Cinta

Cinta
"kekecewaan Jeslyn! "


__ADS_3

"hallo Ken, ada angin apa kamu menghubungi ku? " Jeslyn yang menerima panggilan dari Ken dia merasa bahagia bukan main.


dia berpikir semua itu ada hubungannya dengan Novak.


"baiklah, datanglah di hotel xx di pulau x, aku menginap di sini. " ujar Jeslyn.


dia pun dengan semangat bersiap untuk menemui Ken, berdandan dengan penuh percaya diri. sedangkan asisten kemayu nya ikut senang dengan kebahagiaan Jeslyn.


"sudah ku bilang Jess sayang, Novak tidak mungkin meninggalkan mu hanya demi wanita biasa seperti dia, kamu pastinya jauh lebih cantik dari wanita yang di nikahin nya itu! " ujar asisten nya memberi harapan kepada Jeslyn.


"tapi kamu tidak tau, wanita itu mempunyai daya tarik yang tidak biasa Syam. "


"ini semua karena Jillan bren**k itu! "


hidupku benar-benar hancur karena telah mengenalnya! " Syam, aku benar-benar berharap perasaan Novak kembali lagi seperti dulu! " apa semua itu mungkin? "


"tenanglah sayang, dengan kecantikan mu siapapun pria tidak akan ada yang bisa menolak mu ! " Novak pasti akan jatuh lagi kepelukan mu."


begitulah obrolan Jeslyn dan asisten nya itu.


sedangkan Ken, sudah duduk di lobby hotel di mana Jeslyn menginap.


Ken melihat seorang gadis kecil yang berjalan dengan di aping oleh dua bocah laki-laki yang terlihat, dua anak laki-laki itu seperti sebaya.


terlihat dari satu orang bocah itu merebut mainan si gadis kecil itu lalu membawanya pergi berlari, gadis kecil itupun menangis dan si bocah laki-laki yang satunya mencoba menenangkan nya dengan memberi sapu tangan kepada gadis itu untuk menyeka air matanya.


Ken menarik napas panjang, mengingat kan masa kecilnya yang kejadian tersebut pernah dia alami bersama Jeslyn dan Novak.


Novak yang sering membuat Jeslyn menangis tetapi Ken selalu menghibur Jeslyn kecil.


di waktu yang bersamaan di depan pintu lift ternyata Jeslyn juga melihat kejadian tersebut.


Tiba-tiba Jeslyn mengingat juga kejadian masa kecilnya. Ken yang menaruh hati kepadanya dari semenjak kecil kepadanya pun terbayang jelas di benak Jeslyn.


mata Jeslyn tertuju kepada Ken yang duduk di ujung lobby dengan masih memperhatikan kejadian tadi.


"apa kah kamu masih menyukai ku Ken,? batin Jeslyn, dia pun berjalan dengan anggun menghampiri Ken.


" Ken! " sapa Jeslyn membuat Ken tersadar dari lamunan masa kecilnya.


Ken spontan membalas ucapan Jeslyn. "kau sudah datang? " ungkap nya sambil berusaha membuang kenangan masa lalunya.


"heemmm, kamu memperhatikan gadis malang itu dengan serius, sehingga tidak menyadari kehadiran ku! " ujar Jeslyn sambil ingin duduk di sofa di hadapan Ken.

__ADS_1


"jangan di sini, aku ingin berbicara dengan mu di luar. " ujar Ken yang menghentikan niat Jeslyn untuk duduk di sana.


Jeslyn pun mengangguk dan mengikuti langkah Ken yang keluar dari lobby hotel menuju sebuah cafe yang berada di sebrang hotel tersebut.


kebetulan pengunjung di Cafe tersebut tidak banyak, hanya ada beberapa karena waktu di kala itu sudah menunjukan malam hari.


"duduklah, " ujar Ken sambil menunjukan kursi di depan nya kepada Jeslyn.


Jeslyn pun duduk di hadapan Ken, dia masih merasa sangat percaya diri bahwa Novak yang mengirim Ken ke situ.


senyum di wajah cantiknya masih terjaga dengan baik.


"pesan minum yang kamu suka! " ujar Ken, sambil memanggil pelayan ke situ.


"aku pesan kopi. " Ken.


"aku jus lemon hangat saja, " Jeslyn.


"jika kau ingin memesan makanan pesan saja! " ujar Ken lagi kepada Jeslyn.


"tidak, ini sudah cukup. " jawab Jeslyn.


pelayan pun pergi setelah mencatat pesanan keduanya.


"aku tau, kami kesini atas perintah Novak bukan? " sudah lah aku sudah tau, Novak menikahi gadis itu hanya ingin membuat ku cemburu dan sakit hati bukan? " ucapan Jeslyn yang mencoba meyakinkan hatinya bahwa hal tersebut memang benar.


Ken hanya tersenyum getir, matanya seolah ingin meluapkan kemarahan, tetapi dia mencoba untuk tenang.


"kamu salah Jess! aku dulu sudah pernah menghentikan sesuatu yang akan menghancurkan mu! " tapi apa daya kamu sendiri yang memilih jalan seperti ini. " ujar Ken.


Jeslyn terdiam, dia pun mengingat kejadian di Lobby hotel di Paris waktu itu.


"jika bukan Novak yang mengirim nya, apa dia kesini untuk menyatakan perasaan nya padaku?" batin Jeslyn masih dengan penuh kepercayaan diri bahwa dua orang pria di masa kecilnya masih mencintai nya.


"lalu untuk apa kamu ingin menemui ku? "


"demi masa lalu kita, aku hanya ingin memperingati mu, jauhi yang bukan hak mu lagi. " jika tidak kamu hanya akan menderita sendiri."


"tidak! " demi masa lalu juga, tolong lah bantu aku untuk bisa kembali mengambil hati Novak. " Jeslyn bersikeras.


"jangan salah kan aku jika aku berbuat kasar dengan mu Jess!" ujar Ken penuh amarah.


" dia sudah bukan milikmu lagi setelah kamu memilih pria itu! " jawab Ken. sontak membungkam mulut Jeslyn seketika.

__ADS_1


Jeslyn pun menyadari kesalahannya, dia merunduk tidak berkata sepatah katapun.


" ternyata benar, Novak sudah mengetahui hubungan ku dengan Jillan! " batin nya.


"bagaimana kamu datang kembali, setelah kamu di campakkan oleh pria itu Jess! " dan kamu tidak menyadari dan tidak tau malu datang lagi di kehidupan Tuan sekarang setelah kamu menyakitinya? "


kamu tidak tau, seberapa lama Tuan hidup di dalam kesedihan karena kamu! "


"aku sudah mencoba meminta ma'af, tetapi dia selalu bersikap dingin dengan ku! " makanya aku menghilang dan berpikir dia akan mencari ku! "


"bukan itu yang ku maksud! " seharusnya kamu pergi jauh dari kehidupan Tuan. " apa kamu tidak malu? " perkataan Ken membuat batin Jeslyn benar-benar hancur.


"apa dia mencintainya? "


"Iyah, Tuan begitu mencintai nona Niken sekarang. "


"bohong! "


"itu kenyataannya, kamu yang jangan membohongi dirimu sendiri, pergilah dari kehidupan Tuan jika kamu tidak ingin lebih terluka dari ini! " jawab Ken.


Jeslyn hanya terdiam, matanya sayu menatap kosong penyesalan yang telah dia perbuat.


air matanya sudah tidak terasa membasahi pipinya membuat Ken tidak tega, ada rasa yang tidak bisa di tolak oleh-Nya, dia mengangkat tangan nya bermaksud ingin menyeka air mata Jeslyn.


"Tuan, pesanan anda. " potong seorang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka, membuat Ken sadar dan menghentikan niat nya.


"kenapa kamu menyakitiku begitu dalam Jess, jika kamu dari awal menyukai ku bukan Tuan! " batin Ken, sambil menatap Jeslyn dengan penuh kekecewaan.


"demi masa lalu kita, pergilah dengan bahagia Jess, Terima semuanya dengan baik" jika kamu masih ingin di anggap teman masa kecilnya. "


dengan penuh kekecewaan dan penyesalan Jeslyn pun menganggukkan kepalanya pelan. tetapi dalam batin nya masih berharap Novak kembali kepadanya.


"baiklah aku tidak akan menganggu mereka lagi! " tapi tolong lah aku Ken, biarkan aku tetap menjadi teman masa kecil kalian. " ujar Jeslyn, membuat hati Ken sedikit lega.


"baiklah, aku akan berusaha membuat kalian tetap menjadi teman. " tapi aku tidak yakin. " jawab Ken. dia yang tidak tega melihat kesedihan orang yang pernah dia sukainya itu, menyanggupi keinginan Jeslyn yang ingin masih menjalin hubungan nya sebagai teman masa kecilnya Novak.


"Ken, apa perasaan mu masih sama kepadaku? " pertanyaan Jeslyn sontak membuat Ken terkejut bukan main, dia yang sedang meminum kopinya pun menjadi tersedak.


Jeslyn dengan sigap mengambil tisue dan menyeka ujung bibir Ken yang terkena kopi.


dengan lembut Ken memegang tangan Jeslyn menghentikan dan merebut tisue tersebut dari tangan Jeslyn.


Bersambung....

__ADS_1


satu dukungan dari kalian, sangat berarti untuk Author. mohon dukungannya ya. 😘😘😘


__ADS_2