
keesokan harinya seperti biasa Niken berangkat ke Kantor di dampingi Rissa, setelah Rissa mendapat warning dari Novak dia seperti lem menpel terus di dekat Niken membantu semua pekerjaan Niken.
pagi itu di jalanan yang padat Rissa memegang stir kendaraannya sambil tersenyum kepada Niken di sampingnya, "Nona selamat atas pertunangan anda, saya ikut bahagia untuk anda. " ujar Rissa.
"heemm, terimakasih RIS, aku juga tidak menyangka akan bertunangan secepat ini! " jawab Niken tersungging senyuman malu-malu di wajahnya.
"nona, saya denger tuan Novak itu sangat angkuh, bagai mana sikapnya kepada Anda? " tanya Rissa kembali yang membuat Niken sedikit marah karena tunangannya tidak seperti pendapat Rissa.
"RIS! jangan berkata seperti itu lagi kepada tunanganku, dia tidak seperti yang kamu bayangkan! " jawab Niken sedikit memperingatkan Rissa untuk tidak berbicara sembarangan tentang Novak.
Rissa tersenyum senang, " benar kan nona, sikapnya pasti berbeda kepada Anda, saya sudah menduganya, itu artinya Tuan sangat mencintai nona. " tambah Rissa, perkataan itu membuat Niken malu, karena secara tidak sadar dia telah tidak rela mendengar Rissa berbicara yang tidak tidak tentang kekasihnya itu.
"sudah lah RIS kamu ini memancing ku saja! " ujar Niken kesal.
Rissa hanya tersenyum senang, melihat nonanya begitu perduli dengan mantan bossnya sambil terus menyetir mendahului beberapa mobil di jalanan tersebut.
berbeda dengan Novak yang masih belum ingin keluar dari kamarnya, dia malah masih terbaring di ranjangnya sambil Senyum-senyum sendirian menatap langit-langit kamarnya.
dia masih membayangkan tentang kejadian semalam bersama Niken.
"Tuan, tok tok tok"! suara pintu kamar nya di ketuk dari luar.
" masuklah Pak " ujar Novak yang mengenali suara yang memanggil diri-Nya di luar pintu kamarnya.
tak lama Pak Morris memasuki kamar milik-Nya, "Tuan, apa anda sakit? " tanya Pak Morris yang tidak seperti biasanya melihat tuannya masih belum keluar kamar nya di jam seperti sekarang.
__ADS_1
"tidak, aku baik-baik saja memang kenapa Pak? " apa saya tidak boleh berlibur satu hari ini? " jawab Novak yang memang berniat tidak masuk kantor hari itu.
Pak Morris hanya tersenyum sambil berpikir dalam hati-Nya, " tidak seperti biasanya tuan ini ingin berlibur, padahal kemarin sudah tidak masuk kantor karena acara tunangannya. " pikir Pak Morris.
"suruh siapkan aku mobil satu jam lagi, " ujar Novak memberi perintah kepada Pak Morris yang masih asyik dengan pikirannya sendiri.
"baik tuan. " Lagi-lagi Pak Morris heran, untuk apa tuannya menyuruh menyiapkan kendaraan sedangkan dia tadi bilang ingin tidak masuk kantor hari ini.
Pak Morris pun berbalik ingin keluar dari kamar tuannya, tapi dia teringat kejadian semalam. Mike yang membawa tamu wanitanya menginap di kediaman nya.
Pak Morris menghentikan langkahnya, berbalik badan kembali ke hadapan Shinoda, " Tuan, apa anda sudah bertemu dengan tamu tuan muda Mike? " tanya Pak Morris kepada Novak yang membuat Novak mengerinyitkan kedua alisnya heran.
"tamu! belum. " ujar Novak yang berdiri bangun dari tempat tidurnya.
"apa anda ingin sarapan bersama mereka Tuan, mereka sedang menunggu Tuan di meja makan? " tanya Pak Morris kembali.
di meja makan Mike dan Sarah sudah menunggunya, beberapa pelayan sudah mondar-mandir menyiapkan hidangan untuk breakfast sedangakan Novak baru keluar setelah membasuh wajahnya.
Novak berjalan menuruni tangga pandangannya teralihkan kepada wanita yang duduk di meja makan bersama Mike, dia menatap Mike heran, tidak biasanya Mike membawa seorang wanita ke dalam kediaman Shinoda.
"Mike apa dia kekasihmu? " tanya Novak yang sekarang sudah sampai di meja makannya.
Sarah mencuri pandang kepada Novak, dia berdiri dari kursinya merengkuh kan badannya di hadapan Novak.
"apa kau kekasihnya Mike? " tanya Novak kepada Sarah, Mike hanya terdiam menatap kakaknya.
__ADS_1
"bukan Tuan, " kami hanya berteman, " jawab Sarah sambil tersenyum manis kepada Novak.
"dia temannya Niken kak! " jawab Mike dengan nada ketus.
"Niken! " seru Novak.
"Iyah, Niken calon kakak ipar ku, apa kakak tidak pernah mendengar dari Niken bahwa dia mempunyai teman yang bernama Sarah Anderson? " jawab Mike, membuat Novak menatap Sarah.
"tunggu dulu, Sarah siapa namamu?" ujar Novak yang bertanya langsung kepada Sarah.
"Sarah Anderson, Tuan. " jawab Sarah.
"aku tau siapa kamu! " ujar Novak sambil meminum jus di meja makan, setelah itu dia langsung berdiri setelah menghabiskan minumannya. matanya menatap Sarah dengan tatapan membunuhnya.
"apa dia tau aku? " mungkin dia tau aku karena aku dulu pernah menjadi model? " pikir Sarah, dia menganggap Novak mengenalnya dulu sewaktu dirinya masih menjadi model terbaik.
"apa kak, benar kan Niken berteman dengannya dulu? " tanya Mike.
Novak hanya menatap mata Mike tanpa berkata sepatah katapun, dia beranjak meninggalkan meja sarapannya.
"kakak belum menghabiskan sarapanmu, mau ke mana? " tanya Mike lagi.
" kalian teruskan sarapanmu dan antar nona ini kembali kekediamannya! " tidak baik bermain terlalu lama di tempat pria! " jawab Novak.
Sarah merunduk merasa kesal dan malu
__ADS_1
atas ucapan dari Novak Shinoda.
bersambung..