat kelakuan asistennya itu.
akhirnya dari situ Jeslyn mengambil pelajaran yang sangat berharga atas sebuah kehilangan dari sebuah hubungan.
di sesali pun sudah percuma sekarang, karena sebuah penghianatan dari sebuah hubungan itu, bukan cinta, tetapi keegoisan semata.
"*selamat berbahagia untuk kalian. "
aku akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian*. " Jeslyn pun tersenyum getir.
diapun membereskan barang-barang pemberian Novak, memasukannya ke sebuah kotak besar dan menaruhnya di atas lemari di antara tumpukan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
***Bersambung...
__ADS_1
Hai readers salam dari penulis kacang, terimakasih untuk kalian yang selalu setia mendukung karya ku. 😘😘😘***