Cinta

Cinta
mereka sudah pulang!


__ADS_3

Niken menatap Novak yang memalingkan wajahnya karena sombong telah berhasil membuat hati Niken terkesan, tanpa di sadari Niken memeluk nya dengan menempelkan samping wajah ke dada nya, sontak membuat pupil mata Novak Shinoda membesar, aktivitas tubuhnya seolah langsung berhenti sesaat.


"kaamuu, sudah berani sekarang" uajarnya sambil mengeredipkan matanya beberapa kali karena gadis di hadapannya sudah seagresif itu kepadanya.


"maaf, aku hanya tidak bisa menahan diri karena aku merasa sangat senang dengan kejutan ini. " jawab Niken panjang sambil melepaskan pelukannya, bibirnya memoncong lancip kedepan, karena rasa senangnya tersebut dia lepas kendali. dia tau Novak sekarang adalah tunangan nya tetapi dia juga tidak seakrab orang berpacaran lainnya.


sekarang Novak malah tidak senang Niken melepaskan pelukannya, dalam hati nya menggeram.


"Nike, mulai sekarang bersikaplah seperti tadi! " ujar Novak, Niken bingung dengan perkataan tunangannya itu.


"seperti tadi? " jawab Niken bingung.


"Iyah seperti tadi! " AGRESIF!!" bisik Novak. membuat wajah Niken memerah karena malu.


"tapi ingat lah sikapmu yang seperti itu, hanya untuk ku bukan untuk orang lain! " ujar Novak memberi warning kepada Niken.


Niken menatap pria di hadapannya, apa pria di hadapannya ini sedang memperingati kecembutuannya kepadaku! pikir Niken. kedua mata saling menatap, Novak meraih pinggang Niken dengan tangan kirinya sedangan tangan kanan nya memegang dagu Niken menegadahkannya kewajah diri-Nya, detik demi detik berlalu, kedua wajah pun semakin mendekat. " cup" sentuhan kedua bibir mereka bertemu untuk pertama kalinya.


napas Niken terpenggal terengah, perasaan campur aduk dalam dadanya menjadi satu, matanya mulai memejam menikmati sentuhan sentuhan lembut dari bibir Novak di wajahnya.


"DWOAR! "" sebuah suara mengejutkan Niken, matanya langsung melotot mengikuti arah suara tersebut.


"biyaaaarr! " sebuah cahaya di langit menerangi keduanya, "happibirthday"! tulisan dalam cahaya di atap terlihat oleh Niken.

__ADS_1


sebuah pantulan cahaya dari kembang api yang sengaja di nyalakan untuk diri-Nya yang bertulisan selamat ulang tahun, menambah romantis nya suasana dua sejoli yang saling jatuh cinta.


Novak memeluk Niken dari belakang, " jangan bersedih lagi"! bisiknya. "hilangkan semua dendam dan mulai lah hidup mu dengan bahagia! " tambah Novak.


Niken hanya tertegun menatap keindahan cahaya kembang api yang berkelipan di langit tersebut sambil tidak bergeser sedikitpun dari tangan Novak yang memeluknya dari belakang.


"kamu tidak paham, ada satu hal lagi yang tidak perlu kamu ketahui Nov! biar aku selesaikan masalah ini sendirian! " gumam Niken dalam hatinya. dia berpikir Novak tidak seharusnya mengetahui apa rencana yang akan dia lakukan untuk Sarah Anderson semata-mata hanya ingin membuat gadis itu sadar.


"sekarang tiup lilin nya. dan ucapkan permohonan mu! " ujar Novak sambil melepaskan tangannya dari Niken dia pun duduk di kursi.


"dia ini, kenapa dia cuman menarik kursi untuk dirinya? " aku tidak percaya ini! "


Niken menggerutu dalam hatinya mengomeli pria di hadapannya. tapi seorang pelayan dengan sigap dia menarik kursi untuk Niken membuat Novak sadar akan kesalahan nya.


"apa kamu tidak apa-apa Nike? " tanya nya yang melirik mata Niken yang sedang menatapnya seperti ingin menerkam dirinya karena kesal.


"heeemm, a~aku tidak apa-apa!" jawab Niken, ucapan nya berbeda dengan hatinya, hatinya masih merasa kecewa dengan hal sekecil itu, " seharusnya aku tau memang dia tidak sesempurna yang ku bayangkan! " apa lagi sikap sebelumnya amat angkuh di hadapanku! " pikir Niken yang terus saja berkecamuk sendiri dalam hatinya. sedangan Novak memanggil-manggil nama-Nya.


"Nike, Niken! " hey. " ujar Novak sambil melambaykan tangannya tepat di depan wajah Niken. Niken pun terkejut, "i~iiyah."


Niken menjawab dengan nada terbata kata kaget, "kring, kring"! suara pesan dalam ponsel Niken berbunyi. Niken melihat pesan yang masuk tersebut, ternyata dari Mike.


Mike mengirimi Niken sebuah Vidio, " kakak ipar benarkah ini dirimu? " tanya Mike, sontak membuat Niken tercengang tidak percaya, tega teganya Sarah mengirimi vidio tersebut ke Mike pikir Niken.

__ADS_1


"apa yang gadis ini rencanakan? " gumam Niken dalam hatinya.


"ada apa Nike? kenapa wajah mu menjadi pucat? ada masalah?" tanya Novak yang melihat wajah Niken menjadi gusar.


"tii~dak, aku tidak ada, aku akan ke bawah dulu menemui orang tuaku, " takutnya dia mengkhawatirkan aku, karena telah menghilang dari pesta. " ujar Niken mencoba menutupi masalah vidio yang di kirim Mike tadi.


"mereka sudah pulang, aku yang menyuruh mereka jangan menunggumu karena aku yang akan mengantar mu pulang nanti, " jawab Novak.


"benarkah?" Niken salah tingkah dengan mencoba mencari alasan untuk pergi dari sana.


"aku, aku harus~ oiya, Rissa pasti menunggu ku di bawah? " ujarnya lagi.


"diapun sudah pergi! " jawab Novak yang mulai merasa curiga dengan sikap Niken.


"aaah, baa~aiklah." ucap Niken sambil terpaksa kembali duduk di hadapan Novak.


"apa kamu ingin semalaman di sini? " tanya Novak yang heran karena Niken masih belum memotong kue nya.


"berapa lama lagi aku harus menunggu kamu membuka kejutan berikutnya? " cek cek cek! "


decak Novak dalam hatinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2