
Pov Muh
Hari pernikahanku makin dekat, besok aku akan dipertemukan dengan calon istriku.
Kamu tahu betapa jantungku terasa dag dig dug jeder. Andai aku bisa mempercepat waktu, akan kuputar secepatnya.
Cinta.... Aku masih mencintaimu. Andaikan saja kamu bukanlah calon istri adikku Rangga, saat ini aku akan menculikmu. Akan ku culik dan segera ku nikahi malam ini juga.
Cinta ..... Ooohh Cinta....
drrttt. ... drttt.. Bunda Calling
" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. "
" Wa'alaikumussam Warahmatullahi Wabarakatuh. Kenapa bun? Kangen yaaaa sama abang.ππ"
" Gag juga sih ππ Bang... bunda dan ayah menunggu mu di ruang keluarga sekarang. Jangan lama-lama."
" Siap bunda ku. Tapi abang mau cuci muka dulu ya bun."
" Yaaaa."
Muh segera menutup bukunya, dan mencuci muka di wastafel. Setelah itu ia pun turun menemui ayah dan bundanya.
" Malam ayah, bunda. Ada apa bun, kok serius amat. Jadi takut."
" Duduklah, kami ingin berbicara sesuatu sama kamu."
" Nak, besok jam 9.00 kita akan menemui calon istri mu. Apakah kamu sudah siap nak? " tanya ayah.
" Siap tak siap harus siaplah. Adek yakin setelah bertemu nanti, abang pasti terpesona dan penyakit bucin akutnya kumat lagi tuh." Canda Rangga yang langsung nyeletuk begitu keluar dari kamarnya.
" Entahlah yah, abang sudah ikhlas menerima perjodohan ini
.Andai bisa ditukar dengan calonnya Rangga, abang lebih bahagia lagi." jawab Muh.
" Astaghfirullah, gag bisalah. Emang barang mau ditukar. Ini nih efek kelamaan jomblo, jadinya ngawur." sahut Rangga.
" Sudah gag usah berdebat, Rangga kamu sendiri bagaimana dengan persiapan pernikahannya? Apakah sudah siap semuanya? Nanti kamu sibuk dengan pekerjaan kantor lalai dengan persiapannya. ujung-ujungnya ngerepotin kita semua."ππ
__ADS_1
" Bunda tak usah khawatir, adek sudah persiapkan semuanya dengan baik. ."
" Bunda bolehkan kalau besok setelah bertemu dengan calon istri abang, abang sama dia pergi kencan berdua. " Tanya Muh.
" Oooooooh...No no no. Setelah pertemuan besok kalian dipingit dan tidak boleh saling bertemu lagi. Sampai akad nikah berlangsung."
π
" Kalau adek bolehkan bun ???"
" Tidak boleh untuk kalian berdua.
" Bunda, kalau gag boleh kencan gimana kami mau saling mengenal satu sama lain. Baru bertemu sehari, sudah dipisah lagi. Bunda sudah melanggar HAM lho" Muh keberatan akan kata-kata pingit.
Bunda tersenyum.
" Belum lihat orangnya saja sudah bucin, gimana kalau sudah lihat orangnya. Hmmmmm pasti kamu mau cepat-cepat nikahin dia. "
" Belum tentu juga sih bun. Hati Muh masih tertambat pada seseorang. " Muh terlihat sedih.
" Makanya jangan suka diperbudak nafsu, ujung-ujungnya nyesel. Ibarat kata pepatah tuh ya, Sesal kemudian tak berguna." Rangga ikut memberikan pepatah jitu untuk Muh.
" Sebentar bun, abang mau nanya. Kenapa abang sama Rangga dinikahkan bersamaan?"
" Nak, kami menikahkan kalian secara bersamaan agar tidak merepotkan keluarga perempuan. Selain itu, Hemat Energi Hemat Biaya.πππ"
" Okelah kalau begitu. Abang mau istirahat agar besok terlihat segar."
" Adek juga, mau telpon calon istri dulu, biasaaaa mau ngucapin selamat tidurπππ."
" Kalian ini, bunda sama ayah juga mau ke kamar. Biasalah mau kangen-kangenan berduaπππ." Bunda membalas perkataan Rangga.
Merekapun tertawa bersama.
" Kasihan deh abang ππ masih bertemunya hanya di alam khayal. π π π ."
Muh tak perduli dengan gurauan Rangga dan bunda, ia terus saja berjalan menuju kamarnya.
" Ahhhh rasanya sudah tak sabar menunggu hari esok." batin Muh sembari membaringkan tubuhnya ke peraduan.
__ADS_1
" Ayah, apakah si abang benar-benar siap bertemu calon istrinya."
" Insya Allah anak-anak kita sudah siap. "
"Aamiin."
Sementara itu dikamarnya, Muh menelpon Cinta.
Drrrrttt drttt drtttt
"Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikumussalam"
" Apa kabar dek?"
" Alhamdulillah bik, semoga abang juga baik. "
" Dek, abang mau menanyakan pernikahan adek. Apakah adek sudah melupakan dan tidak mencintai abang?"
" Maksud nya apa? Adek kurang faham."
" Adek menikahlah dengan abang. Abang janji tidak akan menyakiti dan menyia-nyiakan adek lagi."
" Maaf bang sudah malam, adek ingin beristirahat. Mengenai pernikahan kita lihat nanti. Kalau jodoh Insya Allah kita akan bersatu juga. Untuk saat ini adek mau istirahat. Assalamu'alaikum." Cinta menutup handphonenya.
"Wa'alaikumussalam." Muh terlihat kecewa karena Cinta menutup handphonenya sebelum Muh menjawab salam.
" Ya Allah, mulai malam ini aku berjanji akan menerima segala kekurangan dan kelebihan calon istriku yang akan ku temui besok. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuknya. ." Muh meneteskan airmatanya.
***
Cinta berbaring sambil tersenyum setelah menutup handphonenya.
" Maafkan aku bang Muh, bukan maksudku menyakiti kamu. "
Muh dan Cinta pun tertidur.
"
__ADS_1