
Mike yang melihat kejadian tersebut pun benar-benar tidak percaya bahwa kakaknya harus mengalami kecelakan tragis di pesawat tersebut.
terlebih melihat Niken yang tidak sadarkan diri. akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke negara B saat itu juga.
Mike pun menghubungi seseorang yang dia percaya di negara B untuk menyelidiki kejadian tersebut, dan terlebih untuk mecari tau keadaan kakaknya dan Ken.
banyak mayat yang tidak bisa di kenali karena wajah dan badannya hancur atau gosong.
satu hari berlalu, para pencarian korban masih terus berlanjut. Niken yang sudah berada di kediaman Shinoda dengan menempati kamar Novak suaminya, mondar-mandir tidak karuan.
Mike, berusaha sekuat tenaga, menyuruh orang-orang kepercayaan membantu pencarian para korban di tempat kejadian.
sebuah rumah sakit menghubungi kediaman Shinoda, kala itu yang menerima panggilan tersebut tidak lain adalah Niken sendiri.
begitu terkejutnya Niken setelah dia mendengar dari pihak rumah sakit bahwa, pihak keluarga harus mengidentifikasi beberapa mayat pria.
Niken berangkat ke rumah sakit tersebut bersama Mike dan Rissa.
sedangkan pak Morris masih menyisir di tempat kejadian para korban bersama tim SAR.
setelah mereka sampai ke rumah sakit, dokter pun menyilahkan mereka untuk mengenali salah satu mayat yang berada di ruangan khusus.
Niken dengan penuh harap bahwa suaminya tidak berada di salah satu mayat di dalam.
"ku mohon jangan Ya Tuhan, biarkan aku bertemu sekali lagi. " jangan ambil dia dari sisiku. " batin Niken, dengan penuh harapan Novak masih hidup.
"aku lebih rela dia terluka, tapi jangan ambil dia secepat ini. "
satu persatu, Niken membuka kain penutup di wajah mayat-mayat di sana.
"dug! " dug! " dug! " hati Niken berdegup sangat kencang. matanya sudah basah dengan air mata.
Mike pun mengikuti Niken dari belakang, dia selalu menjaga kakak iparnya, takut-takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
satu, dua, dan tiga mayat yang hancur itu di buka oleh Niken wajah mereka rata-rata tidak bisa di kenali, hanya bebarapa aksesoris atau pakaian, itu yang bisa membuat seseorang mengenali mayat-mayat tersebut.
setelah mayat yang ke-5 sebuah tangan keluar dari kain penutup, Niken begitu terkejut, jam tangan yang di pakai oleh mayat tersebut dia mengenalinya dengan baik! "tidak! " batinnya.
dia menghampiri dengan pelan mayat tersebut, matanya sedikit rabun karena air mata yang membasahinya begitu kuat.
"jam tangan ini! " batin Mike, dia juga ternyata mengenali jam tangan tersebut.
setelah kain penutup di buka, Niken memalingkan wajahnya ke arah samping karena tidak sanggup menatap wajah itu.
Mike pun memeluk Niken, sambil menatap mayat itu dengan seksama dari ujung rambut sampai ujung kaki, dia pun dengan lega menarik napas panjang.
"syukurlah bukan suamimu Nike. " bisik Mike. Niken pun lega sama-sama menarik napas panjang.
Rissa yang kala itu mengikuti mereka mendapat telpon dari Pak Morris bahwa Ken sudah berada di rumah sakit A.
__ADS_1
tapi pengenalan mayat korban belum selesai, satu persatu sampai akhirnya mayat terakhir pun sudah di lewati.
Niken benar-benar bersyukur dia tidak menemukan suaminya di antara korban yang tewas.
mereka pun pamit ke salah satu pengawas rumah sakit tersebut, Rissa yang tadi mendapat kabar dari Pak Morris pun akhirnya memberi tahu Niken dan Mike.
Mike, bergegas menuju rumah sakit A, yang di mana Ken di rawat di rumah sakit tersebut.
sesampainya di Rumah sakit A, Niken dan Mike langsung berlarian menuju lobby yang di mana Pak Morris sudah menunggunya di sana.
"Non, Tuan, tadi bapak sudah tanya, katanya yang boleh masuk hanya dua orang. " ujar Pak Morris.
"baiklah aku ikut. " jawab Niken sambil mengambil napas yang terenga karena berlari dari parkiran tadi.
"silahkan Tuan Muda, dan Nona yang masuk, Ken di rawat Di Ruangan Anggrek. " dari sini lurus belok kanan. " nanti 3 kamar dari ujung. " ujar Pak Morris.
"Baiklah, ayo Mike! " Niken menarik tangan Mike, dia yang tidak sabar untuk segera bisa bertemu dengan Ken, untuk menanyakan keberadaan suaminya.
"Nike, jangan terlalu berharap, nanti kamu malah akan kecewa, kamu tau Ken juga terluka bukan? " sambil berlari mengikuti langkah Niken, Mike memberi masukan untuk jangan berharap banyak dari Ken.
Niken hanya terdiam sesaat, tetapi dia melanjutkan lagi langkahnya dengan tergesa-gesa.
"Anggrek! " ini melati, ini mawar, teratai. " aaah ini dia Anggrek. " serunya sepanjang lorong dia membaca setianp tulisan yang berada di atas pintu.
ruangan-ruangan di sana memang tergolong ruangan VIP yang ruangannya cukup luas.
dengan jantung yang berdekup sangat tidak karuan, Niken membuka pintu ruangan tersebut.
"Ken! " teriak Niken.
seketika menghentikan amukannya, Ken menatap Niken dengan penuh penyesalan.
dia pun berlari, merunduk, tersungkur, di hadapan Niken.
wajah Niken sudah pucat pasi, melihat sikap Ken yang seperti itu, pasti terjadi sesuatu yang buruk dengan suaminya.
begitu juga dengan Mike, "Ken bangunlah, jelaskan semuanya pada kami! " kakak tidak apa-apa bukan? " katakan! " teriak Mike yang sudah tidak sabar ingin mendengar kronologi kejadian yang di alami mereka berdua setelah kecelakaan terjadi.
"maafkan aku Tuan Muda, aku tidak berguna! " teriak Ken.
Niken langsung tertatih menuju sebuah sofa yang berada di pojok ruangan tersebut, "brukk! " dia terkulai tidak berdaya.
"katakan Ken, dia masih hidup! suamiku masih hidup! " teriak Niken yang langsung menangis sejadi-jadinya.
"jelaskan Ken. apa kamu melihat kakak ku tewas,? Ken menggelengkan kepalanya.
" apa kau melihat kakaku terluka atau di bawa tim penyelamat lain.? " Ken lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"lalu apa? " apa kau melihat kakak tenggelam? " atau kamu kehilangan jejak kakak "!
__ADS_1
Ken menganggukan kepalanya dengan cepat.
Mike langsung menghambiri Ken, yang masih tersungkur di tempat awal.
" bangun Ken, katakan yang jelas, yang mana! " apa kakak ku tenggelam! atau tidak ada yang bisa menemukannya? "
Ken menarik napas panjang, matanya menatap kosong.
"sebelum kejadian Tuan muda pergi ke toilet, setelah beberapa saat beliau masuk toilet, guncangan pesawat mulai terasa. " tidak sempet kami memakai baju pengaman guncangan lainnya membuat pesawat itu terjatuh, aku berusaha, susah payah mencari Tuan muda di toilet. tetapi tidak berhasil sampai ke toilet tersebut pesawat sudah menghantam perairan dengan sangat kencang, sehingga pesawat pun mengalami kehancuran yang cukup parah. dan menjadi dua bagian. "
kami terpental ke berbagai arah. api pun mulai muncul di berbagai tempat di dalam kabin. "
sampai aku sendiri tidak sadarkan diri dan sudah berada di rumah sakit ini. " ujar Ken.
Mike yang mendengar penjelasan Ken, dia pun langsung menghubungi seseorang untuk menjemput dirinya di rumah sakit tersebut.
"mau ke mana Mike? " tanya Ken.
"aku ikut. "
"kamu masih terluka"
"aku sudah tidak apa-apa? "
"baiklah."
"kak, kamu pulang dulu dan istirahat. " kamu tidak usah khawatir, suamimu masih ada harapan hidup. " mungkin saja dia berhasil menyelamatkan diri atau di selamatkan orang lain. "
"Niken bersikekeh ingin ikut juga, tapi Ken melarangnya. "
"nona, jagalah kesehatan anda, pulang lah dengan Pak Morris. " aku dan Mike yang akan mencari korban di berbagai rumah sakit atau di warga desa setempat mungkin. " ujar Ken.
"warga desa? " gumam Niken.
"baiklah kalo begitu, aku akan menunggu kalian di rumah! " tapi terus kabari aku Ken. "
"baik nona. "
Ken, yang memaksa ingin ikut, pun Mike tidak bisa menghalanginya.
mereka melakukan pencarian, Mike menyuruh kru untuk mengangkat bagian pesawat yang tenggelam untuk di angkat ke permukaan.
beberapa kapal pesiar alat berat dan alat-alat canggih pun di kerahkan nya, Mike yang berharap menemukan kakaknya walau bagai mana pun caranya.
Bersambung....
***Hai Hai, readers apa kabar mu hari ini, semoga kalian sehat sehat ya, terimaksih atas dukungan kalian.
salam dari penulis kacangππ
__ADS_1
jangan lupa juga untuk terus mendukung dengan cara melike, koment, vote, hadiah, dan rate 5 nya yah. satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. ππ***